BLANTERWISDOM101

Seri Tadarus Kepemiluan: Konsekuensi Pindah Memilih

16 March 2019

Seri Tadarus Kepemiluan 5 :


KONSEKUENSI PINDAH MEMILIH 



Pindah Memilih adalah hak semua pemilih yang sudah terdaftar (dalam DPT) untuk menggunakan hak pilih di TPS tujuan karena alasan tertentu sehingga tidak bisa menggunakan hak pilih di TPS asal dimana ia terdaftar dalam DPT.

Pemilih yang akan melakukan pindah memilih dikategorikan sebagai "PEMILIH DPTb" yaitu pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT di suatu TPS, karena kondisi dan alasan tertentu di hari "H" pemungutan suara tidak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS asal. Dan akan menggunakan hak pilihnya di TPS tujuan.

Keadaan tertentu yang menyebabkan pemilih bisa melakukan pindah memilih, antara lain: 
  1. Menjalankan tugas pada saat pemungutan suara, 
  2. Menjalani rawat inap di rumah sakit atau Puskesmas dan keluarga yang memdampingi, 
  3. Penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi, 
  4. Menjalani rehabilitasi narkoba, 
  5. Menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan atau terpidana yang sedang menjalani hukuman penjara atau kurungan, 
  6. Tugas belajar / menempuh pendidikan menengah atau tinggi, 
  7. Pindah domisili, 
  8. Tertimpa bencana alam, dan atau 
  9. Bekerja diluar domisilinya.

Akan tetapi pindah memilih mempunyai konsekuensi tersendiri bagi pemilih, yaitu BERKURANGNYA SURAT SUARA yang akan diperoleh dan dicoblos oleh pemilih bersangkutan atau dengan kata lain pemilih tersebut tidak bisa memperoleh 5 (lima) surat suara secara utuh sebagaimana surat suara bagi pemilih yang tidak pindah memilih di TPS lain jika beda daerah pemilihan (DPR, DPD, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota).

Ketua KPPS akan memberikan surat suara kepada pemilih tambahan (Pindah Memilih = Form A. 5), dengan ketentuan sebagai berikut : 
  1. Akan mendapatkan SURAT SUARA DPR, apabila pindah memilih ke Kabupaten/Kota lain dalam satu provinsi dan di dapilnya, 
  2. Akan mendapatkan SURAT SUARA DPD, apabila pindah memilih ke Kabupaten/Kota lain dalam satu provinsi, 
  3. Akan mendapatkan SURAT SUARA PASANGAN CALON, apabila pindah memilih ke propinsi lain atau pindah memilih ke suatu negara, 
  4. Akan mendapatkan SURAT SUARA DPRD PROVINSI, apabila pindah memilih ke Kabupaten/Kota lain dalam satu provinsi dan di dapilnya,
  5. Akan mendapatkan SURAT SUARA DPRD KABUPATEN/KOTA, apabila pindah memilih ke kecamatan lain dalam satu Kabupaten/Kota dan di dapilnya. (Pasal 38 ayat 3).

Ini beberapa konsekuensi yang akan diterima oleh pemilih yang melakukan PINDAH MEMILIH. Dan konsekuensi ini harus diketahui dan dipahami bersama baik oleh penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan masyarakat/pemilih.

Sumber :
PKPU 3/2019 tentang 
PEMUNGUTAN dan PENGHITUNGAN SUARA PEMILIHAN UMUM

#KPUMetro 
#KPUMelayani 
#KPUMendidik 
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir"