BLANTERWISDOM101

Terima Kasih Bapak

20 January 2020
Pada tulisan ini, saya hanya ingin bercerita tentang pengalaman saya dalam memaknai sebuah lagu. Lagu yang membuat saya semakin memahami, menyayangi dan membuat rindu sepenuhnya pada sosok Bapak. Judul tulisan saya tulis dengan kata yang beda dari lagu yang akan saya ceritakan di sini, lagu tersebut berjudul Terima Kasih Ayah.

Saya menggunakan kata Bapak, sebab bagi saya kata tersebut lebih memiliki ruh ketimbang kata Ayah. Bapak, sebuah kata yang lebih menyatu dengan pribadi saya, sebab dalam keseharian saya lebih sering menggunakan dan menyapa dengan kata tersebut dari pada kata Ayah.

Tentang lagu Terima Kasih Ayah, lagu yang dinyanyikan Opick dan Adiba, persisnya kapan saya mengenal dan menyukainya pun tak tahu pasti, tapi sejak saya membuka galeri musik di notebook, saya memukan histori yang tertulis tanggal 16 November 2016, histori tentang tersimpannya lagu tersebut di dalam hardisk.

Saya begitu menyukai pada istrumen musiknya yang tenang, nada akustiknya membawa saya pada suasana yang begitu nyaman. Tapi pada suatu ketika, saat saya pahami sampai mendalam tiap lirik yang dinyanyikan, saya justru terbawa pada emosi yang luar biasa, pada imajinasi yang seharusnya mungkin tak perlu dibayangkan. Tapi apalah daya, memang begitulah cara menikmati sebuah lagu.

Saya berubah menjadi manusia yang benar-benar merindukan sosok Bapak. Sangat merindukan. Bahkan pada puncak bagaimana nanti jika Bapak sudah tak lagi bersama. Sampai pada titik dimana saya harus brebes. Ya, saya benar-benar terbawa pada emosi pemaknaan lagu tersebut yang sedalam-dalamnya, meskipun barangkali itu berlebihan.

Dan bahkan saya membayangkan bagaimana nanti menjadi makhluk yang sedang sulit-sesulitnya tanpa sosok Bapak, hingga terbawa pada suasana betapa rindunya saya pada sosok pahlawan yang diagungkan dalam keluarga tersebut, merasa tak siap sendiri hidup tanpa dirinya. 

Saya membayangkan juga bagaimana sosok Bapak yang luar biasa pengorbanannya, yang secara langsung dan tak langsung mengajari bagaimana saya harus hidup, hidup sebaik-baiknya dari pengalamannya yang tak pernah saya alami.
**

Opick Feat Adiba - Terima Kasih Ayah

Waktu begitu cepat berlalu
Mengiring langkah dalam cerita
Terbayang wajahmu dalam hatiku
Kau adalah kisah yang terindah
Tajamnya matamu tenangkan hati
Luka hidupmu kau bawa sembunyi
Hangatnya sentuhmu yang penuh cinta
kau adalah bintang dalam hatiku
Dalam lelahmu masih kau tersenyum
Dalam duka kau belai aku
Dalam sempitmu ajarkanku tegar
Alloh slalu bersamamu
Oh Alloh slalu bersamamu
Ayah .. ayah terima kasih
Kau beri aku cinta
Ayah.. ayah terima kasih
Ajarkan aku hidup

Lagu ini memberi saya energi yang luar biasa untuk menyayangi bagaimana sosok Bapak. Menyayangi sesuai bagaimana yang saya bisa, sebaik-baiknya. Saya pun kembali menarik diri menjadi sosok anak kecil yang dulu tentu saja disayangi sepenuhnya oleh Bapak, apalagi membayangkan bahwa saya adalah anak pertamanya, yang tentu saja dipeluk, di gendong dan dicium dengan kasih sayang sebaik-baiknya.

Menarik diri pada masa anak-anak dimana saya diajari hal-hal kecil yang menggembirakan. Sampai pada di usia yang sudah lebih dewasa ini, saya pun berpikir, sudah berbakti apa untuknya?

Pada akhirnya ketika malam ini kembali saya putar lagu tersebut, saya teringat dengan cara-cara Bapak dalam menjalani hidup, caranya survive, yang tak langsung mengajari saya banyak hal tentang bagaimana hidup seharusnya dan bagaimana saya semestinya. Dan secara tak langsung juga mengajari bagaimana seharusnya dan semestinya saya nanti ketika menjadi seorang Bapak. Terima Kasih Bapak....


Dear kalian pembaca, silakan maknai sendiri sesuai emosi masing-masing.
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir."