Takiran Menyambut Bulan Ramadhan

Sejak kecil, agenda Takiran menjadi agenda wajib di desaku. Tepatnya desa Purwosari kecamatan Metro Utara. Di sini ada Mushola, namanya Nurul Hidayah. Mushola yang menjadi sejarah bagi seluruh warga Purwosari, wabil khusus RT10 RW02.

Takiran menurut kebanyakan orang dari kami disini adalah agenda syukuran dan bahagia menyambut datangnya bulan Ramadhan. Agenda ini dilakukan dengan sedikit tausyiah setelah solat Isya dan berdoa.

Hingga pada bagian inti yang paling banyak di tunggu-tunggu, pembagian takir. Takir adalah makanan yang dibungkus dengan kulit pisang, tapi karena zaman semakin modern dan bungkus makanan sudah bermacam-macam, kini yang terbungkus daun pisang pun hanya beberapa.

Walau begitu, tetap saja disebut takir, toh isinya sama makanan. Aku duduk di dalam masjid disamping adikku. Terlihat ramai memang, dari ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak. Tapi, aku merasa sepi.

Sebab hanya sedikit teman-teman sebayaku yang dulu sewaktu kecil selalu senang akan adanya agenda ini. Mungkin mereka sedang sibuk dengan dunianya. Tapi, ku kira tak akan lupa dengan bahagianya menyambut bulan Ramadhan.

Metro, 14 Mei 2018














0 Response to "Takiran Menyambut Bulan Ramadhan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel