Bodoh

Ini hari ke limaku menjalankan tugas PPL. Aku mahasiswa pendidikan guru atau dalam universitas islam disebutnya tarbiyah. PPL ku tak jauh dari kost, hanya butuh perjalanan setengah jam untuk sampai di SD tempat tujuan. Ada 7 anggota di PPL ku ini, tiga perempuan dan empat laki-laki.

Ada cerita unik di hari ketiga. Ketika aku bersama anggota perempuan yang lain sedang di posko. Kami berdiskusi, berbagi cerita tentang hari-hari yang sudah dijalani. Menarik memang, ada yang bosan dan ada yang senang. Ada yang cerita menemukan murid hebat, ada juga yang cerita menemukan murid nakal dan bodoh.

“Di kelas C, yang namanya Novel, pinter banget,” kata Lita.

“Kelas B juga ada,” balasku.

“Coba kalian masuk kelas A, guys,” sahut Nisa sambil mengoreksi tugas murid-muridnya.

“Kenapa?” tanyaku.

“Mending kamu aja yang masuk kelas C,” canda Lita yang kemudian tertawa.

“Coba lihat hasil test Matematika ini, buruk semua nilainya, belum lagi kalau di kelas, semua siswa itu susah sekali diatur. Pusing aku jadinya”.

“Kamunya paling yang nggak bisa mengatur?” tanya Lita.

Nisa langsung menjawabnya, “Udah aku usahain, teriak, bahkan pakai cara halus pun mereka sama saja. Kok ya seperti di becandain aku ini. Sabar aja lah... sabar..., memang susah ngadepin murid-murid nakal”.

Aku dan Lita pun langsung tertawa bersama, “Hahaha”.

“Sabar aja, Nis. Masih PPL kok, belum jadi guru beneran,” ucapku mencoba melerai tawa.

Tiba-tiba raut muka Nisa berubah, “Ahh, ini nih yang minta ampun nakal plus bodohnya”.

“Siapa?”

“Ada, Nis?” tanyaku penasaran.

“Namanya Burhan. Sudah paling gede, paling ditakuti, paling nakal dan paling bodoh di kelas. Bisanya cuma mainan doang di kelas, giliran di test soal, ya diam tanpa kata. Duuhh..., jaann..”.

“Sudahlah, mereka itu baru proses belajar. Mungkin cerdasnya bukan disitu. Aku istirahat dulu ya, besok harus berangkat lebih pagi,” ucapku menyudahi obrolan kami malam itu.
***

Hari kelima inilah, seakan menjadi bukti bagi kami. Murid yang dikira bodoh ternyata mendapat prestasi. Bukan tentang prestasi akademik, melainkan prestasi non akademik. Tak tanggung-tanggung lagi, ia membawa nama sekolahnya dipandang hebat dari sekolah lain.

Tanpa kami ketahui, Burhan, bocah yang memang jika dilihat adalah anak yang nakal pada umumnya. Tapi ternyata mampu menjuarai lomba pidato antar SD se-kabupaten. Ini luar biasa. Ini adalah bukti, bahwa tak ada di dunia ini yang boleh di pandang bodoh hanya karena ia tak bisa menjadi apa yang kita mau. Apapun yang kita anggap bodoh, pasti memiliki sisi cerdas yang tidak kita miliki.

....


0 Response to "Bodoh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel