BLANTERWISDOM101

27 Tips Kreatif untuk Sedekah

15 January 2019
Ada hal-hal yang sebenarnya mudah, atau hal kecil yang bisa saja dihitung sebagai pahala sedekah. Hal-hal kreatif tersebut mungkin tentunya tidak berat untuk kita lakukan. Berikut 27 Tips Kreatif untuk Sedekah:

  1. Siapkan nasi bungkus dari rumah. Berikan ke orang yang kira-kira membutuhkan seperti pedagang kecil, pengemis, orang gila, pengamen, anak terlantar dan lain-lain. Enggak usah banyak-banyak misal satu bungkus setiap harinya.
  2. Laundry/cucikan Mukena musholla  secara berkala yang ada di sekitar lingkungan kita.
  3. Berkala beli Mukena baru, misal tiga bulan sekali. Malu dong sama Allah pakai yang itu-itu melulu, yang lama disedekahkan.
  4. Bawa Mukena ketika akan berpergian. Tinggalkan di masjid/ musholla yang kita singgahi.
  5. Beli kamper/pengharum baju. Taruh di kumpulan mukena di masjid/musholla yang kita singgahi.
  6. Bungkus perlengkapan shalat (Mukena, sarung, sajadah, kopiah, Al Qur'an jadikan parcel ketika lebaran. Berikan ke satpam komplek, tukang kebersihan komplek atau office boy di kantor. InsyaAllah pahalanya mengalir.
  7. Beli beberapa pasang sandal cepit, taruh di kantor, musholla atau masjid untuk digunakan ketika berwudhu.
  8. Beli perlengkapan untuk membersihkan toilet, juga pengharum ruangan, dan berikan secara berkala ke masjid-masjid.
  9. Bagi yang shalat Jum'at, datang 15 menit lebih awal. Bantu bersih-bersih dan beres-beres.
  10. Kumpulkan botol minuman plastik/botol bekas shampoo dan lain-lain, setelah banyak berikan ke pemulung.
  11. Kalau beli minum dalam kemasan, kalau ada sisa bawa pulang. Airnya bisa disedekahkan untuk tanaman (sedekah alam), dan wadahnya dikumpulkan, kalau sudah banyak dikasihkan pemulung..
  12. Beli beberapa burung yang murah saja, lepaskan ke alam bebas.
  13. Beli makanan kucing siap saji dalam toples, taruh di tas. Ketika di jalan ketemu kucing liar, berikan.
  14. Beli barang diskonan di supermarket agak banyak. Misal detergent, minyak goreng, sabun, buku tulis, pulpen kemudian bungkus cantik hadiahkan ke panti asuhan atau rumah singgah.
  15. Jangan nawar ke pedagang kecil, kalau bisa justru kasih lebih.
  16. Beli tissue atau keperluan yang sederhana di pedagang kecil yang kita jumpai, misal tissue 2000 rupiah, ikat rambut atau peniti sudah cukup bikin mereka senang.
  17. Ketika makan di kaki lima ada pengemis atau anak terlantar, belikan mereka seporsi seperti yang kita makan.
  18. Siapa yang suka jualan makanan kecil di kantor? Gratisin buat yang buka puasa. Kebayangkan gorengan 2000 bisa bikin kita masuk surga. Insyaa Allah.
  19. Ada pembangunan masjid? Bisa bikin gorengan? Berikan beberapa ke pekerja.
  20. Selalu siap jika dimintai tolong tenaga, jika sedekah materi belum bisa kita lakukan.
  21. Bayarlah lebih ketika naik angkot yang supirnya kakek-kakek atau bapak tua.
  22. Kasih tip lebih buat ibu/abang ojek online kalo kira-kira jaraknya jauh dan juga kondisi mereka yang kira-kira memprihatinkan (tua misalnya).
  23. Ketika di bis/ angkot. Bayarin nenek-kakek yang keliatan kurang mampu atau suami istri yang disabilitas.
  24. Pas bulan Ramadan. Diperkirakan buka puasa diperjalanan. Angkot, bis, kereta, busway dan lainnya. Siapkan beberapa air mineral (gelas), pas adzan bagi-bagi. Kebayang beli 5000 saja udah dapat 10, Kita dapat 10 pahala beri minuman orang berbuka. Insya Allah.
  25. Tawarkan tumpangan ke temen kita kalau mau berangkat searah. Jika kita bawa kendaraan.
  26. Pada saat di perjalanan bersama keluarga mampir di toilet masjid biasakan anak laki-laki diberi tugas bersihin toilet dan tempat wudhu.
  27. Rutin mensortir mainan anak kita. Buy 1 give 1. Ketika beli mainan baru harus ada 1 mainan yang disedekahkan ke temannya atau panti asuhan.

Semoga bisa memberi kita motivasi dan keikhlasan dalam bersedekah. Aamiin.
Sumber: Internet (Facebook)

Share This :
Ahmad Mustaqim

"Aku orang yang suka berimajinasi". Suka berdialog pada hati, yang kemudian akalku malah mengikuti, maka jadilah kami bertiga yang sedang berdiskusi, di dalam jasad yang kecil dan bernama Ahmad Mustaqim.