Beberapa Hal yang Menarik dari Konfercab XXIV PMII Metro

Sebelum saya menuliskan artikel ini, ada baiknya saya memperkenal diri terlebih dahulu. Nama saya Ahmad Mustaqim, panggil saja Mustaqim, Taqim dan jangan Kimberly. Saya adalah kader dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ngampusnya di IAIN Metro, jurusannya Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Maka otomatis, dalam bahasa di organisasi saya, rayonnya adalah PGMI, komisariatnya IAIN Metro dan cabangnya Metro.

Dua hari yang lalu, tepatnya 15-16 Juli 2017, PMII cabang Metro menggelar agenda besar, sebuah ajang persaingan bagi para calon ketua umum baru untuk menjadi pemimpin PMII di wilayah metro, yakni Konfercab (Konferensi Cabang). Bagi saya itu adalah momen yang sangat penting, kenapa? Sebab saya di undang untuk hadir, tanda bahwa saya sangat penting. Meski hanya sebagai peramai suasana.

Kehadiran saya di Konfercab sebenarnya bukan hanya sekedar peramai suasana, sebagai peserta penuh atau peserta peninjau pun juga bukan. Lebih dari itu, saya adalah pengamat, mengamati apapun yang menarik, yang bisa dituliskan, terlebih sesuatu yang bisa dijadikan pembelajaran. Maka tak jarang, hampir setiap momen yang terjadi dalam Konfercab selalu saya tuliskan di draf ponsel. Tak terkecuali hal-hal kecil yang mungkin banyak diabaikan sahabat-sahabat saya lainnya. Dari hal-hal kecil itulah artikel ini timbul. Dan berikut adalah beberapa hal yang menurut saya menarik dari Konfercab XXIV PMII Metro:

Dualisme Persaingan
Meskipun dalam Konfercab XXIV PMII Metro terdapat empat calon ketua umum, tapi nyatanya Kandidat terkuat hanya untuk dua calon saja. Hebatnya, kedua calon tersebut berasal dari Komisariat yang sama, IAIN Metro. Apa yang unik? Begini, kedua calon itu adalah calon nomor urut 2 dan nomor urut 3. Jika nomor urut keduanya dijumlahkan maka akan menghasilkan 5 (lima). Lima yang bisa kita artikan sebagai satu kesatuan yang menjadi dasar pergerakan kita, yakni Pancasila dan (Rukun) Islam. Semoga kedua calon terkuat pasca persaingan Konfercab itu tetap menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi, bukan terus-terusan saling menjatuhkan. Cukup di Konfercab saja.

Saya Adalah Peserta Moderat
Kenapa judul kedua saya katakan demikian? Karena memang kenyataanya seperti itu. Ini masih tentang kedua calon terkuat diatas, baik itu nomor urut 2 atau nomor urut 3, keduanya adalah senior yang saya butuhkan. Saya kenal meraka berdua dan saya juga sudah berguru pada mereka. Nomor urut 2 memberi saya semangat untuk ngaji filsafat dan nomor urut 3 memberi saya semangat untuk senantiasa terus menggerakkan rayon (sebab berasal dari rayon yang sama dengan saya). Jadi, di momen Konfercab itu, andaikan saya punya hak suara penuh, jujur saja saya akan contreng keduanya!!

Chaos Yang Kurang Menarik
Chaos atau bisa disebut keributan, kerusuhan, kegaduhan dan apapun yang membuat suasana sidang menjadi gemuruh-gemuruh panas. Chaos dalam konfercab kemarin sudah saya prediksi akan ada, sebab pengalaman-pengalaman yang sudah di ceritakan pun dulunya juga ada begitu. Dalam chaos yang terjadi di Konfercab itu, kedua tim sukses dari calon yang saya sebutkan tadi lah yang ribut. Keduanya saling adu argumen, saling ngotot sampai hampir adu jostos. Ada yang bilang, "Kalau mau ribut (berantem) ayok di luar saja!", tapi sayang dari sekian banyak tim sukses yang ikut gaduh-marah, tak ada satupun yang mewariskan model marahnya orang jawa. Siapa yang marah lalu bilang jancuk? Tak ada, padahal jancuk berasal dari Jawa Timur, tempat lahirnya PMII.

Harapan Kecil dari Hati Kecil
Hingga momen panas dalam Konfercab selesai, terpilihlah ketua baru yang akan menahkodai PMII se-Metro. Dari persaingan sengit kedua calon terkuat muncullah pemenangnya, yakni nomor urut 2. Jujur saya bahagia, sebab yang menang berasal dari kampus saya sendiri. Walau sebenarnya saya tak terlalu peduli siapa yang akan menang, baik itu nomor urut 1, 2, 3, ataupun 4, karena jelas semua punya misi yang baik untuk kemajuan PMII Metro. Bagi saya, untuk memajukan PMII adalah dengan membuat kader-kadernya jadi militan, biar nggak pada kabur bagaikan daun kering yang tertiup angin. Bagaimana caranya? Saya rasa semua calon punya trik hebatnya masing-masing, tapi menurut hati kecil saya, "Pasang saja WIFI di cabang, joss gandos".

Saya rasa cukup itu saja yang penting untuk disampaikan, sisanya biarkan menghegemoni dalam pikiran saya. Semoga artikel ini bisa menghibur, walau sebenarnya saya tak berniat untuk menghirbur. Sebab awalnya saya itu malas untuk menuliskan artikel ini. Tapi entahlah, rasa malas yang saya rasakan tak pernah singkron dengan jemari dan pikiran yang ingin menuliskannya. Hal itu sering terjadi pada saya hingga memberikan efek buruk, seperti susah tidur. Bukannya apa-apa, kalau saya susah tidur nantinya akan berefek lagi pada susahnya saya untuk menulis, kalau saya susah menulis berarti saya sedang punya rasa malas dan kalau saya sudah malas menulis tulisan ini tak akan bisa selesai. Herannya, tulisan ini selesai juga. Ahh, lupakan saja semuanya, itu tak penting. Yang penting jangan sampai lupa visi-misinya. Salam Pergerakan!!!

___
#Sandallll


2 Responses to "Beberapa Hal yang Menarik dari Konfercab XXIV PMII Metro"

  1. Keren.. semoga pmii lamtim bisa seantusias itu .. salam pergerakan !

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel