BLANTERWISDOM101

Perbedaan

25 February 2017


Yang kelompok (buku) kiri bilang, "Golongan orang-orang (buku) sebalah kanan, dapat duit (pendanaan) banyak dari Barat untuk setiap gerakannya, dan tentunya harus dengan menyebarkan paham-paham Barat (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme) yang berbahaya bagi muslim Indonesia".

Kemudian yang kelompok (buku) kanan bilang, "Golongan orang-orang (buku) sebelah kiri, dapat duit (pendanaan) banyak dari Arab untuk setiap gerakannya, dan tentunya harus dengan menyebarkan paham Arab (Wahabisme) yang dianggap 'keras' dan tak sesuai bagi kehidupan warga Indonesia".

Keduanya berbeda pemikiran, tapi tak pernah perang fisik, melainkan perang intelektual, menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi pengetahuan, dan layak sebagai rujukan.

Hal-hal seperti ini sebenarnya sudah di contohkan oleh ulama-ulama terdahulu. Seperti Imam Al-Ghazali (Tahafut al-Falasifah) dan Ibnu Rusyd (Tahafut at-Tahafut), keduanya berbeda pemikiran tentang filsafat.

Perbedaan yang ada tidak senantiasa direndahkan, justru dihargai. Bahkan dari keduanya, masing-masing menghasilkan karya besar yang sangat berpengaruh dalam khazanah intelektual Islam.

Perbedaan itu sebenarnya indah. Tinggal kita saja menyikapinya seperti apa. Jika beda, bisa berdiskusi atau menentangnya dengan suatu karya yang layak dibaca, atau justru banyak "koar-koar" dan menghina kelompok yang berbeda hingga menimbulkan suatu masalah, bahkan masalah yang rumit sekalipun.
Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."