BLANTERWISDOM101

Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) Pendekatan Historis, Antropologis, Sosiologis, dan Psikologis

18 November 2016

METODOLOGI STUDI ISLAM
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pendekatan Dalam Studi Islam
( Historis, Antropologis, Sosiologis, Psikologis)
Dosen Pengampuh : Dedi Wahyudi, M.Pd.I

Disusun  Oleh :
Mitha Apriyani
NPM : 1501050123
Kelas : PGMI B


JURUSAN TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
PROGRAM SARJANA (S1)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JURAI SIWO METRO
SEMESTER GANJIL 2015/2016


Kata pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pendekatan Dalam Studi Islam”.Penulis menyadari bahwa dalam proses ini masih jauh dari kesempurnaan, baik materi pembahasan maupun cara penulisan. Maka, penulis dengan rendah hati dan terbuka menerima kritik dan saran guna penyempurnaan tugas mata kuliah pendekatan dalam studi islam. Dan semoga tugas ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.





Metro, September
Penulis



Mitha Apriyani


 
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................i
KATA PENGANTAR........................................................................ii
DAFTAR ISI......................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................1
1.LATAR BELAKANG...............................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A.PENDEKATAN HISTORIS ...................................................2
B.PENDEKATAN ANTROPOLOGIS.......................................4
C.PENDEKATAN SOSIOLOGIS..............................................6
D.PENDEKATAN PSIKOLOGIS..............................................7
BAB III PENUTUP...........................................................................9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................10
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Dimasa sekarang agama semakin dituntut untuk terlibat secara aktif dalam memecahkan berbagai macam masalah umat manusia yang sedang dihadapi. Tidak hanya sekedar menjadi lambang saleh atau soleha saja dan sekedar menyampaikan dalam kotbah, melainkan secara nyata menunjukkan tata cara yang efektif dalam memecahkan berbagai macam masalah.
Keharusan terhadap ilmu agama tersebut dapat dijawab sebagaimana agama yang banyak memakai pendekatan logis normatif dilengkapi juga dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan lainnya seperti pendekatan historis, antropologis, sosiologis, psikologis.
 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENDEKATAN HISTORIS
Sejarah atau historis adalah ilmu yang mempelajari berbagai macam peristiwa yang memperhatikan unsur lokasi, waktu, objek, latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut. Dengan menggunakan ilmu tersebut peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana, apa sebabnya, siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Pendekatan historis atau sejarah ini sangat dibutuhkan dalam memahami ilmu agama, karena agama itu turun dalam situasi yang nyata dan jelas bahkan berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatan. Berhubungan dengan hal ini, kuntowijoyo telah melakukan pembelajaran yang mendalam terhadap agama islam menurut pendekatan sejarah. Ketika saat beliau mempelajari alquran, beliau telah menyimpulkan terdapat dua kandungan alquran yaitu bagian pertama, berisi konsep konsep dan bagian kedua, berisi kisah kisah sejarah dan perumpamaan.
Kita mengenal banyak kosep, baik konsep abstrak maupun konsep konkret. Konsep tentang Allah, malaikat, akhirat, merupakan suatu konsep abstrak. Sementaraitu konsep konkret seperti: tentang dhua’fa (orang lemah), orang kafir, penguasa, serta koruptor-koruptor. Melalui pendekatan historis seseorang diajak untuk mempelajari atau memahami  dan memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaan tentang suatu peristiwa.
Dari pendekatan historis seseorang diajak untuk memahami keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa. Dari sini maka seseorang tidak akan memahami agama keluar dari konteks historisnya. Seseorang yang ingin memahami Al-Qur’an secara benar misalnya, yang bersangkutan harus memahami sejarah turunnya Al-Qur’an atau kejadian-kejadian yang mengiringi turunnya Al-Qur’an yang selanjutnya disebut dengan ilmu asbab al-nuzul yang pada intinya berisi sejarah turunnya ayat Al-Qur’an. Dengan ilmu ini seseorang akan dapat mengetahui hikmah yang terkandung dalam suatu ayat yang berkenaan dengan hukum tertentu, dan ditujukan untuk memelihara syari’at dari kekeliruan memahaminya.






B.  PENDEKATAN ANTROPOLOGIS


Pendekatan antropologi dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dikehidupan manusia. Dengan adanya pendekatan antropologi ini tampak akrab dan dekat dengan masalah masalah yang sedang dihadapi manusia dan mencoba menjelaskan dan memberikan jawabannya.
Selanjutnya, melalui pendekatan antropologis ini juga dapat ditemukan keterkaitan agama dengan psikoterapi. Dawam raharjo mengatakan bahwa pendekatan antropologis ini lebih mengutamakan pengamatan secara langsung. maka timbulah kesimpulan kesimpulan bersifat induktif yang hampir sama dengan pendekatan deduktif sebagaimana digunakan dalam pendekatan sosiologis. Penelitian antropologis induktif dan grounded yaitu penelitian yang langsung turunkelapangan tanpa mengunakan teori teori formal yang pada dasarnya seperti dibidang sosiologi dan ilmu ekonomi yang menggunakan sistem matematis. Penelitian antropologi harus dibedakan dari pendekatan pendekatan yang lain karna para peneliti antropologi harus melakukan atau menawarkan sesutau yang lain dari pada yang lain.
Pendekatan antropologi bermula dan diawali dari penelitian yang turun secara langsung kelapangan yang berhubungan dengan orang, masyarakat, kelompok setempat yang diamati dengan berupaya membebaskan diri dari segumpalan teori teori yang pada dasarnya sangat abstrak sebagaimana dilakukan dibidang sosiologi dan ekonomi yang menggunakan teori matematis dan banyak pula menyumbangkan kepada penelitian historis.
Penelitian antropologi ini harus berbeda dengan penelitian yang lainnya karna para peneliti antropologi harus melakukan atau menawarkan sesuatu yang lain dari yang lain. Harus menimbulkan pertanyaan yang spesifik, mempunyai sudut pandang sendiri yang spesifik, dan mempraktekkan cara metode sendiri yang spesifik pula. Antropologi mempelajari tentang manusia dan prilaku mereka agar dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. Maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan antropologi merupakan ilmu yang penting untuk  mempelajari ilmu agama dan interaksi sosial dengan berbagai macam budaya manusia. Para antropolog menjelaskan keberadaan agama dalam kehidupan manusia dengan membedakan dua istilah yaitu common sense dan religious sense. Dengan demikian memahami islam yang telah berproses dalam sejarah maupun budaya tidak akan lengkap jika tidak memahami manusia.
Dengan menggunakan pendekatan antropologi dalam memahami ilmu agama ternyata mempunyai banyak keterkaitan antara agama dan berbagai yang menyangkut dengan manusia. 2 hal contoh yang diungkapkan oleh Abuddin Nata yaitu:
1.      Ditemukan adanya hubungan positif antara hubungan agama dengan kondisi ekonomi dan politik, terdiri dari masyarakat  yang tergolong kurang mampu lebih tertarik kepada gerakan gerakan keagamaan yang bersifat mesianis yang menjanjikan perubahan tatanan sisoal masyarakat. Sedangan orang yang tergolong mampu atau kaya lebih cenderung mempertahankan tatanan  masyarakat yang sudah mapan secara ekonomi karna tatanan itu bisa menguntungkan pihaknya.
2.      Ternyata agama berkorelasi dengan etos kerja dan perkembangan ekonomi masyarakat.

C.    PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan ikatan apa saja antara manusia yang menguasai hidupnya tersebut. Soerjono Soekanto mendefinisikan ilmu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang membatasi diri terhadap persoalan penilaian. Dari dua definisi tersebut maka sosiologi adalah ilmu yang menggambarkan tentang keadaan masyarakat lengkap dengan struktur, lapisan serta berbagai gejala sosial yang lainnya yang saling berkaitan.
Selanjutnya, sosiologi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam memahami ilmu agama. Hal tersebut dapat dimengerti karna banyak bidang kajian agama yang baru bisa dipahami secara benar dan tepat apabila menggunakan pendekatan ilmu sosiologi. Dan pendekatan sosiologi sangat penting dalam memahami ilmu agama karna dalam ajaran agama banyak yang berkaitan dengan masalah sosial. Ilmu ilmu sosial tersebut banyak mendorong pemeluk untuk belajar memahami ilmu agamanya.
Pendekatan sosiologis dibedakan dari pendekatan studi agama lainnya karena fokus perhatiannya pada interaksi antara agama dan masyarakat. Teori sosiologis tentang watak agama serta kedudukan dari serangkaian kategori-kategori sosiologis, meliputi:
1.      Stratifikasi sosial, seperti kelas dan etnisitas
2.      Kategori bisosial, seperti seks, gender perkawinan, keluarga masa kanak-kanak dan usia
3.      Pola organisasi sosial, meliputi politik, produksi ekonomis, sistem-sistem pertukaran dan birokrasi.
4.        Proses sosial, seperti formasi batas, relasi intergroup, interaksi personal, penyimpangan, dan globalisasi.
 
D.  PENDEKATAN PSIKOLOGIS
Psikologi atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa seseorang melalui gejala perilaku yang dapat diamatinya. Menurut Zakiah Darajat, bahwa perilaku seseorang yang nampak lahiriyah terjadi karena pengaruh keyakinan yang di anutnya. Seseorang ketika berjumpa saling mengucapkan salam, hormat kepada orang tua merupakan gejala keagamaan yang dapat dijelaskan melalui ilmu jiwa. Dalam ajaran agama islam banyak kita jumpai istilah-istilah yang menggambarkan sikap batin seseorang. Misalnya sikap beriman dan bertaqwa kepada Allah, sebagai orang saleh, itu juga merupakan gejala-gejala yang berkaitan dengan agama.
Objek formal psikologi adalah jiwa manusia, sedangkan objek materilnya adalah sikap dan tingkah-laku manusia yang dianggap sebagai cermin atau perwujudan dari jiwa manusia itu sendiri. Sedangkan psikologi agama adalah ilmu yang mengkaji kehidupan beragama pada manusia dan pengaruh keyakinan agama tersebut dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan  hidup pada umumnya.
Pendekatan psikologis adalah pendekatan yang menggunakan cara pandang ilmu psikologi, yakni pendekatan yang melihat kajian pada jiwa manusia. Pendekatan psikologis dalam kajian agama merupakan pendekatan yang bertujuan untuk melihat keadaan jiwa pribadi-pribadi yang beragama. Pendekatan ini mengambil jiwa manusia yang dilihat dalam hubungannya dengan agama sebagai objek.
Objek ilmu ini adalah manusia, gejala-gejala empiris dari keagamaanya.
Karena ilmu ini tidak berhak mempelajari betul tidaknya suatu agama, metodenya pun tidak berhak untuk menilai atau mempelajari apakah agama itu diwahyukan Tuhan atau tidak, dan juga tidak berhak mempelajari masalah-masalah yang tidak empiris lainnya. Oleh karena itu pendekatan psikologis tidak berhak menentukan benar salahnya suatu agama karena ilmu pengetahuan tidak memiliki teknik untuk mendemonstrasikan hal-hal seperti itu, baik sekarang maupun waktu yang akan datang.
Selain itu, sifat ilmu pengetahuan sifatnya adalah empirical science, yakni mengandung fakta empiris yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah. Fakta empiris ini adalah fakta yang dapat diamati dengan pola indera manusia pada umumnya, atau dapat dialami oleh semua orang biasa, sedangkan Dzat Tuhan,wahyu,setan,dan fakta gaib lainnya tidak dapat diamati dengan pola indera orang umum dan tidak semua orang mampu mengalaminya.

 
BAB III

A.       KESIMPULAN
Metode-metode yang digunakan untuk memahami Islam itu suatu saat mungkin dipandang tidak cukup lagi, sehingga diperlukan adanya pendekatan baru yang harus terus digali oleh para pembaharu. Dalam konteks penelitian, pendekatan-pendekatanini tentu saja mengandung arti satuan dari teori, metode, dan teknik penelitian. Terdapat banyak pendekatan yang digunakan dalam memahami agama. Diantaranya adalah pendekatan historis, antropologis, sosiologis, dan psikologis serta pendekatan-pendekatan lainnya.
Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya membahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang dan pelaku dari peristiwa tersebut.
Pendekatan antropologis ini dapat diartikan sebagai salah satu upaya dalam memahami agama dengan cara melihat wujud praktek keagamaan yang tumbuh dan berkembang didalam masyarakat.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai hidupnya.
Psikologi atau ilmu jiwa adalah jiwa yang mempelajari jiwa seseorang melalui gejala perilaku yang dapat diamatinya

B.       SARAN
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Banyak kekurangan disana-sini untuk itu mohon kiranya para pembaca sekalian mau memberikaan masukan kritik dan saran guna perbaikan dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. , Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Pers,2012) Cet 19

Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir"