Lebaran

"Dim, kenapa dia selalu ikuti kita?" tanya Bayu yang penuh penasaran. Bocah kelas III SD.

"Dia itu enggak ikutin kita, kok, kebetulan saja jalur kelilingnya sama," jawab Dimo santai sembari menghisap rokok elektriknya.

Tak puas dengan jawaban Dimo, timbul pertanyaan baru dari Bayu, "Ehh, memangnya dia Lebaran? Puasa saja tak pernah".

"Lha apa kamu baru tau, Dim?"

"Tau apa?"

"Dia itu Kristen".

"Loh? Kok ikutan kita lebaran?"

"Ini adalah hari yang penuh dengan orang-orang menangis bahagia, yang penuh dengan maaf dan momen yang tepat untuk memperkuat tali silaturahmi. Pun dia juga satu-satunya orang Kristen disini," jelas Dimo bocah kelas V SD yang mencoba untuk bijak.

"Kan dia punya Natal, Dim?"

"Kalaupun dia punya Natal, apa ya dia enggak boleh untuk silaturahmi di momen yang baik ini?"

Bayu terdiam sejenak, melihat sepasang suami istri beragama Kristen itu mendekat ke arahnya. Ia disalami dan si suami mengucapkan satu kalimat pendek untuknya, "Selamat Lebaran yaa".

Dimo pun tersenyum dan membalasnya," Terimakasih, pak".

"Ini hadiah buat Bayu yang sering tadarusan," ucap  si Bapak Kristen sembari memberikan amplop. Selang beberapa menit, Bapak Itu dan istrinya pindah ke tetangga berikutnya.

Bayu membuka amplop itu bersama Dimo, "100 ribu, Dim. Ternyata baik juga niatnya".

Dimo menghisap lagi rokok elektriknya dan berkata, "Naah, kan. Siapa yang tau niat baik seseorang?"

#Sandallll
___

Taqobbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H.

0 Response to "Lebaran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel