Mengenal Gaby, Rela Melawan Dokter Demi Asian Games 2018

Setiap orang punya arti tersendiri tentang perjuangan. Pantang menyerah demi mencapai suatu tujuan, merupakan hal yang mesti dilakukan. Begitu yang dilakukan dara belia asal Manado, bernama lengkap Gabriela Eliana. Ajang Writing Marathon (Writingthon) besutan Bitread Publishing yang bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) berhasil membawanya menuju Ibu Kota untuk bisa menyaksikan langsung perhelatan Asian Games 2018. Namun, tak banyak yang tahu kalau perjuangannya untuk bisa sampai ke Jakarta begitu panjang.


Mulai dari menulis naskah yang diperlombakan seminggu sebelum deadline, hingga harus menampikkan anjuran dokter yang memintanya untuk opname tiga hari sebelum bertolak ke Jakarta. Meski begitu, perempuan cantik yang masih duduk di kelas 3 SMA tersebut tetap melakukan apa yang menurutnya baik dan benar. Dua jam perjalanan Manado-Jakarta menjadi saksi bahwa dia adalah orang yang pantang menyerah. Seorang pemenang kategori pelajar yang mewakili kotanya Manado pada ajang Writingthon Asian Games 2018.

Ketika sosialisasi Asian Games 2018 mulai menggema di berbagai penjuru kota, sama sekali tak pernah terbesit dalam pikiran perempuan cantik berdarah Manado ini. Semua bermula dari unggahan pak Bima Ipmawan, seorang guru matematika yang pernah mengajar Gabriela sewaktu bersekolah di Bekasi. Unggahan pak Bima di salah satu akun media sosial miliknya berisikan informasi mengenai kompetisi Writingthon Asian Games 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. Hadiah yang fantastis dan menggiurkan membuat Gabriela tertarik untuk mengikuti Writingthon, terlebih perwakilan dari tiap daerah akan bertolak menuju Jakarta untuk menghadiri opening ceremony Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Malam hari pada tanggal 30 Juli 2018 menjadi saksi akan kegembiraan Gabriela. Namanya tercantum dalam daftar pemenang Writingthon Asian Games 2018 untuk kategori pelajar/mahasiswa. Impian menjadi kenyataan, harapan menjadi pasti, asa menjadi ada. Gabriela menjadi perwakilan Sulawesi Utara untuk mengikuti serangkaian kegiatan di Jakarta, termasuk menghadiri opening ceremony Asian Games yang selama ini menjadi impiannya.

Segala persiapan telah dilakukan demi menghadiri kegiatan tersebut. Namun tiga hari sebelum kegiatan dimulai, Gabriela dianjurkan oleh dokter untuk dirawat di rumah sakit setempat karena penyakit maag yang dideritanya kambuh. Namun, dirinya menolak anjuran dokter demi mengikuti kegiatan Writingthon, meski keputusan itu sangat beresiko bagi dirinya.

Anjuran dokter memang benar-benar tak dihiraukan. Rabu pagi, 15 Agustus, Gabriela memutuskan untuk bertolak dari Manado menuju Jakarta, menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Meski dalam bayang-bayang penyakit maag yang diderita, Gabriela tetap bersemangat dan terus konsisten mengikuti serangkaian aktivitas yang diselenggarakan panitia.

Gaby, begitulah orang-orang memanggilnya. Seorang bungsu dari tiga bersaudara. Orang asli Indonesia keturunan manado yang memiliki darah Cina. Ibunya adalah Chinnese Manado dan ayahnya asli Manado. Dua pahlawan ini telah membesarkannya hingga menjadi pribadi Indonesia sejati seperti ini. Ia pikir segala perjuangannya tak ada bandingannya dengan para tokoh pengharum nama bangsa ini seperti Liliana Natsir, atlet Badminton Internasional asal Manado yang telah memberi banyak manfaat pada negara tercinta. 

Bahkan bukan apa-apa jika dibandingkan Pierre Tendean, pahlawan nasional, sosok pahlawan perjuangan asli Manado yang begitu akrab dengan A.H Nasution. Memang berjuang adalah melawan segala hal yang menjadi penghambat. Ia selalu mencontoh sosok Pierre Tendean, pahlawan yang juga merupakan buyutnya ini. Indonesia akan menciptakan sejarah baru, dan dirinya akan berjuang menjadi bagian dari sejarah itu, walau hanya sederhana. Kini ia sedang duduk bersama, disebuah ruangan yang ia sebut ruang nusantara. Disana ia mendukung Indonesia, menjadi bagian dari Asian Games 2018 pada event Writingthon Asian Games 2018.

___
Penulis: Grup 16 Writingthon Asian Games 2018.


0 Response to "Mengenal Gaby, Rela Melawan Dokter Demi Asian Games 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel