Untuk yang Puasa, Sering Main PS, dan Suka Misuh

Bulan puasa atau Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu seluruh umat islam di dunia. Ya, tau sendirilah, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Kebajikan apapun pahalanya akan dilipat gandakan.

Kata guru agama saya di SMA, "Saat bulan Ramadhan seperti ini, tadarusan, pahalanya perhuruf akan dilipatkan sampai sepuluh kali". Saya percaya banget. Percaya kalau perhuruf yang dibaca akan mendapat pahala lebih dari biasanya.

Di bulan yang penuh berkah ini, tentu ramai orang berlomba-lomba mencari pahala sebanyak-banyaknya, termasuk saya. Mulai dari tadarusan tadi, bagi-bagi bukaan dengan tetangga, sedekah yang banyak, dan yang paling sering dilakukan bahkan mungkin jadi prioritas umat yang berpuasa, yakni ibadah tidur.

Memang sudah seharusnya berbagai kebajikan dilakukan saat Ramadhan, kalau bisa seterusnya nggak cuma bulan Ramadhan (khusus untuk tidurnya, ya, jangan terus-terusan). Sebab, puasa di bulan Ramadhan tak lain adalah mengajari kita untuk senantiasa mengalahkan segala hawa nafsu dan memenangkan apa yang dinamakan kejernihan hati (fitrah kebaikan).

Hawa nafsu yang harus ditahan umumnya adalah nafsu makan, nafsu minum, dan nafsu bersetubuh (mohon bagi pasangan sah yang susah ngempet, lampiaskan saja di malamnya), serta tak lain adalah nafsu ucapan. Nafsu ucapan yang gimana? Coba pembaca tonton Movi Episode 3, fokus ke mas Agus pas bilang "Assuuu", naah itu omongan misuh, yang saya maksud sebagai nafsu ucapan.

Pasti ada yang bilang, itu karena mas Agus marah. Laiyo jelas, marah itukan misuh. Yang jadi masalah adalah sedang puasa tapi misuhnya nggak bisa ditahan. Ini bahaya. Puasanya kurang barokah kalau misuh terus. Masih biasa kalau misohnya cuma nyebut nama hewan. Lah kalau nyebut alat kelamin? Pie puosone? Batal paling yo? Jare kancaku sih, "wes tinggal ngombe ae lak ono bocah ngono kui".

Perkara batal atau tidak puasanya karena misuh, itu bisa pembaca rujuk sendiri ke ustadz masing-masing. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang harus dihindari. Ada satu momen menurut pengalaman saya yang sering menjadi ladang misuh, yaitu momen main PS (PlayStation).

Hampir setiap Ramadhan (apalagi bareng dengan hari libur) rentalan PS sudah dipastikan penuh. Full booking. Isinya banyak rombongan hero-jomblo yang ngedur nunggu magrib. Game favoritnya, apalagi kalau bukan PES/FIFA? Mainnya model Cup/Liga. Bahaya misuh yang sering terjadi saat main PS adalah ketika tiba momen yang sangat menentukan pada game. Misalnya begini, skor tertinggal 2-1, berusaha mengejar ketertinggalan, memasuki menit 90+, peluang didapatkan, striker berdiri sendiri berhadapan dengan kiper, lalu pencet Kotak+R2, dan apa yang terjadi? Bolanya nyasar nggak goool!. Saat itulah 85% orang akan teriak, "Juancuuuukkkkk!!!". Detik itu juga pahala puasanya berkurang.

Bayangkan dalam satu game banyak peluang yang seharusnya bisa gol tapi malah nyasar terus. Bikin emosi pasti. Kemungkinan munculnya misuh semakin besar. Sama seperti mas Agus di video tadi saat enak lagi ibadah (tidur) tiba-tiba dirusuhi biar bangun. Namane juga wong jengkel, tambah wes bioso misuh, lah yo klakon.

Menghadapi momen seperti ini, saya punya solusi. Seharusnya rentalan PS memberikan banner di setiap rentalmya dengan tulisan "Rental PS Syariah". Apa yang terjadi? Misohnya bakal jadi makin barokah. Kalau dapet peluang gol malah nyasar, bakal terucap Astagfirullah. Kalau bisa nge gol'in gawang lawan, akan ramai Alhamdulillah. Kalau begini kan pas. Bulan Ramadhan dapet banyak pahala lewat main PS. Yok lah PS!!!

___
Tulisan gagal moderasi di Mojok.co hhe.

Ahmad Mustaqim

0 Response to "Untuk yang Puasa, Sering Main PS, dan Suka Misuh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel