BLANTERWISDOM101

Refleksi Maha dari keSiswaanmu

13 March 2017
Mahasiswa adalah gabungan antara dua kata. Terdiri dari kata "maha" dan "siswa". Maha berarti besar dan siswa berarti seseorang yang bersekolah atau peserta didik. Jadi mahasiswa dapat diartikan sebagai peserta didik yang besar, besar dalam hal ini adalah tanggung jawabnya.



Kita tahu mahasiswa adalah pemuda harapan bangsa, disebutlah mereka sebagai agent of change (agen perubahan). Yang pada kenyataannya kita sering mengategorikan mahasiswa dengan tipe: akademik maupun aktivis.

Kedua kategori ini memiliki ciri khas masing-masing yang tak pernah sama. Tapi memiliki hak yang sama sebagai mahasiswa, yaitu hak pelayanan yang sesuai di lingkup kelembagaan (institusi). Maka untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai itu, mahasiswa diatur dalam kode etik. Dan dituntutlah mereka untuk patuh, taat, serta siap menerima konsekuensi apapun jika terjadi pelanggaran.

Pelanggaran kode etik mahasiswa sering kita dengar dan kita ketahui, mulai dari hal yang sekecil apapun. Sebab setiap mahasiswa punya buku kode etik, bahkan dosen pun bisa melihat dan menuntutnya.

Akan menjadi suatu masalah ketika dosen tahu kode etik mahasiswa dan bisa menuntutnya, tapi mahasiswa tidak diberitahu kode etik dosen. Pelanggaran dan hukuman seperti apa yang akan diterima dosen jika menyalahi kode etik? Landasan etik mana yang bisa digunakan mahasiswa untuk menuntutnya?

Misalnya ada dosen yang memberikan aturan wajib kepada mahasiswa untuk menuruti kemauannya dengan imbalan mendapatkan nilai yang baik. Mungkin dengan membantu bisnis dosen tersebut, seperti membeli produknya atau menggunakan jasanya. Jika tidak menuruti itu, maka nilai akhirnya akan kurang baik. Apakah ini menyalahi kode etik? Hanya jika kita punya kode etik dosen maka akan tahu sedetilnya.

Kadang mahasiswa memang punya banyak masalah. Tapi dampak besar mahasiswa yang banyak masalah itu adalah pada dirinya sendiri. Lalu bagaimana jika yang banyak masalah adalah lembaga (institusi) tempat mahasiswa mencari ilmu? Tentu mahasiswa tambah dirugikan lagi.

Masalah yang disebutkan disini adalah terkait hak sekelompok mahasiswa. Masalah dari lembaga yang dimaksudkan adalah kebijakan dan perlakuan oknum-oknum yang kurang baik, bahkan menyalahi aturan. Kita misalkan saja, ada masalah tentang birokrasi kampus (BEM) yang tak kunjung kelar, akibatnya struktural (miniatur) pemerintahan mati dan mahasiswa kesulitan bergerak aktif secara terstruktur dan terukur.

Lalu masalah yang terkait oknum lembaga seperti pungutan liar atau pungli. Misal saat mahasiswa hendak bimbingan, mereka diwajibkan membayar atau membelikan "ini-itu" ke pembimbingnya. Bahkan yang lebih parah adalah pungutan liar saat mahasiswa sedang menjalankan proses KKN. Hal-hal semacam ini seharusnya tidak ada.

Kemudian tentang kebijakan pembatasan kuota wisuda suatu kampus. Dari kebijakan ini, pasti akan ada mahasiswa yang dikecewakan, seperti mahasiswa yang sudah menyelesaikan "tugas" terakhir kampusnya sejak lama (dengan proses yang tak mudah), tapi kalah cepat mendaftar wisuda dengan mahasiswa yang baru beberapa hari lalu menyelesaikan "tugas" terakhirnya. Maka mahasiswa yang kalah cepat itu akan menunggu kloter wisuda berikutnya, kelulusan pun tertunda.

Dan lainnya lagi masalah-masalah yang sebenarnya bisa dicontohkan. Tujuan penulisan ini bukanlah untuk meluapkan segala masalah yang terkait dengan mahasiswa. Tapi lebih untuk merefleksi dan melihat kepekaan para mahasiswa baik itu yang dikategorikan akademik maupun aktivis dari beberapa isu masalah diatas. Apakah kepekaan itu dirasakan olehnya hingga tergerak untuk melakukan suatu tindakan?

Masalah diatas adalah beberapa masalah terkait mahasiswa yang bisa dilihat dengan jelas, tapi sedikit yang menyadarinya. Banyak dari mereka tak peduli, mungkin karena hal itu tidak terjadi pada dirinya dan tidak terasa merugikan baginya.

Namun bukankah pendidikan yang kita tuntut seharusnya berguna untuk melawan kebijakan yang tak baik, yang menindas, dan membela yang seharusnya dibela. Dan bukankah itu salah satu wujud pengaplikasian dari agent of change? Kalau kita peka, segeralah rapatkan barisan demi tegaknya keadilan!!

___
Tulisan ini dibuat sebagai isu wacana (sebelum aksi digelar hari ini).
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir"