Persahabatan Bumi dan Bulan

Oleh: Ahmad Mustaqim

Di luar angkasa yang luas bernama galaksi Bima Sakti. Tinggal dua sahabat yang tak pernah terpisahkan. Mereka adalah Bumi dan Bulan. Keduanya selalu bersama kemana pun akan pergi. Bumi usianya lebih tua dan lebih besar, sedangkan Bulan lebih muda dan kecil.

Suatu hari, Bumi berkata kepada Bulan, "Bulan, hari ini aku akan pergi mengelilingi Matahari agar manusia bisa menghitung satu tahun waktu secara tepat. Apa kau akan ikut denganku lagi?"

Bulan pun menjawabnya, "Sahabatku Bumi, kau mengelilingi Matahari butuh waktu satu tahun atau 365 hari. Manusia menyebutnya dengan gerak revolusi. Aku akan ikut bersamamu, Bumi. Dan akan menjadi saksi perjalananmu itu."

Akhirnya mereka secara bersama pergi mengelilingi Matahari. Jalan yang mereka tempuh itu berbentuk lingkaran atau manusia menyebutnya orbit. Perjalanan itulah yang menyebabkan adanya waktu satu tahun kalender masehi.

Setiap harinya, dikala Bumi akan melakukan sesuatu, ia selalu bertanya kepada Bulan, "Apakah kau akan ikut denganku, Bulan?". Bulan pun selalu menjawab, "Aku tak akan pergi darimu. Aku akan selalu ikut denganmu. Kau itu sahabat yang selalu ku butuhkan, Bumi."

Bumi dan Bulan telah lama bersahabat. Keduanya saling tolong-menolong. Seperti saat Bumi sedang berotasi pada porosnya selama 24 jam, separuh bagian Bumi akan terjadi siang hari dan separuhnya lagi terjadi malam hari. Saat itulah Bulan datang membawa sinar pantulan dari Matahari dan menerangi bagian Bumi yang malam.

Bumi pun membalas kebaikan Bulan itu. Ia pernah berkata, "Bulan kau adalah sahabat terbaik yang aku punya. Kau adalah bagian dariku. Aku akan selalu memperlihatkan keindahanmu kepada manusia yang menghuniku. Kau akan ku sandingkan bersama keindahan bintang-bintang yang gemerlap."

Bumi dan Bulan, merekalah contoh persahabatan yang begitu indah. Saling melindungi dan saling membantu. Tak pernah ada pertengkaran diantara mereka. Mereka justru saling memuji bersama. Hingga kini, Bumi dan Bulan masih bersahabat. Disana, di luar angkasa yang luas bernama galaksi Bima Sakti, dan di rumah yang bernama Tata Surya.

***
___
Penulis saat ini adalah mahasiswa semester empat jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Metro Lampung. Diakui sebagai mahasiswa dengan KTM bernomor mahasiswa 1501050097. Saat kuliah ia sering pindah-pindah kelas, kadang di kelas B kadang juga di kelas C. Baginya, pindah-pindah kelas justru memperbanyak hubungan sosial dengan teman-teman lainnya.

0 Response to "Persahabatan Bumi dan Bulan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel