(Ebook) Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono

By the way, memang belum lama saya ini menyukai sastra. Terhitung baru beberapa tahun sejak saya menyelesaikan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, lalu beberapa novelnya Pramoedya Ananta Toer hingga  menjadi sedikit sibuk (yang katanya aktivis), terhipnotis dengan karya-karya Rendra, Gus Mus, Tedjo, Wiji Thukul dan lainnya. Naah, kali ini entah kenapa, puisi dan sajak-sajak Sapardi Djoko Damono ini membiusku juga.

Karya Djoko Damono memang romantis, percintaan. Mungkin saya suka (karena saya sedang merasa cinta hhhhaa atau) karena telah menikmati filmnya, ya, film Hujan Bulan Juni. Di film itu, kisah Pingkan dan Sarwono aduhai banget deh. Nggak sekedar cinta-cintaan biasa, tapi nyastra. Puisi-puisi yang wassseekk banget itu ada di dalam buku Hujan Bulan Juni ini. Mau ikutan terbius seperti saya? Coba saja dibaca.

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."

1989 

_
Sajak-sajak dalam buku ini saya pilih dari sekian ratus sajak yang saya hasilkan selama 30 tahun, antara 1964 sampai dengan 1994. Sajak saya pertama kali dimuat di ruangan kebudayaan sebuah tabloid di Semarang pada tahun 1957, sewaktu saya masih menjadi murid SMA; Namun, ini tidak berarti bahwa ratusan sajak yang ditulis selama 1957-1964 tidak saya pertimbangkan untuk buku ini. Sajak-sajak itu tidak dipilih mungkin sekali karena saya pikir lebih sesuai untuk dikumpulkan di buku lain, yang suasananya – atau entah apanya – agak berbeda dari buku ini. Ini berarti bahwa ada juga sesuatu yang mengikat sajak-sajak ini menjadi satu buku.

Saya sendiri tidak tahu apakah selama 30 tahun itu ada perubahan stilistik dan tematik dalam puisi saya. Seorang penyair belajar dari banyak pihak: keluarga, penyair lain, kritikus, teman, pembaca, tetangga, masyarakat luas, Koran, televisi, dan sebagainya. Pada dasarnya, penyair memang tidak suka diganggu, namun sebenarnya ia suka juga, mungkin secara sembunyi-sembunyi, nguping pendapat pembaca. Itulah yang merupakan tanda bahwa ia tidak hidup sendirian saja di dunia; itulah pula tanda bahwa puisi yang ditulisnya benar-benar ada.

Sebagian besar sajak-sajak dalam buku ini pernah terbit dalam beberapa kumpulan sajak, sejumlah sajak pernah dimuat di Koran dan majalah, satu-dua sajak belum pernah dipublikasikan. Hampir dua tahu lamanya saya mempertimbangkan penerbitan buku ini, bukan karena sajak-sajak saya berceceran dan sulit dilacak, tetapi karena saya suka meragukan keuntungan yang mungkin bias didapat oleh pembaca maupun penerbit buku ini.

Dalam hal terakhir itu sudah selayaknya saya mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Pamusuk Eneste dari penerbit PT Grasindo yang tidak jemu-jemu meyakinkan saya akan perlunya menerbitkan serpihan sajak ini. Terima kasih tentu saja saya sampaikan juga kepada siapa pun yang telah memberi dan merupakan ilham bagi sajak-sajak ini, tentang apalagi puisi kalau tidak tentang mereka, manusia.

Jakarta, Juni 1994
Sapardi Djoko Damono

_

0 Response to "(Ebook) Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel