Menulis Dari Kacamata Seorang Blogger (SEO?)

Ini tulisan sekedar tulisan biasa. Bukan tulisan opini yang ilmiah dan berat untuk memahaminya. Tulisan curahan hati seorang Blogger. Saya ambil judul Blogger bukan berarti saya mewakili semua Blogger seantero Bimasakti ini, ehh, mungkin tepatnya Mayasakti (sebab internet kan Dunia Maya). Tapi mungkin, sebagian Blogger ada juga yang sepemikiran dengan saya, sepemikiran dengan apa yang akan saya tulis ini.


Semua pembaca pasti sudah tahu, kenapa menulis itu penting. Ingat kan sama apa kata Ayah Pramoedya? “Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Jadi, menulis adalah menyambung nyawa. Kok bisa? Ya bisa, karena penulis nggak akan pernah mati. Maksudnya yang nggak pernah mati adalah namanya, nama beserta karyanya. Sebab karyanya akan terus hidup bersama pengaruh-pengaruh yang ditulisannya. Jadi, fix, menulis itu penting.

Menulis memang penting, tapi menulis itu, hmm, sebut saja susah-susah-gampang. Kenapa? karena menulis memang benar-benar mengasah, mengasah pola pikir dan mengasah kemampuan dalam pemilihan kosa-kata. Yang belum terbiasa menulis, tentu akan susah walau hanya membuat satu paragraf saja, bahkan yang sudah agak biasa pun sering mandeg di beberapa paragraf yang ditulisnya.

Tapi kalau sudah terbiasa, sekali duduk pun bisa buat tulisan banyak. Tahu Karen Amstrong, penulis buku Sejarah Tuhan? Dia kalau nulis ilmiah begitu, mudah, sama seperti curhat. Sekali duduk bisa dapat ratusan lembar tulisan. Naah, kalau kita? Sama ratusan lembar juga, tapi pakai ukuran font 72.

Menulis memang nggak bisa sembarangan (alias gampang-gampang susah). Walau sebenarnya menulis itu mudah, nggak percaya? Coba simak apa kata Bung Nassim Nicholas Taleb ini, “Menulis adalah seni mengulang-ulang tanpa disadari orang.” Ungkapan ini yang membuat saya jadi kepikiran betapa hebatnya moto hidup (yang katanya milik orang China) ATM (Amati Tiru Modifikasi).

Sejatinya di dunia ini nggak ada yang baru, semuanya itu sudah ada (dalam hal tulisan). Kalau pun ada yang baru itu namanya inovasi dari yang sudah ada. Misalnya gini, tentang tulisan ini saja: pentingnya menulis, menulis dari mata Blogger dan semua yang berkaitan dengan judul tulisan saya ini, pasti sebelumnya sudah ada yang menulisnya. Hanya saja karena beda kepala yang menuangkan tulisan, maka hasilnya pun berbeda. Itulah yang biasa di sebut baru, kalau yang kongkret sudah ada, disebut ide.

Menulis sejatinya memang bebas, nggak harus nurut dengan aturan, sebab kalau menulis dengan aturan, tentu itu karena ada kepentingan. Ehh, tapi bukannya apapun yang ada di dunia dilakukan karena ada kepentingannya kan ya? katakan saja, ya. Misalnya tulisan ini, secara kaidah penulisan pasti amburadul. Saya nulis kata “nggak” yang tidak baku, alias tidak ada di KBBI harusnya dengan italic (miring), tapi saya labas begitu saja. Meski saya menabrak aturan bukan berati saya tidak ada kepentingan.

Tulisan ini saya buat karena saya ingin curhat dan sedikit berbagi (selain juga untuk meningkatkan traffict pengungjung web ini). Tentang menulis, tapi dari kacamata Blogger (seperti saya). Kalau menulis ilmiah ada aturan yang harus di ikuti, misalnya kalau mau membuat buku, menulis jurnal, menulis opini, menulis cerpen dan lainnya, tentu harus dengan bahasa dan format penulisan yang baik.

Biasanya kalau format penulisan saja amburadul, tulisan tidak akan diterima. Sebut saja saya menulis cerpen, tapi menulisnya tidak dengan format yang baik. Ya, misalnya dalam penulisan dialog yang harus menggunakan tanda petik. Contoh: “Aku rindu denganmu, Dilan,” ucap Milea sembari menitikan airmata. Kalau saya tulis tanpa petikan tentu merepotkan seorang editor. Naah editor itu manusia, manusia kalau dikasih ribet banyak ngeluhnya, kalau udah ngeluh pasti jengkel, kalau jengkel yowes next naskah berikutnya to?

Kalau Blogger beda lagi aturan nulisnya. Mau model nulis gimana pun, Blogger bebas. Nggak harus ilmiah juga. Blogger nulisnya harus nurut sama robot. Kok robot? Ya, robot pencari Google (Search Engine Google.com). Blogger kalau mau nulis yang diperhatikan adalah SEO. You know this? SEO atau Search Engine Optimization adalah teknik menulis yang paling wajib bagi seorang Blogger.

Dengan SEO seorang Blogger memahami apa yang sedang dibutuhkan dan banyak dicari oleh pembaca. Jadi Blogger akan mencari kata kunci untuk dijadikan bahan tulisan. Misalnya gini: banyak orang sedang mencari ebook, dan ebook yang dicari adalah Fihi ma Fihi karya Jalaluddin Rumi. Kata kunci yang akan dicari (yang biasa diketik seorang pencari di web Google) biasanya: download fihi ma fihi pdf, download ebook jalaluddin rumi, download pdf jalaluddin rumi, dan seterusnya dengan berbagai kemungkinan yang ada.

Naah, kata kunci itulah yang akan dijadikan bahan tulisan bagi seorang Blogger. Apa untungnya dengan memasukan kata kunci itu? Untungnya adalah artikel atau tulisan yang dibuat akan mudah terindex ke mesin pencari Google. Jadi, kalau ada orang yang mencari dengan kata kunci yang sudah dituliskan itu, maka tulisan Blogger tersebut akan menjadi postingan yang utama dari Google. Kalau sudah jadi postingan utama? Ya jangan ditanya lagi, pasti banyak pengunjung yang hadir.

Mesin pencari Google adalah robot, dan setahu saya format yang diutamakan robot Google itu dimulai dari judul postingan yang dibuat, lalu isi postingannya. Misalnya saja saya membuat tulisan tentang Download Driver Printer IP Canon2770. Naah, setiap kata yang dijadikan judul itu akan diutamakan Google untuk kata kunci pencarian dari si pencari. Misalnya lagi ada yang mencari lewat Google: Download Driver Printer Canon. Naah, kata kunci ini ada di judul postingan yang saya buat tadi kan? Maka akan di utamakan oleh Google.

Tapi berhubung yang membuat postingan semacam itu banyak (banyak Blogger yang membuat artikel serupa) membuat persaingan pun juga banyak. Maka teknik selanjutnya adalah dengan menuliskan titik poin kata kunci pada postingan yang akan dibuat. Semakin banyak kata kunci yang dituliskan di postingan, maka semakin mudah di index oleh Google.

Menulis dari kacamata seorang Blogger ya begini, selalu memperhatikan SEO, itu teknik mudah agar bisa jadi page one di mbah Google. Apa sih untungnya ikuti teknik SEO itu? Mudahnya atau sebut saja enaknya, kalau ikut aturan SEO tersebut, tulisan akan mudah untuk jadi postingan utama yang disarankan oleh Google. Dan tentu saja akan banyak pengunjung. Kalau pengunjung banyak, bukankah endorsement (iklan) juga akan banyak?

Ya, begitulah bedanya menulis umum (ilmiah dan sejenisnya) dengan versi Blogger. Aturannya main baca mesin Google. Meski beda, semua tetap sama, sama-sama menulis. By the way, menulis itu gampang juga, ya. Saya bisa sampai nggak sadar kalau tulisan saya ini sudah kepanjangan.
__
Ahmad Mustaqim, 06/06/2018 (23:39 WIB)

0 Response to "Menulis Dari Kacamata Seorang Blogger (SEO?)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel