BLANTERWISDOM101

Tentang Kita

12 January 2020
"Mari menghitung lebih banyak lagi untuk waktu-waktu mendatang. Tetaplah seiringan dan bergenggaman tanpa pernah merenggang."


Tahun lalu, tertulis dibagian akhir pada sebuah catatan kecil di dalam blogmu. Aku tak menyangka bakal menjadi makhluk yang seistimewa itu lewat sebuah narasi yang tercipta dengan bahasa penuh makna. Kupikir kamu berlebihan sayang, aku hanyalah makhluk sederhana di jagat semesta ini dengan segala keterbatasannya, yang meyayangimu apa adanya. Bagiku yang patut disebut istimewa adalah kita.

Kita adalah dua orang yang tahu bahwa bersama memang tak harus sama. Beberapa hal memang berbeda dari kita, dari sifat, cara pandang, dan bahkan perihal selera. Meski banyak juga beberapa hal yang sama, ya, seperti gingsul misalnya. Tapi untuk apa membuat cocokologi lebih detil begitu, lha wong manusia memang komplek, selalu ada beda dan sama. Pada akhirnya, kita paham bahwa kita adalah sama-sama manusia, yang saling mencinta.

Kita adalah dua makhluk yang juga sama-sama satu frekuensi dalam rindu, kita saling merindu. Saban hari pengennya ketemu. Setiap ketemu rindunya malah makin menggerutu, rindu lama terlampiaskan, rindu-rindu baru datang begitu syahdu. Begitulah ritme rindu, yang datang karena aku memang menyayangimu. Bagaimana bentuknya rindu bagiku tak masalah, selagi itu memang kamu.

Waktu terus berlalu, tak terasa banyak hal sudah kita lewati. Kita saling bercerita satu sama lain, dari kisah-kisah lucu nan menyenangkan, sampai pada dinamika kehidupan yang kadang kita tertawakan, bahkan selesai hanya dengan pelukan. Segala kesah, kesuh, dan kasih semua masuk dalam ruang penuh raung yang menjadikan kita semakin riang, disebuah ruang bernama cinta, yang di dalamnya tertulis nama kita.

"Semua yang diceritakan pada intinya semakin membuat kita erat bergandengan."

Banyak hal memang sudah kita ceritakan. Cerita tentang masa lalu, masa kini (hari ini), dan bahkan tentang masa depan. Aku merasa bahagia, merasa nyaman akan keterbukaan masing-masing dari kita dengan semangat #MariBercerita, yang membuat kita saling mengerti dan memahami serta tidak saling menghakimi, justru makin saling menyayangi.

Kita adalah dua orang yang juga tahu, bahwa hidup ini memang rumit, pola-pola kehidupan yang kita jalani ini sungguh menggelikan. Kadang memang harus disambati secara serius, kadang ya harus ditertawakan saja. Semua kisah kehidupan yang sudah kita ceritakan, yang kita lalui, itu akan membuat kita menjadi makhluk yang kuat mental. Pada intinya kita memang harus terus belajar, melawan ego yang sering mempersulit diri sendiri. 

"Mari belajar bersama, sayang. Meromantisasi segala sesuatu untuk kebaikan."

Kita adalah dua makhluk yang sedang berjalan pulang. Aku pulang padamu dan kamu pulang padaku. Bertemu pada sebuah titik bernama kita, yang abadi, sebagai dua insan yang saling mencintai dan menyayangi dalam satu komitmen untuk tetap bersama, bagaimanapun keadaannya. Mari bersama kita lanjutkan kehidupan ini, sayang. Iloveu...

Nyengir

Besengut

Pamer gingsul.

Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir."