BLANTERWISDOM101

Misteri

03 January 2019

Senyum semringah nampak jelas di raut wajah, Flow, pagi itu. Dipeluknya sang Ayah seusai rapor dibagikan. Melihatnya jingkrak-jingkrak bahagia kala itu yang disambut tawa Ayahnya membuatku rindu pada Ayahku sendiri. Oh Tuhan, andai dia ada disini. Tapi itu tak mungkin.

Sesuai abjad, pagi itu namaku dipanggil setelah Flow. Semua siswa hadir kala itu, bahkan didampingi orang tuanya. Tapi tidak denganku, hanya berteman dengan sepucuk surat dari ibu yang akan kuberikan pada guru wali kelas. Tak perlu kubaca isi pesannya, aku sudah hafal sebab itu bukan pertama kali: "Bu, maafkan saya tidak bisa hadir menemani anak saya mengambil rapor. Kiranya ada teguran untuk Mahar sampaikan saja pada Ayah Flow."

Jawaban dari guru wali kelas dan teguran darinya pun sudah kuketahui sebelum aku dipanggilnya maju ke depan: "Har, titip salam pada Ibumu, ya. Dan untukmu, Har, jangan lupa terus belajar. Kamu itu siswa yang hebat." Sayangnya aku tak pernah tahu apa yang dikatakan tentang diriku pada Ayah Flow. Aku pun hanya senyum dan mengangguk, setidaknya tanda terima kasih untuk kalimat penghiburnya.

Begitulah ritual pagi setiap bagi rapor disekolahku, hal yang biasa, namun kala itu ada sedikit perbedaan, tentunya perbedaan pada diri Flow.

"Satu, Flow?" Kataku seusai semua siswa dipersilakan untuk pulang.

"Tebak saja, Har."

"Kau tahu, Flow, aku itu tak suka misteri. Sebut saja."

"Kalau kau tak suka misteri, kenapa kau membuat misterimu sendiri dengan pertanyaan itu?" Ujar Flow menikamku hingga diam.

Kukira benar juga, hidup ini memang penuh dengan misteri, terlebih misteri-misteri yang dibuat dari keingintahuan sendiri. Ya, ya, seorang guru pun pernah berkata: "Semua hal yang akan datang adalah misteri". Siapa yang tahu pasti seperti apa masa depan itu? Pasti tak ada, bahkan prediksi sebaik-baiknya pun tak akurat juga. Tapi katanya, dibalik misteri pasti ada kejutan. Itulah yang tak kusuka dari misteri, pada kejutan-kejutannya yang hadir tanpa permisi.

"Nampaknya kau bahagia sekali, Flow?"

"Mungkin kau benar, Har," jawabnya sambil tersenyum penuh misteri.[]
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."