PGMI dan Cerita Dibalik Minat Bakat

“Siapa kita? Mahasiswa !!”
“Jurusan apa kita?” PGMI !!”
“PGMI? Sayang anak !! 

Selamat datang mahasiswa baru PGMI IAIN Metro 2017. Apa kabarnya? Semoga sehat dan bahagia selalu. Dua hari menjalani PBAK, lelahkah? Pasti lelah. Karena selama berjam-jam kalian pasti banyak duduk diruangan. Meskipun ruangnya ber-AC, entah itu alami (di lapangan kampus) atau yang buatan (dingin di GSG), terkadang AC itu malah membuat mata jadi kantuk. Ya, biasa, namanya juga lelah, apalagi di tambah lapar yang tak tertolong, hadeehhh rasanya ingin merem secepatnya. Hal yang wajar bagi saya, sebab saya dulu juga begitu. Hehehe.

Masih semangat untuk teriak “Sayang Anak”? Pasti dong, PGMI memang harus sayang anak. Namanya PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), jurusan yang akan menjadikan kalian sebagai guru atau pendidik para siswa di tingkat (kemampuan) dasar, atau bahasa enaknya “Mendidik anak-anak kecil”. Kalau pendidik sudah sayang, mendidik pun pasti penuh dengan cinta. Meski begitu, bukan berarti PGMI harus senantiasa sayang anak, tapi masih boleh kok sayang pacar. Itu pun kalau punya ya. Hahaha.

PBAK telah usai, masa libur pun telah tiba, walau hanya dua hari, tapi setidaknya itu cukup untuk istirahat dan persiapan dalam menghadapi masa pertempuran. Pertempuran? Iya, di hari Kamis nanti, 10 Agustus 2017 akan ada ajang pertempuran antar jurusan, bukan pertempuran yang bermakna negatif ya, tapi positif. Inilah momen untuk mengasah kemampuan masing-masing jurusan, baik individu ataupun kelompok (secara kekompakan), momen ini dinamakan minat-bakat.

Ada sedikit cerita yang mungkin bisa dijadikan motivasi, tentang minat-bakat jurusan PGMI, dimulai dari dua tahun yang lalu, 2015, zaman sewaktu saya PBAK. Inilah momen yang tak terduga dari PGMI, jurusan yang minim dengan kaum Adam. Adalah momen saat menjadi juara di ajang perlombaan paling bergensi bagi kaum Adam, Futsal, PGMI mampu menjadi runner-up (juara dua) di ajang futsal minat-bakat 2015. Padahal tim futsal yang dibuat adalah tim dadakan, dibentuk di hari pelaksanan itu juga. Selain Futsal, tahun 2015 PGMI juga memborong dua trofi lainnya, yakni Voli putri dan Badminton putri. Jadi tahun 2015 PGMI memborong tiga trofi. (Silakan lihat disini).

Di tahun 2016, zaman kak Aripin, PGMI juga masih memborong trofi. Tapi hanya dua trofi yang didapat. Sayang, bukan lagi ajang futsal yang di juarainya, melainkan dari ajang badminton. PGMI mendapat dua trofi juara pertama Badminton, dari tunggal putra dan tunggal putrinya. (Silakan lihat disini). Dari sedikit pengalaman inilah timbul satu pertanyaan: Akankah Mahasiswa baru PGMI 2017 nanti bisa mendapatkan trofi lebih banyak dari dua tahun sebelumnya? Saya yakin pasti bisa !!!

Salam, dari:
Kabid Jurnalistik HMJ PGMI IAIN Metro

Tahun 2015

Tahun 2016


0 Response to "PGMI dan Cerita Dibalik Minat Bakat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel