Satu Menitan di Lampu Merah

Wanita disamping kiriku tampak gelisah. Tiap tiga detik ia menatap arloji. Seperti sedang dikejar deadline atau memang risih dengan keadaan.

Hari ini cuaca sangat terik, panas, apalagi sekarang berada ditengah-tengah jalanan kota yang minim pepohonan. Belum lagi detikan lampu merah yang masih lebih dari satu menit, jelas membuat orang yang menunggunya tak betah.

"Buruan toh, mas. Aku udah telat ini," ucap wanita itu.

"Sabar, dek. Taati aturan, masih satu menit lagi ini," balas lelaki yang memboncengnya.

"Helleh, kelamaan mas," wanita itu melihat-lihat sekelilingnya. "Nggak ada polisi ini, mas, udah gas aja lah".

"Sabar, toh dek," balas pembonceng sembari menoleh ke arah wanita itu.

"Karepmu lah!"

Entah apa yang sedang ditunggu si wanita itu hingga masalah kecil seperti ini saja tak bisa ditahan hingga selesai.

Sebenarnya ingin kuberi penjelasan yang sedikit lebih menarik ketimbang lelaki yang memboncengnya, "Tinggal beberapa detik lagi, mbak", tapi karena alasan tak mau ikut campur, akhirnya diam saja.

Saat lampu merah tinggal tiga puluh detik lagi, datang dua bocah kecil berseragam sekolah tepat disamping kananku. Tampaknya baru saja pulang. Berseragam rapih dan mengendarai motor bebek standar.

"Belok langsung, man!" ucap salah satu bocah sambil memukul helm temannya yang membonceng.

"Matamu baca tuh loh!"

"Apaan?" kemudian dibacanya sebuah rambu lalulintas *Belok Kiri Jalan Terus*, "Maksudmu?"

"Perboden, pekoooookkk!!!"

"Lah, kan depan yang perboden?" 

"Lah, iya, tapi perintahnya suruh jalan terus kalau mau belok kiri"

.....

___
#Fiksi
By: Sandallll 

0 Response to "Satu Menitan di Lampu Merah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel