BLANTERWISDOM101

Seri Tadarus Kepemiluan: Tata Cara Mencoblos

16 March 2019

Seri Tadarus Kepemiluan 4 :


TATA CARA MENCOBLOS




Pemilu sudah menjadi rutinitas yang secara periodik 5 (lima)  sekali digelar di Indonesia,  pemilu pertama kali dilakukan oleh bangsa Indonesia di tahun 1955 sampai dengan sekarang tahun 2019 tak ada perubahan terkait tata cara mencoblos surat suara kecuali di pemilu 2009 dengan memakai  cara di "contreng". Namun setelah  itu di pemilu 2014 dan pemilu 2019 ini kembali ke sistem lama yaitu dengan cara mencoblos. 

Mencoblos sesuatu yang mudah bukan ? menjadi sulit dan rumit memang karena pilihannya terlalu banyak baik parpol maupun nama calon legislatifnya di tambah dengan banyak calon yang tidak dikenal dan diketahui rekam jejaknya.  Bukan hanya di kertas suara DPRD Kabupaten/Kota yang paling dekat dengan kehidupan pemilih di tingkat lokal akan tetapi untuk pada tingkatan DPRD Provinsi dan DPR RI.  

Karena minimnya pengetahuan pemilih akan para calon legislatifnya dari 16 partai politik yang ada,  disitulah kebingungan pertama yang dialami pemilih "mau memilih siapa?". Kebingungan kedua yaitu pada waktu bersamaan harus memilih calon di DPRD Propinsi dan DPR RI. Apalagi harus memilih calon yang berkualitas dan berintegritas. Inilah tantangan terberat  pemilih yang menjadi  pekerjaan kantor (PK) bagi KPU dan jajarannya. Dan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi partai politik untuk lebih masif mengenalkan parpol sekaligus calon legislatifnya. 

Dalam UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum dijelaskan pada pasal 342 ayat 1 - 3 tentang tata cara pemungutan suara  yaitu :
  1. Untuk surat suara pasangan calon presiden dan wakil presiden Mencoblos pada nomor atau nama atau photo atau mencoblos pada tanda gambar partai politik pengusul.
  2. Untuk surat suara calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mencoblos pada nomor atau nama atau photo calon anggota DPD, 
  3. Untuk surat suara DPR/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota, mencoblos pada nomor atau gambar partai politik atau pada nama calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.

Tata cara pemungutan suara ini dipertegas dalam PKPU 3 tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Umum, yaitu ditetapkan sebagai berikut : 
  1. Memastikan surat suara yang diterima oleh pemilih telah ditanda tangani oleh Ketua KPPS,   
  2. Pemberian suara dilakukan dengan cara mencoblos,   
  3. Menggunakan alat coblos yang sudah disediakan berupa paku,  
  4. Pemberian suara pada surat suara pasangan calon dilakukan dengan cara mencoblos 1 (satu)  kali pada nomor,  nama,  foto pasangan calon,  atau tanda gambar partai politik pengusul dalam satu kotak,   
  5. Pemberian suara pada surat suara anggota DPR, DPRD  Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dilakukan dengan cara mencoblos 1 (satu)  kali pada nomor atau tanda gambar partai politik,  dan/atau nama calon dalam partai politik yang sama,  dan  
  6. Pemberian suara pada surat suara pemilu anggota DPD dilakukan dengan cara mencoblos 1 (satu)  kali pada nomor,  nama atau foto calon dalam satu kolom yang sama (pasal 35 ayat 2).

Demikian tata cara pemungutan suara dalam Pemilu serentak 2019 untuk 5 (lima) surat suara yaitu :
  1. Surat suara pasangan calon presiden dan wakil presiden,
  2. Surat suara untuk calon anggota DPD, 
  3. Surat suara untuk DPR RI,
  4. Surat suara untuk DPRD Provinsi, dan
  5. Surat suara untuk DPRD Kabupaten/Kota. 

Sumber :
PKPU 3/2019 tentang 
PEMUNGUTAN dan PENGHITUNGAN SUARA PEMILIHAN UMUM

#KPUMetro 
#KPUMelayani 
#KPUMendidik 
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."