(Muswil 1 IMPI) Ilmu Baru di Pertengahan Malam #3

Suara mobil tengah malam datang di depan kost tempat kami beristirahat. Sudah kuduga mereka telah tiba. Tak lama kemudian, Wuri mengetuk pintu. Kebuka pintu kost dan benar, di depan kost ada tiga teman (laki-laki) baru turun dari mobil. Mereka datang.

"Sudah datang, Qim", bisik Wuri pelan padaku. Segera kubangunkan Anwar dan Arypin yang sedang tertidur.

Kupukul kaki mereka, "Wehh, Tangi, War, Pin. Tamune wes teko iki. Padang karo Palangkaraya". Mereka pun terbangun.

Karena kondisi yang sudah larut malam, para peserta yang baru datang itu langsung masuk ke kost. Yang perempuan dengan perempuan dan yang laki-laki dengan laki-laki.

Sama halnya dengan Sidik dan Anggi tadi. Kami berkenalan, membuka obrolan dengan menanyakan nama masing-masing. Barulah kukenal mereka bertiga. Ada Heru dan Teguh dari Padang dan Syaid dari Palangkaraya.

Kini ada kami berlima di ruang depan. Sidik dan Anggi sudah tertidur pulas di ruang tengah. Kami saling berkenalan, saling memahami satu sama lain. Saling mengobrol tentang kampus dan apapun keunikan dari masing-masing daerah kami.

Selang beberapa menit panitia datang menyuguhi kami makanan, Nasi goreng panas. Sungguh nikmat bagi kami yang sudah kelaparan sejak magrib tadi. Sembari makan kami juga sedikit mengobrol seperlunya.

"Bang, Heru semester berapa?" tanya Arypin.

"Saya malah sudah Alumni, Pin"

"Beneran, bang? Wajahnya masih kelihatan muda tapi, hha."

"Beneran, Pin. Alhamdulillah muda terus. Arypin semester berapa?"

"Saya masih semester dua, bang. Meski wajah saya kelihatan tua begini, sebenarnya saya masih muda ini, bang."

"Pemborosan wajah kamu, Pin," tambahku ikut dalam perbincangan.

"Hahaha..," semua tertawa.

"Mana sahabat kamu, Pin?" tanya Syaid.

"Ya, semua yang ada disini lah."

"Maksudnya si Upin."

"Hahaha..," aku tertawa. Anwar pun ikut tertawa.

"Orang Malaysia Arypin ini, pintar melayu dia." Teguh ikut dalam obrolan.

"Belum sempat saya jengukin si Upin, bang. Masih shooting film dia. Hha. Yuk, ayuk, di enakin makannya."

Hingga kami berlima selesai makan. Kami masih melanjutkan obrolan perkenalan kami. Meski tak lama karena waktu sudah larut malam dan acara akan dimulai besok pagi. Kami pun menyegerakan untuk istirahat.

Dari beberapa obrolan singkat itu, ilmu baru telah kudapatkan, melekat mudah di otakku. Pertama, jangan pernah kau cari warung bertuliskan Masakan Padang di daerah Padang, karena itu tak akan ada. Kedua, logat Padang sangat mencolok pada pengguna kata yang ada huruf "E" nya (ex: pembacaan huruf e sesuai dengan kata Lebar, bukan Pecah). Ketiga, jangan pernah berkata: Si Bungas Rancak Bana macam Ayu. Karena semua bermakna cantik.

Baru di awal pertemuan dan perkenalan sudah kudapatkan beberapa ilmu baru. Masih ada beberapa hari lagi, terhitung secara formal mulai besok 5 mei pukul 8 pagi sampai 7 mei pukul 5 sore. Acara yang baru perdana aku rasakan, Musyawarah IMPI Wilayah Sumatera. Ya, IMPI, Ikatan Mahasiswa PGMI Se-Indonesia, komunitas/organisasi mahasiswa PGMI, forum yang akan memberiku banyak ilmu baru. Setidaknya ilmu yang disebut pengalaman.

"Sudah malam, bang. Yuk kita istirahat dulu. Acara besok dimulai jam 8 pagi. Sekarang sudah jam setengah 1 malam. Yuk monggo tidur," ajakku menyudahi obrolan malam itu.[]

0 Response to "(Muswil 1 IMPI) Ilmu Baru di Pertengahan Malam #3"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel