BLANTERWISDOM101

Kartini(ku) Masa Kini

22 April 2017

Lahir di tahun 1967. Sudah 50 tahun usianya. Berasal dari keluarga yang tak mapan. Sejak kecil sudah merasakan sulitnya bersekolah. Ia harus berdagang es keliling desa (simbarwaringin) untuk tambahan uang jajan.

Ia anak ke tujuh dari sembilan bersaudara. Ia anak perempuan tertua kedua dan salah satu yang berpendidikan paling tinggi diantara saudaranya. Hanya berijazah SMA.

Tapi, ia begitu hebat. Memiliki sifat pedagogis yang besar. Sejak kecil ia suka belajar dan mengajar. Adik-adiknya selalu diajak belajar dan diajarinya.

Puncaknya, ia mulai mengajar di TK dekat rumahnya saat masih muda. Kemudian mengajar TPQ dirumahnya. Dan sampai sekarang, hal itu masih terus dilakukan. Kini ia adalah honorer tua di Kober kota ini. Kober yang dirintis bersama sahabatnya 13 tahun yang lalu.

Tiap pagi ia pergi mengajar di Kober (PAUD), siang mengajar (privat) muridnya, sore mengajar di TPQ, dan malam mengajari kami (anaknya) tentang kehidupan.

Lihatlah gambar ini. Terlihat senyum kebahagian darinya. Kalian harus tahu, itu adalah muridnya, murid yang tuna wicara di Kobernya. Hari ini, muridnya menang dalam lomba mewarnai se-Kober Kota Metro.

Kau tau apa yang dikatakannya padaku? Begini, "Rak ono sing kudu didelok elek. Abdi iku ora gor iso mewarnai thok, tapi iso gae karikatur juga lho. Laa po ra hebat. Sing ketok kurang justru ndue lebih'e dewe. Koyo Abdi kui".

___
Untuk ibuku tercinta. (Fatonah)
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."