Guyon Bareng Gus Dur - Dilap Sempak (Celana Dalam)

Saya sering mendengarkan sinau bareng Cak Nun (sapaan Emha Ainun Nadjib) di youtube. Di salah satu video Cak Nun pernah cerita tentang Abdurrahmad Wahid (Gus Dur, Presiden RI ke 4) saat mengerjai temannya yang berkunjung di kosannya sewaktu kuliah di Mesir. Cak Nun bercerita hingga membuat saya tertawa. Selain itu cerita tersebut juga memberi saya hikmah.


Saya pun membuka buku Kumpulan Humor Gus Dur yang disusun oleh Burhani.MS. Buku yang berisi joke, anekdot, dan humor-humor dari cucu pendiri Nahdlatul ulama ini. Ketemulah saya dengan guyonan tersebut, seperti dibawah ini:

---
Ketika Gus Dur masih kuliah di Mesir, ia kedatangan seorang tamu dari Indonesia. Tamu yang kini menjadi pengasuh pesantren terkenal di Jawa Timur ini datang ke tempat Gus Dur dan teman-temannya di Mesir.

Sepeti galibnya tuan rumah, Gus Dur dan teman-teman kemudian sibuk menjamu teman yang datang dari jauh itu. Gus Dur kemudian mengeluarkan piring dan gelas, maksudnya untuk tempat makanan dan minuman. Sang tamu, seperti biasa menunggu Gus Dur dan teman-temannya yang sibuk mau menghidangkan minuman dan menyaksikan Gus Dur melap gelas-gelas dan piring itu dengan celana dalam. Sebaliknya, Gus Dur dan teman-teman malah tenang saja.

Begitu kue dan minuman dijasikan, si tamu dipersilakan menikmati hidangan tersebut. Si tamu tentu saja serba salah. Mau minum jijik, tetapi kalau ditolak tasanya tidak mungkin. Kemudian dengan sangat terpaksa si tamu menikmati juga hidangan tersebut. Namun tak lama berselang ia langsung muntah-muntah. Ia ingat kain yang dipakai untuk mengelap piring dan gelas tadi, yang tidak lain adalah celana dalam.

Menyaksikan tamunya yang K.O tersebut, Gus Dur mulai tanggap dan berkata, “Anda ini terlalu melihat sesuat dari segi luarnya saja, tidak mau melihat substansinya.” Si tamu tertegun.

“Celana dalam itu belum pernah saya pakai. Ini baru saya beli, jadi masih baru,” kata Gus Dur sembari tertawa.
---

Oke, apa hikmah yang didapat dari guyonan bareng ini? Seperti yang ditulis diakhir kalimat bahwa: Jangan kita hanya menilai sesuatu dari luarnya saja. Bisa jadi sesuatu itu terlihat kurang baik di mata kita, tapi punya banyak isi kebaikan yang tidak kita ketahui. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Guyon Bareng Gus Dur - Dilap Sempak (Celana Dalam)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel