(Muswil 1 IMPI) Tak Kenal Maka Tak Sayang #2

Sekitar 5 menit waktu perjalananku dan Arypin menuju kost wuri yang jaraknya tak jauh dari kampus, antaranya 500an meter. Meninggalkan beberapa panitia yang sibuk dan kelelahan menyiapkan segalanya untuk acara besok. Bagiku tak ada kata sukses kecuali masing-masing menyelesaikan jatah tugasnya dengan baik. Dan mungkin, jatah tugasku dan Arypin adalah menemani para peserta musyawarah IMPI.

Baru ada dua peserta didalam kostan. Yang lain sedang di perjalanan datang. Aku dan Arypin pun masuk ke kost itu, berkenalan dengan dua teman baru kami, dari Jambi.

"Assalamualaikum," salam kami saat masuk ke kostan.

"Waalaikumusalam," jawab mereka. Nampaknya mereka sedang makan malam. Atau makan sore. Entahlah waktu baru saja petang. Magrib baru saja terlewat beberapa menit yang lalu.

"Di enakin makannya, mas," kata Arypin mengakrab.

Salah satu dari mereka mengajak kami untuk makan bersama, "Ayuk, ini kita makan bareng saja."

Entah mungkin karena sudah menjadi kebiasaan atau malah adat tradisi ketika ditawari makan, kami menolak sopan tawaran tersebut. Berkata bohong seakan sudah makan, "Ohh, sudah makan barusan, mas. Udah gapapa. Di enakin aja". Mereka pun menyelesaikan makannya.

Setelah makan selesai, barulah kami mengobrol santai. Mengobrol apapun yang terlintas di pikiran. Obrolan yang kiranya mengakrabkan suasana kami. Layaknya sebuah pepatah, Tak kenal maka tak sayang. Maka obrolan kami di mulai dari perkenalan.

"Namanya siapa, mas?" Aku bertanya ke salah satu peserta dari Jambi yang berbadan besar.

"Saya Sidik, mas," jawabnya.

"Kalau mas, nya?" Arypin menyapa peserta yang satunya.

"Saya, Anggi."

"Ohh, mas Sidik dan mas Anggi. Kenalin nih mas, saya Arypin dan ini kak Taqim. Tuan rumah kita ini mas. Dari IAIN Metro. Hhe." jelas Arypin.

"Kalo kami dari UIN Sultan Thaha Saifudin, mas," Sidik menambahkan perkenalannya pada kami.

Selang beberapa menit Anwar datang menghampiri kami. Dia sama denganku, sekelas dan satu delagasi dari IAIN Metro.

Bermula dari itulah, kami mulai mengobrol akrab tentang apapun. Tentang kampus kami, tentang pengalaman kami mengikuti kegiatan dan apapun tentang keunikan dari masing-masing daerah kami.

Kadang kami tertawa bersama saat obrolan sedikit lucu. Seperti tentang begal yang katanya marak di Lampung. Ternyata, Jambi juga punya banyak begal. Tapi eksistensi begal Jambi jelas kalah saing dengan Lampung.

Semua berawal dari perkenalan. Kini aku tahu, Sidik dan Anggi adalah delagasi PGMI Jambi untuk musyawarah yang terjadwal tanggal 5 - 7 Mei 2017 besok. Jambi mengirim dua delagasi saja. Jika melihat proposal, maksimal empat peserta/delagasi.

Sidik orang asli Jambi tapi bersuku Jawa. Maka wajar jika dalam obrolan kami malam itu sering tercampur dengan Jawa. Sayang, hal itu membuat teman kami yang lain kebingungan, si Anggi. Dia asli pribumi Jambi. Tak mengerti sama sekali bahasa Jawa. Karena itulah, kami harus menggunakan bahasa persatuan dengan baik, Bahasa Indonesia.

Waktu semakin malam. Obrolan kami mulai habis dan mulai garing. Snack pun mulai menipis dalam toples. Teman baru kami mungkin sangat kelelahan. Mereka sudah sampai di Metro sekitar jam setengah 3 sore tadi.

Ku kirim WA ke Nia, ketua HMJ sekaligus PJ acara:

"Kita mau istirahat. Kasihan pada lelah pesertanya."

"Yaudah, suruh istirahat aja. Tapi kamu jangan merem dulu. Ini peserta dari Padang dan Palangkaraya lagi dijemput."

"Woke, siap"

Saat itu juga. Kami menyudahi obrolan dan segera beristirahat. Sidik dan Anggi ke ruang tengah, tidur disana. Kami bertiga, Aku, Anwar dan Arypin di ruang depan membaringkan badan untuk istirahat. Suasana hening, tapi ada sedikit suara gemuruh kipas angin pengusir nyamuk.

"Kak, Taqim. Aku nggak ngerti apa-apa loh ini. Belum pernah ikutan musyawarah IMPI begini. Masih semester dua," suara Arypin di keheningan tengan malam.

"Udah, Pin. Semua itu proses. Aku juga belum pernah. Kita ini perdana. Wes turu ae."

Ku pejamkan mata. Berharap untuk tidak ketiduran. Sebab, Padang dan Palangkaraya akan segera datang.[] 

0 Response to "(Muswil 1 IMPI) Tak Kenal Maka Tak Sayang #2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel