BLANTERWISDOM101

Pasorpring Minggu Pagi (Gelaran Perdana)

04 August 2019
Pasorpring, nama yang mungkin masih menjadi pertanyaan bagi beberapa orang. Apa itu Pasorpring? Pasorpring merupakan akronim dari Pasar Ngisor Pring (Jawa: Pasar Di bawah Bambu). Sebuah destinasi baru yang ada di Kota Metro, provinsi Lampung.

Pasorpring merupakan pasar kuliner tradisional yang ada di bawah bambu, terletak di Jl. Tupai RT.01 RW.01 kelurahan Purwosari, kecamatan Metro Utara (Samping Pasar Pagi Purwosari). Pasar yang di inisiasi oleh para pemuda ini menjadi lebih viral ketika sukses melakukan gelaran pertama pada hari ini (04/08/2019).


Selain kuliner, Pasorpring yang dikemas dengan model pasar digital (memanfaatkan media digital) ini juga menyediakan ruang edukasi, Pojok Baca Pasorpring, bagi para pengunjung. Berbagai macam bacaan tersedia di sini, buku untuk anak-anak ada, buku untuk para mahasiswa ada, bahkan buku model ‘kiri’ dan ‘kanan’ juga ada. Buku-buku ini didapat dari para donatur dan bantuan Dinas Perpustakaan Metro.


Tak hanya itu, di Pasorpring juga terdapat Spot Tradisional Game (Wahana Permainan). Pada gelaran pertama yang di isi oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) ini, Pasorpring menyediakan mainan Egrang; Egrang Bambu dan Egrang Tempurung Kelapa.


Orang-orang dewasa dan anak-anak pun mencoba game tradisional tersebut. Ada yang lancar menggunakan, ada pula yang harus sampai terjatuh, pada intinya mereka tertawa, bahagia. Selain Egrang, Pasorpring juga diisi game lempar pisau oleh Komunitas Lempar Pisau Metro Utara.


Pasar Di bawah Bambu ini juga punya panggung kreasi, sebuah panggung sederhana nan menarik dengan lukisan-lukisan bambu serta background geribiknya. Pagi ini, panggung tersebut diisi oleh para pemuda yang mahir bermain gitar dan merdu dalam bersuara. Panggung akustik mengisi meriahnya Pasorpring pagi ini.


Pagi kian berlalu, siang pun siap menyambut. Sekitar pukul 10.30 wib, Pasorpring masih tetap di kunjungi pengunjung, meski jajanan pasar sudah habis lebih dahulu. 


Wajah-wajah senang terpancar dari gerak-gerik pengunjung sembari memasang pose dari balik kamera. Ya, di Pasorping dengan keunikan kreasi bambunya juga ada spot-spot foto yang Instagramable. Caping-caping dan Besek warna-warni serta kreasi lainnya menjadi daya tarik tersendiri.

Gelaran pertama yang menjadi magnet masyarakat dari ke-kepoan-nya yang sudah sejak awal flyer diterbangkan, kini terobati dengan adanya gelaran pertama inisiasi mahasiswa UM Metro dan pemuda Purwosari yang fokus pada Pengenalan Pasorpring terlebih dahulu.

Dikala siang telah menyambut, aku masih duduk di atas motor dan tetap di bawah bambu, melihat sekeliling lalu terbesit pikiran: "Ini potensi, bagi siapa saja yang mau mengisi (relawan dan komunitas/organisasi), ada panggung untuk berkreasi, tradisional game untuk merawat tradisi, tempat-tempat unik untuk selfie dan tak lain jajanan untuk menambah gizi. Masing-masing bisa bersinergi."

Setelah itu, aku pergi, istirahat dan membuat tulisan ini. Begitulah Minggu pagi ini, gambaran gelaran perdana Pasorpring. Mungkin tak menarik dalam uraian kata yang ku tulis. Aku pun sadar setiap kata memang mengandung rasa, tapi dalam kata-kata orang punya rasa yang berbeda.

Maka, silakan ke gelaran selanjutnya @PasorpringPurwosari, agar tak hanya sekedar mendapat sebuah pesan, tapi juga kesan. Lagi pula gelaran selanjutnya pasti ada yang baru. Salam Sorpring.


#Sandallll
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir"