BLANTERWISDOM101

Hilang

03 March 2017

Katanya, aku ini telah hilang. Banyak orang mengatakan itu. Di warung kopi dan di emperan toko, terutama di perguruan tinggi dan di forum-forum diskusi manapun. Heran! Apa yang sebenarnya hilang? Mereka melihatku, menyapaku, bahkan menyentuhku.

Tapi, masih saja mereka membicarakan hilangnya diriku. Kenapa? Apa aku hanya dianggap sebagai makhluk halus? Ini! Ini lho! Kalian melihatku, kan? Kenapa kalian masih mengatakan aku hilang. Ahh sudahlah, ini sungguh aneh.

***

Aku sendirian. Santai. Duduk di gazebo (tempat istirahat mahasiswa). Hari ini aku libur, tak ada jadwal mata kuliah, tapi masih saja ke kampus. Biasa, menikmati wifi gratis ala anak kost. Tujuanku adalah melanjutkan pengisian data formulir untuk beasiswa ke Boston University, Amerika.

Aku adalah manusia yang bercita-cita tinggi. Presiden, Menteri, Hakim, dan Rektor, aku ingin menjadi salah satu dari itu. Apapun profesi, sebenarnya menjadi seorang pemimpin adalah yang kuharapkan.

Beasiswa ke Boston rasanya adalah jalan yang baik untuk melancarkan segala cita-citaku, setidaknya untuk menjadi rektor, sebab rektor harus berpendidikan tinggi dan kupikir akan lebih hebat bahkan keren jika berijazahkan luar negeri.

Sayangnya, aku hanyalah seorang perempuan. Aku tahu, ini adalah kehidupan modern, hak-hak perempuan telah di junjung tinggi dan disetarakan. Tapi, pandangan itu tak sampai pada kedua orang tuaku. Bagi mereka, sebesar dan setinggi apapun pendidikan perempuan, akan berujung pada "Dapur, Sumur, Kasur".

Lanjut mereka, yang terpenting dari perempuan adalah cantik dan bisa melayani suami dengan baik. Kuliahku dipandangnya hanya sebagai jembatan untuk mendapatkan jodoh yang berpendidikan. Maka, semangatku ke Boston University tak lain adalah untuk membuktikan pada mereka, bahwa aku sebenarnya bisa lebih dari apa yang mereka pikirkan.

Tapi kadang, ada rasa takut untuk melanjutkan semangatku ini. Bagaimana kalau aku diterima? Akankah orang tuaku mendukung? Bagaimana pula kalau aku tak diterima? Gagalkah aku untuk membuktikannya? Atau mungkin mereka akan mengaturku untuk menjadi perempuan terbaik dalam pengabdian "Dapur, Sumur, dan Kasur?". 
___

_To be continued...._ 
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir."