Tantangan Kebhinekaan di Era Digital (Lawan Hoax dengan Cerdas)

Di dunia yang tak selebar daun kelor ini, berdiri sebuah negara. Negara yang besar dengan luas wilayah 1.92 Juta KM2, memiliki 17.000 pulau dan jumlah penduduk lebih dari 260 juta jiwa. Negara ini memiliki kekayaan yang luar biasa, baik itu kekayaan alam maupun kekayan budaya lokal. Negara yang 2/3 nya adalah lautan ini memiliki 1340 suku dengan jumlah bahasa lokal lebih dari 9000. Dunia mengenal negara ini dengan nama Indonesia.

Fakta menarik dari Indonesia adalah mayoritas warga negaranya belum pernah mengelilingi negaranya sendiri, baik itu secara fisik maupun budaya. Sebab itu, sebagian besar pun belum memiliki “Field of Experience” terkait pengalaman kultural dan “Frame of Reference”, cara berpikir warga bangsa yang berbeda-beda. Fakta lain dari warga negara Indonesia adalah mereka terlahir dari berbagai perbedaan. Dibesarkan, disekolahkan, bekerja, tinggal, beribadah, berpolitik dan bahkan bersosial media pun berada dalam pemisahaan kelompok sosial yang tentu berbeda pula hukum dan tradisinya (segregasi).


Tapi dibalik semua itu, ada kekuatan besar yang mampu menyatukan bangsa ini. Adalah bahasa nasional, Bahasa Indonesia, ideologi yang sama Pancasila, dasar hukum yang sama UUD 1945, rasa persatuan yang sama sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan saling memegang teguh Kebhinekaan, multikulturalisme dan toleransi.

Di era digital seperti ini kekuatan itu pun diserang. Misalnya seperti serangan berita Hoax oleh oknum. Berita tidak benar yang saling memperkeruh suasana. Apalagi pada musim panas politik saat ini (tentang pemilu 2019). Semua seakan dipisahkan menjadi dua kubu, ada kubu Jokowi dan kubu Prabowo. Kedua kubu tersebut saling bersaing dan saling “serang”. Hal buruk dari momen ini adalah adanya oknum yang memainkan persaingan tersebut.

Bagaimana cara menghadapi Hoax? Tentunya dengan berpikir jernih tanpa emosi. Berita-berita hoax cenderung berisi informasi yang membuat cemas, takut, benci dan rasa permusuhan, harapan palsu, atau pemujaan berlebihan. Hal inilah sebagian yang disampaikan Prof. Dr. Henri Subiakto di acara seminar, Ancol (17/08/2018) kepada kami para Blogger, Duta Supporter Indonesia, dan seluruh yang mensupport Asian Games 2018.
Download materi Ppt - Tantangan Kebhinekaan di Era Digital dari Prof. Henri disini

2 Responses to "Tantangan Kebhinekaan di Era Digital (Lawan Hoax dengan Cerdas)"

  1. Cara terbaik meredam hoax adalah dengan membuat konten yang positif kemudian di viralkan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebarkanlah berita baik dan viralkan :D

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel