Test Toafl dan Sedikit Imajinasi Kampus

Siang ini ketika aku berada di sebuah ruangan, ruangan yang nyaman, ruang idaman. Selembar kertas diberikan padaku. Katanya, “Ini lembar jawabannya, ya,” dan kemudian buku soal menyusul diberikan. Kubuka perlahan buku itu, dan harus ku berkata “Wow!!! Luar biasa.”

Buku yang tak biasa, semua penuh dengan tulisan arab. Jarang aku menemukan buku seperti ini di perkuliahan PGMI. Lalu aku berkata lagi, “Habermas!! Ya, Habermas, jurus yang diberikan Jurgen Habermas agaknya perlu kuterapkan.”. Saat itu juga aku perlu Tindakan Strategis.


Hari ini memang tak diduga, aku baru tahu dua jam sebelumnya. Sebuah pesan whatsapp menyapa dan mengingatkan, “Hari ini test TOAFL, jam 12.30”. Ini kali pertama aku mengikuti test seperti itu. Sebuah pengalaman baru tentunya.

Bukan ku berpikir tentang soal-soal yang disediakan, sebab pikiraku sedang semrawut. Aku justru berimajinasi, ya, imajinasi biasa, pikiran nakal mungkin. Andai semua kelas di kampus ini memiliki Komputer, Proyektor, AC dan tentunya sinyal Wi-Fi yang joss gandos. Mungkin belajar akan lebih nyaman. Ya, mungkin, sebab aku hanya berimajinasi.

#toafl_efek
Metro, 31-10-2017. Lab. Lt3.

0 Response to "Test Toafl dan Sedikit Imajinasi Kampus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel