BLANTERWISDOM101

Kenapa Ada Maksiat di Bulan Ramadhan?

07 June 2017
Artikel ini berawal dari sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh anak kecil bahkan dewasa sekalipun. Pertanyaan itu adalah: "Katanya di bulan Ramadhan setan itu dibelenggu, tapi kok masih banyak perbuatan setan (buruk) di bulan Ramadhan ini?"

Pertanyaan yang bukan asal pertanyaan. Jelas itu pertanyaan berdasar. Seperti hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: "Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu". Jadi siapa penyebab perbuatan buruk itu?

Begini, sebelum saya menulis panjang lebar izinkan saya mengingatkan dulu. Pembahasan tentang pertanyaan itu tentu sudah banyak. Bahkan dari pakarnya sekalipun. Maka disini saya hanya mengungkapkan apa yang saya pikirkan.

Menurut yang saya pahami, setan adalah manifesto dari sifat-sifat buruk. Setan adalah istilah genus yang bisa melekat pada siapa saja. Bahkan, Al-Quran menyebut manusia pun tidak lepas dari sifat setan yang selalu mengganggu perbuatan baik.

"Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan." (QS Al An’am: 112).

Dari ayat diatas kita tahu, ada setan jenis jin dan setan jenis manusia. Maka sepemahaman saya, kita tak akan menemukan setan jenis jin ditempat yang (kita katakan) maksiat, tapi penuh dengan setan manusia.

Loh, bukannya setan dibelenggu? Setan manusia juga dong harusnya? Seharusnya memang begitu. Karena dengan puasa tentu setiap manusia diajarkan untuk menahan hawa nafsu, nafsu setan yang pasti. Tapi bagaimana kemaksiatan itu bisa terjadi? Setan mana yang mengganggu?

Ada sebuah analogi: Saat kita mengaduk kopi, kemudian kita angkat sendoknya, maka air kopinya akan terus berputar. Kurang lebih seperti itu. Kita ibaratkan sendok itu adalah setan, kemudian air kopi adalah kegiatan keseharian manusia.

Maka seperti ini: Setan dalam kebiasaannya mengganggu manusia hingga terciptalah kebiasaan buruk manusia. Dan saat setan dibelenggu kebiasaan itu sudah berputar menjadi rutinitas manusia. Kan ada sebuah ungkapan, "Bisa karena biasa". Maka maksiat itu ada karena terbiasa.

Semoga bermanfaat.
Salam.

Ahmad Mustaqim
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."