Siapa yang Patut Kita Sebut Pahlawan?

Jika era dahulu pahlawan diidentikan dengan orang-orang yang berjuang, berkorban dan pantang menyerah melawan penjajahan hingga titik darah penghabisan. Lantas siapa yang patut kita sebut pahlawan di era kini? Sering kita dengar bahwa guru adalah pahlawan atau biasa disebut, “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Saya setuju, sebab guru adalah profesi yang begitu mulia. 

Pikirkan, pasti tak akan ada yang namanya dokter tanpa adanya seorang guru yang mengajarinya, tak akan ada polisi tanpa ada guru, tak akan ada presiden tanpa ada guru, dan tak akan ada tokoh sehebat Soekarno tanpa seorang guru HOS Tjokroaminoto. Maka pantaslah guru kita sebut sebagai pahlawan. Namun apakah hanya guru?

Saya kira makna pahlawan sangatlah luas. Seperti misalnya, kita pasti sepakat untuk mengatakan kedua orang tua kita adalah pahlawan. Perjuangan dan pengorbanannya yang tak terhingga. Semangat bekerja tanpa kenal lelah untuk menghidupi keluarga. Tak peduli apapun yang mengahalang, semua akan dilakukan demi membahagiakan anak-anaknya, demi masa depan anaknya yang lebih baik. Jasa dan pengorbanan orang tua begitu mulia, penuh cinta merawat kita semua. Maka sudah selayaknya kita sebut mereka sebagai pahlawan.

Lain dari itu, kita juga patut menyebut para pejabat sebagai pahlawan. Tentu ini kita sematkan kepada meraka yang selalu tertib, disiplin, jujur, dan tulus melayani rakyatnya. Tak mau korupsi, selalu menyejahterakan rakyat dan siap melayaninya sepenuh hati. Pejabat seperti ini hatinya selalu dekat dengan rakyat, tak ada sedikit pun pencitraan. Mereka berani melawan arus yang tidak benar. Mungkin pejabat-pejabat seperti ini tidaklah populer, tapi saya yakin pejabat seperti ini hatinya akan selalu damai. Kepada merekalah nasib rakyat disandarkan.

Selanjutnya para petani dan nelayan. Kita juga harus menyebut mereka sebagai pahlawan. Setiap hari mereka bekerja keras, tak pernah menghiraukan panasnya terik matahari yang membakar kulit, juga tak gentar melawan derasnya ombak yang menghantam. Mereka terus semangat bekerja, tak peduli berapa keuntungan dan rugi yang didapat. Apapun hasilnya yang penting mereka tetap menysukuri untuk hidup. Bahkan tak pernah kapok walau kadang sering “nombok”. Kadang para petani bertani hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, untuk makan dan bayar hutang belaka, tapi lebih dari itu kepada mereka juga kebutuhan pangan negara tercukupi. 

Adalagi para TNI, dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang dengan gagah perkasa selalu waspada. Dengan semangat perjuangan mereka terus menjaga kedaulatan negara. Mereka berpatroli di penjuru negeri, menjaga hingga perbatasan wilayah yang kadang tanpa fasilitas baik. Tak pernah banyak mengeluh meski hidup di daerah yang rawan, bahkan rawan dari serangan. Mereka rela pergi jauh meningalkan keluarga demi pengabdiannya. Mereka itu melindungi kita. Mereka itu pahlawan kita.

Pahlawan kita di era kini selanjutnya adalah para jurnalis. Tentunya jurnalis yang jujur menuliskan berita. Segala yang salah berani dikatakan salah dan segala yang benar harus dibenarkan. Para jurnalis ini tak tergoda dengan suap, tak takut dengan ancaman dan gertakan penguasa. Mereka menulis dan menyauarakan kebenaran, menulis segala keluhan dan aspirasi rakyat.

Selain itu, Dokter dan Petugas kesehatan juga patut kita sebut pahlawan. Dedikasi mereka sangat tinggi untuk menjaga kesehatan masyarakat. Kadang tak peduli meski berada di daerah pedalaman, pulau-pulau terpencil, hingga daerah yang tak pernah tersentuh program pembangunan. Tak pernah mengutamakan kepentingan pribadi, mereka tulus hati dengan satu cita-cita, yakni rakyat harus sehat sejahtera. Mereka terus bahagia melayani dengan sepenuh hati.

Satu lagi yang wajib disebut pahlawan era kini adalah Polisi yang menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Mereka tak tergiur sogokan serta penyelewangan tindakan demi keuntungan pribadi. Dedikasinya tinggi untuk menjaga keamanan masyarakat dan negara, membela yang benar dan menyalahkan yang salah, meski keluarganya sendiri yang bersalah. Mereka tak henti-hentinya memberantas para perusak moral bangsa, seperti para penjual narkotika.

Saya kira cukup itu saja, selebihnya saya cuman mau mengatakan bahwa pahlawan era kini adalah mereka yang hidupnya didedikasikan penuh untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara. Hidupnya totalitas untuk kemaslahatan umat. Pahlawan adalah mereka yang hidupnya selalu dalam kebenaran, kebaikan, dan selaras dengan kehendak Tuhan. Pada dasarnya diri sendiri juga patut disebut pahlawan, sebab kita juga harus berjuang penuh pengorbanan melawan musuh yang nyata. Musuh itu wajib dikalahkan demi kemerdekaan jiwa. Adalah hawa nafsu, musuh yang selalu menyulitkan kita, musuh yang selalu menghalangi kita untuk melakukan kebaikan.

Jadi siapa yang patut kita sebut pahlawan era kini? Hakikatnya adalah Kita, ya, kita adalah pahlawan. Selagi kita berani untuk memberi dan membela kebaikan apapun profesinya, saya kira itu pantas disebut pahlawan. Sesederhana itu, tentunya berani baik untuk bersikap jujur, disiplin dan bermanfaat. Selamat Hari Pahlawan wahai Pahlawan.

HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2018

Selamat Hari Pahlawan wahai Pahlawan
Tulisan ini saya tulis pertamakali tahun 2016.

0 Response to "Siapa yang Patut Kita Sebut Pahlawan?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel