(Ebook) Novel Filsafat - Dunia Sophie


Dunia Sophie, sebuah novel filsafat yang disarankan senior saya di PMII, mas Galih Pangestu (sekarang menjadi ketua umum PC PMII Metro 2017). Novel ini menceritakan kisah Sophie gadis belasan tahun yang menerima surat misterius. Surat-surat itu berisi materi-materi filsafat yang akan membuatmu terus ingin membaca. Jujur saja, novel karangan Jostein Gaarder ini baru saya baca kisaran 70an halaman. Maka untuk memperjelasnya, ada review dari Ali Ahsan yang bisa kalian baca. Pun dengan ebooknya di bawah artikel ini.

Berikut ini review dari Ali Ahsan yang saya temukan di webnya.

Sophie Amundsend, seorang gadis berumur empat belas tahun yang duduk di sekolah menengah sewaktu pulang sekolah tiba-tiba mendapatkan surat misterius di depan pintu rumahnya bertulis pertanyaan “Siapa Kamu?”  yang membuat Sophie terheran-heran sembari bertanya siapa yang mengirim surat ini padanya. Sambil merenung memikir surat tersebut Sophie kembali menemukan amplop berisi secarik kertas didalam kamarnya yang berisi pertanyaan-pertanyaan aneh seputar rutinitas keseharianya yang membuat dia tercengang.

Sempat terfikir bahwa surat  yang terkirim padanya adalah salah kirim, akan tetapi dengan jelas di luar surat-surat tersebut tertulis namanya –Sophie Amunsend- hal ini meyakinkan dia bahwa memang benar surat ini ditujukan untuknya, hal tersebutlah yang membuat insting Sophie untuk menyelidiki bak detektif muncul, siapa yang mengirim surat dan apa tujuan surat ini ditujukan padanya.

Sewaktu Sophie keluar rumah mengecek kotak surat ternyata ada beberapa amplop berwarna putih yang salah satu amplop tersebut tertulis dengan jelas nama lengkapnya, Sophie kemudian menyobek amplop tersebut tertulis “Dari mana datangnya dunia?” pertanyaan sepele tersebut membuat Sophie berfikir dari mana asal dunia? Dari mana datangya dunia?, Sophie tersadar bahwa manusia tidak akan selamanya hidup di dunia, mnusia akan mati dan apakah akan ada kehidupa lagi setelah di dunia? Inilah pertanyaan yang membuat Sophie terheran heran. Sophie kembali ke rumahnya dan mengambil kaleng biskuit yang terletak di atas almari kamarnya untuk dipergunakan menyimpan surat-surat misterius tersebut. Sembari merenungi surat-surat misterius tersebut Sophie berjalan keluar rumah menuju tempat persembunyianya, yakni sebuah pagar tanaman yang dua puluh tahun lebih tidak dipangkas sehingga terlihat lebat membatasi antara pekarangan rumahnya dengan hutan belantara. Disanalah Sophie menemukan sebuah lubang yang hanya muat untuk satu orang yang Sophie yakini aman dan tak seorangpun dapat menemukanya.

Bel jam terakhir pelajaran sekolah berbunyi, Sophie berlari pulang sambil berharap surat misterius itu datang lagi, yah. Harapan Sophie terkabulkan, dia menemukan sebuah amplop besar di kotak suratnya. Merasa sangat senang Sophie lantas berlari masuk kedalam rumanya untuk berganti baju dan berencana membaca surat tersebut di tempat paling nyaman di dunia yakni tempat persembunyianya. Ini adalah awal Sophie mendapat pelajaran sejarah Filsafat, Sophie menyobek amplop tersebut kemudian membaca isi surat itu yang berjudul ”Apakah Filsafat Itu?” dari surat tersebut Sophie mengetahui apa itu Filsafat, dijelaskan bahwa untuk menjadi seorang filsuf pertama kali yang dilakukan adalah rasa ingin tahu. Ya memang, banyak teka-teki yang dapat  dipecahkan dengan rasa ingin tahu, sama halnya dengan menonton sulap, kita sering dibodohi oleh pesulap dengan trik-triknya yang membuat kita terheran-heran, akan tetapi jikalau kita hanya diam dan menonton atraksi tersebut yang kita dapat hanyalah rasa terheran-heran samata, rasa ingin tahu adalah kunci untuk mengetahui bagaimana si pesulap melakukan hal tersebut, dengan telaten dan sabar selalu mencari tahu kita akan mendapatkan jawaban bagaimana si pesulap membodohi kita dengan trik-triknya.

Hari demi hari Sophie mendapatkan surat tak bertuan yang memberinya pelajaran sejarah Filsafat, rasa keingintahuanya mendorong Sophie untuk membalas surat tersebut, akan tetapi yang ada hanya kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan di otaknya dimana dia harus mengalamatkan surat ini. Alhasil Sophie meletakan surat balasan tersebut di kotak surat rumahnya sambil berharap tuan misterius tersebut akan mengambilnya. Semenejak kejadian surat misterius ini, Sophie terlihat aneh di mata ibunya, Sophie sering menyediri sambil membaca surat di dalam kamarnya dan terkadang tak ada di rumah ketika ibunya sedang memerlukan bantuanya. 

Harapan Sophie agar surat yang ia tulis mendapat balasan akhirnya membuahkan hasil, Sophie kini merasa bahagia kerena dia tahu cara untuk mendapatkan balasan dari tuan filosof. Makin hari pelajaran sejarah filsafat Sophie bertambah sampai-sampai sewaktu ada tugas tentang Filsafat Sophie mengerjakanya dengan rapi dan benar yang membuat dia mendapatkan nilai A.

Sepulang sekolah, Sophie biasa menghabiskan waktunya di tempat persembunyianya sambil membaca surat-surat misterius tersebut. Sewaktu Sophie masuk dia kaget karena ada amplop bertuliskan namanya dengan pojok surat sedikit basah dan berceceran semacam manisan dan gula, Sophie merasa dimata-matai oleh tuan filosof karena tahu diamana tempat persembunyian Sophie. Sambil membaca isi surat tersebut Sophie mendengar ada dengusan seekor Serigala mendekatinya, Sophie merasa ketakutan dan berencana lari, makin lama suara tersebut makin mendekati Sophie, rencana Sophie untuk lari dari tempat persembunyianya tak jadi karena yang dia lihat bukanlah seekor serigala yang menyeramkan melainkan anjing yang manis. Rasa heran Sophie berlanjut, anjing tersebut membawa surat dan terlihat di pojok surat tersebut tertulis namanya, dengan berani Sophie mengambil surat itu dari mulut anjing tersebut. Sophie mulai tersadar siapa yang meletakan surat di persembunyianya sewaktu dia pertama kali masuk, dari sinilah ketahuan cara kerja tuan filosof untuk mengirimkan surat kepada Sophie. Isi surat yang dibawa anjing tadi memang benar memberitahukan cara anjing itu bekerja, dengan hanya meletakan manisan atau gula maka anjing tadi akan mencari sumber manisan tadi sambil membawa surat, ini seperti tukang pos yang mengantarkan surat-surat ke alamat yang ditujukan, yang mebedakan hanyalah yang mengantarkan ini adalah hewan, anjing. 

Rasa penasaran Sophie untuk bertemu tuan filosof mebuahkan ide, sewaktu Sophie berada di tempat persembunyian Sophie meletakan beberapa butir manisan dan gula dengan maksud anjing tuan filosof akan datang, ya prediksi Sophie benar adanya, Sophie kemudian meletakan surat dimulut anjing tersebut kemudian mengikutinya kemana akan dibawanya surat itu. Dengan melewati hutan yang lebat sampai sinar matahari di siang hari tak bisa menembus, anjing tersebut mengantarkan ke sebuah danau yang cukup besar, danau tersebut terlihat tenang, terlihat sebuah rakit kecil berada di sisi danau dan sebuah gubuk tua berada di ujung danau. Dengan berani Sophie menyebrangi danau itu menggunakan rakit menuju sebuah gubuk tua yang ia yakini adalah rumah tuan filosof yang mengiriminya surat sejarah filsafat. Sesampainya di ujung danau, Sophie kemudian memberanikan masuk ke gubuk tua tersebut, didalam gubuk tua itu terdapat beberapa amplop surat yang berencana dikirim untuknya, tak lama Sophie mendengar sura orang mendekati gubuk, dengan ketakutan Sophie berlari keluar gubuk sembari membawa beberapa surat yang berencana akan dikirimkan untuknya.

Dalam perjalan pulang menuju rumah, Sophie merasa salah karena telah mencuri surat dan siapa yang mencurinya pasti akan diketahui oleh tuan filosof karena siapa lagi kalau bukan Sophie. 

Kekhawatiran Sophie benar adanya, Sophie mendapatkan surat dari tuan filosof yang berisi kekecewaanya karena telah berani masuk rumahnya dan mencuri beberapa surat yang semestinya belum waktunya di kirim untuk Sophie. Dalam surat tersebut tuan filosof memberitahu kalau saat ini dia pindah rumah dan memberi tahu alamatnya kepada Sophie Amundsend.

Akan tetapi kejadian tersebut membuat Sophie sering bertemu tuan filosof, hal ini menjawab penasaranya yang ingin bertemu dan mendengarkan kuliah sejarah filsafatnya tanpa harus surat menyurat lagi. Pengetahuan sejarah filsafat Sophie makin hari makin meningkat, dari mulai Socrates, Aristoteles, Zaman Pencerahan, Hegel, Marx sampai Freud telah Sophie telan habis. 

Banyak ilmu yang Sophie dapat dari temanya yang pandai ini (Tuan Filosof), “Orang Yang Paling Bijaksana Adalah Orang Yang Mengetahui Bahwa Dirinya Tidak Tahu” itulah perkataan Socrates seorang filsuf yang berpengaruh di Eropa pada zamanya, seorang filsuf yang melahirkan murid-muris jenius macam Plato dan Aristoteles yang sangat Sophie sukai.[]

Silakan download saja ebooknya dibawah ini.
Semoga bermanfaat.

0 Response to "(Ebook) Novel Filsafat - Dunia Sophie"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel