BLANTERWISDOM101

Maafkan Aku (Edisi Ramadhan 2017)

25 May 2017

"Flow, maafkan aku," ucap Mahar sembari memengang tangan Flow.

Flow malah bingung, "Ada apa, Har? Tak biasanya kau seperti ini?"

Mahar melepas genggaman tangannya dan menjawab kebingungan Flow, "Ya, aku kan sering buat kamu marah. Pasti banyak dosanya".

"Kamu mau mati, Har? Hahaha. Siapa yang bakal ngerjain PR Sastramu kalau begitu? Baru saja mau naik kelas V kau. Malah bilang yang aneh-aneh".

"Bukan mau mati, Flow. Kau tahu lah, aku takut akan mati. Ini adalah hal yang wajib bagi kami umat muslim dalam menyambut bulan Ramadhan. Kami harus membersihkan diri dari dosa".

"Ohh, hhe. Maafkan aku, Har. Ku pikir kau mau melucu lagi. Okedeh, demi menyambut Bulan yang suci bagi Mahar. Aku memaafkan segala kesalahanmu."

"Alhamdulillah, terimakasih, Flow".

"Puji Tuhan selalu, Har," Flow tersenyum. Tapi tiba-tiba ia bertanya, "Mahar, memangnya kau kuat puasa selama sebulan penuh? Ayahku di kota sering cerita, banyak orang-orang lebih besar dan lebih kuat badannya darimu malah tak kuat berpuasa".

"Aku bukan mereka, Flow. Aku terbiasa kuat". Mahar mengepalkan tangannya ke atas. "Biarpun ada yang begitu, puasa kan urusan pribadi, Flow. Bukankah agamamu juga begitu?"

#sandallll #25052017

Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."