Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) Perkembangan Studi Islam di Barat



METODOLOGI STUDI ISLAM
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Perkembangan Studi Islam di Barat
(Studi Islam di Inggris)
Dosen pembimbing : Dedi Wahyudi, M.Pd.I

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/66/Logo_STAIN_Jurai_Siwo_Metro_Lampung.jpg



Disusun oleh :
                                                            Nama : Fitaqi Almada            
NPM : 1501050022
KELAS : PGMI B




JURUSAN TARBIYAH
PNDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (S1)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JURAI SIWO METRO
SEMESTER GANJIL 2015/2016
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmanirrahim,
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karuniaNya sehingga terselesaikanlah makalah ini dengan judul “MEMAHAMI PEKEMBANGAN STUDY ISLAM DI DUNIA BARAT, PERIODESASI, ORIENTASI DAN METODE, TANTANGAN DAN PROSPEK YANG DI KHUSUSKAN DI NEGARA INGGRIS”.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada dosen sekaligus pembimbing sehingga terselesaikannya makalah ini.
Saya menyusun makalah ini dengan tujuan agar kita mengetahui pendidikana Islam selain di Indonesia. Dan kami berharap ridho Allah agar bermanfaat bagi pembaca,  Amiiin.





       Metro,  September 2015
       Penulis


Fitaqi Almada




DAFTAR ISI
COVER........................................................................................................... i      
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A.    Latar Belakang Masalah ......................................................................  1
B.     Rumusan Masalah……………………………………………………...1
BAB II PMBAHASAN.................................................................................. 2
A.    Perkembangan Studi Islam di Dunia Barat.......................................... 2
B.     Studi Islam di Inggris........................................................................... 4
C.     Bidang kajian Studi Islam di Barat...................................................... 6
D.    Tujuan Barat Mempelajari Islam........................................................... 7
E.     Perguruan Tinggi Islam di Inggris........................................................ 8
BAB III KESIMPULAN............................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sejarah Islam  adalah  sejarah  yang   menarik perhatian para peneliti, baik dari kalangan Sarjana Muslim  maupun non Muslim. diKarenakan dari para penelitian banyak manfaat yang dapat diperoleh.
Selain itu juga, bagi para peneliti barat,  mempelajari sejarah Islam dapat ditujukan untuk pengembangan ilmu, kadang juga dimaksud kan untuk mencari kelemahan dan kekuatan umat Islam agar bisa dijajah.
selama ini informasi mengenai sejarah Islam  berasal dari hasil penelitian sarjana barat. Hal ini terjadi dikarenakan masyarakat barat memiliki etos ilmu yang tinggi, dan juga didukung oleh dana dan kemauan politik yang hebat dari para pemimpinnya. Sedangkan para peneliti muslim tampak disamping  keilmuannya rendah, dan belum didukung oleh keahlian di bidang penelitian yang memadai, serta dana dan dukungan politik dari pemerintah yang kurang baik.
Dari masalah  ini, kita sebagai pelajar muslim harus lebih giat lagi untuk memepelajari ataupun meneliti sejarah perkembangan study islam di dunia barat.

B.            Rumusan Masalah
a.     Apa pengertian Study Islam di dunia barat
b.    Tujuan dan perkembangan study islam di inggris
c.     Bagaimana Orientasi dan Metode Study Islam di inggris
d.    Bagaimana Tantangan dan Prospek study islam di inggris








BAB II
PEMBAHASAN
A.    Perkembangan Studi Islam di Dunia Barat
Study Islam dibarat adalah dikenal dengan istilah Islamik Studies, dapat dikatakan sebagai usaha  mempelajari hal hal yang berhubungan dengan Agama Islam.
Pada masa  abad pertengahan  dimana masa  peradaban dan perkembangan Barat mengalami kebangkitannya  yang hebat sementara itu  Islam mengalami masa Stagnasi. Dan perkembangan tersebut banyak dipengaruhi oleh peradaban Islam.Sebagaimana kita ketahui di masa kejayaan Islam, (Spanyol) pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan salah satu tempat yang mengalami kemajuan dalam bidang pendidikan, politik, sosial, dan ekonomi.. Selama mereka masih belajar, mereka melakukan penerjemahan ilmu-ilmu dan karya tokoh-tokoh muslim kedalam bahasa Latin. Hal ini juga didukung oleh King Frederick H (mantan Kaisar Holy Roman Empire : 1215-1250) yang dipimpin oleh Petrus Venerabilis dengan  membayar orang dari  Spanyol sebagai penerjemah. Kegiatan ini berpusat pada Toledo dan Palemo.

Jadi sejarah Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan para pelajar barat yang  pada berdatang ke dunia timur  untuk mepelajari ilmu itu. Selain  itu juga mereka telah berhasil menterjemahkan karya ilmuan  muslim kedalam bahasa bahasa latin. Gerakan ini akhirnya menimbulkan masa kejayaan  dan   revolusinya industri, yangmenyebabkan Eropa sangat maju..
Jika kita ingin mempelajari agama Islam tidak hanya terbatas pada kalangan umat islam saja, namun juga dilakukan  oleh  orang diluar kalangan islam. Orang inilah yang disebut dengan istilah kaum “Orientalist” .Namun orientasi pembelajaran Islam oleh kedua kalangan tersebut  tentunya berbeda. Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan umat muslim itu, bermaksud untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran islam yang kemudian dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup (way of live). Sementara Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan orientalist bermaksud   untuk mempelajari seluk-beluk agama islam dan semata-mata menjadikannya sebagai Ilmu Pengetahuan uang benar. Hal ini yang membuat muslim dikenal sebagai sains didunia barat (sains islam).
Pada aslinya Studi Islam dan Sains Islam ada perbedaan dan  persamaan.Persamaan yang sama studi dan sains terletak pada objek kajiannya.Yakni ilmu pengetahuan. Sedangkan perbedaannya, Studi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang dirum uskan dari ajaran islam yang dipraktekkan dalam  sejarah dan keberhidupan  manusia. Sedangkan Sains Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisrika, dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai-nilai yang islami.
Sains Islam sebagaimana dikemukakan oleh Hussein Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh kaum muslim sejak abad islam ke-2, yang keadaannya  merupakan salah satu pencapaian besar dalam   peradaban islam. Selama kurang lebih 700 tahun, sejak abad ke-2 hingga ke-9 Masehi, peradaban  muslim merupakan peradaban yang paling produktif dibandingkan peradaban manapun juga. Sains Islam inilah membuat orang barat tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan islam yang sampai terkenal di Eropa. , menurut Harun Nasution; salah satu contoh kemajuan orang barat adalah ketika Napoleon melakukan Ekspedisi ke Mesir dengan   memperk enalkan ilmu pengetahuan dengan membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Diapun membawa dua set alat percetakan huruf Latin, Arab, dan Yunani. Ekspedisi itu datang bukan hanya untuk kepentingan militer, tapi juga untuk kepentingan ilmiah.Untuk kepentingan  ilmiah, Napoleon membentuk sebuah lembaga ilmiah yang disebut dengan Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang ilmu kajian, yaitu ilmu pasti, ilmu kalam, ilmu ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan seni.Pada tahun 1801 M.

B.     Studi Islam di Inggris
Di  Inggris, study islam digabungkan dalam School of Oriental and African Studies (Fakultas Studi Ketimuran dan Afrika) yang punya berbagai jurusan yaitu bahasa dan kebudayaan di Asia dan Afrika.
Dalam   ranka untuk berdakwah dan mengembangkan ajaran islam, serta memberikan pemahaman yang  sangat baik tentang keyakinan seorang muslim, dua Universitas yang lumayan terkenal di inggris membangun Pusat Penelitia tentang Islam, Harian The Independent melaporkan bahwa kedua universitas itu adalah University of Cambridge dan University of Edinburgh. Pangeran Kerajaan Saudi Arabi, Al Walad bin Talal, mendukung pembangunan Pusat Penelitian Islam ini di kedua universitas tersebut. Ia berkata atas kegembiraannya saat pembukaan dan penandatanganan di Istana Buckingham, Inggris.
Kedua Universitas itu yaitu : Universitas Gambridge dan Universitas Edinburgh menerima bantuan sekitar 16 juta Pounsdterling dari pangeran kerajaan arab saudi. Kedua universitas tersebut memang memiliki beberapa pengalaman dalam hubungannya dengan islam, terutama dalam pendidikan islam. Hampir bertahun-tahun, Universitas Edinburgh selalu menawarkan para pelajar dari kalangan muslim.
Universitas ini adalah universitas pertama yang mengembangkan system pendidikan Islami dan Timur Tengah. Hampir sekitar 60 mahasiswa bergabung dan belajar di Fakultas Asia dan Pembelajaran timur Tengah setiap tahunnya. Fakultas ini memang fakultas khusus yang ada di Universitas Cambridge. Dana atau bantuan tersebut adalah bagian dari usaha-usaha pangeran Al Waled bin Talal. hal ini merupakan salah satu bentuk untuk mengembangkan islam. Pada 2 tahun sebelumnya ia menyumbangkan sekitar 40 juta dollar untuk membentuk program pembelajaran islam di universitas Harvard dan Georgetown, merika serikat. Universitas ini melakukan sebuah pengkajian tentang keajaiban berkaji dengan mengatakan bahwa haji adalah alat pemersatu umat islam.
Selama memasuki abad  kejayaan (renaissance), perkembangan  ilmu pengetahuan di dunia Barat semakin pesat. Seperti lahirnya ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu tambang (minerologi), meteorology (karya al Kazini), dan sebagainya. Sedangkan di bidang teknologi , orang Barat bisa membuat berbagai macam ala-alatt industri. Sekitar abad ke 16 M ditemukan sebuah alat perajut kaos kaki. Tahun 1733 M, John Kay berhasil membuat alat yaitu  tenun baru yang dapat bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan yang baik. Tahun 1765 M, Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat memintal berpuluh-puluh gulumg sekaligus. Kemudian sekitar tahun 1780 M terjadi revolusi industri di Inggris. Karena di temukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 dan  alat tenunoleh Cart Wright pada tahun 1785 M maka menyebabkan Inggris menjadi Negara Industri yang maju. Kemajuan yang di capai Inggris kemudian turut mempengaruhi negara-negara lain di Eropa untuk melakukan nya juga seperti yang dilakukan oleh Perancis dan Belanda.
Setelah itu  bangsa Barat  menjadi bangsa yang maju dengan adanya industri dimana-mana. Kemudian timbul masalah baru bagi bangsa Barat mengenai bahan baku industri, penanaman modal, dan tempat pemasaran barang hasil industri dari di Negara mereka. Maka untuk mencari jalan  keluarnya mereka berlomba-lomba  mencari daerah  jajahan. Entah disengaja atau tidak, sebagian besar daerah jajahannya berada di dunia Timur yang kebanyakan sebelumnya dikuasai oleh pemerintahan muslim..
Keberhasilan  mereka yang dapat menaklukan dunia muslim di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal yang berasal dari mereka, dan faktor eksternal yang bersumber dari dunia muslim yang turut memberikan manfaat bagi usaha mereka. Faktor internal antara lain:
1.        ketika mereka belajar di dunia muslim  dahulu kala, ternyata di samping ingin belajar secara serius, mereka juga mempunyai maksud lain untuk mencari kelemahan dan kekurangan umat islam sebagai celah agar dapat di jajah pada suatu hari yang akan datang.
2.        masyarakat Barat memiliki etos keilmuwan yang tinggi dan di dukung oleh dana serta kemauan politik yang kuat dari para pemimpinnya.


Sementara yang merupakan faktor eksternal antara lain yaitu :
·         rendahnya etos keilmuwan yang dimiliki oleh para peneliti muslim.
·         Dalam melakukan penelitian para muslim belum di dukung oleh keahlian di bidang penelitian yang memadai\
·         Dana dan dukungan politik dari pemerintah kurang kondusif terhadap pengembangan keilmuan.
·         Banyak terjadi pemberontakan yang dialami pemerintahan muslim, baik berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
·         Perebutan kekuasaan.


C.    Bidang kajian Studi Islam di Barat
Hal ini dapat kita ketahui, bahwa yang sementara ini dikelompokkan sebagai studi Islam antara lain:Al-Qur’an/ tafsir, hadits/ilmu hadits, fiqh/hukum Islam, sejarah Islam, filsafat Islam, dan bahasa Arab. Belakangan masuk pula ke dalam studi Islam adalah pembaruan pemikiran Islam, dakwah Islam, pendidikan Islam,dan Ekonomi Islam. Semua bidang studi Islam ini telah dipelajari oleh para orientalis Barat dengan intensitas yang berbeda-beda. Penjelasan secara singkat tentang studi Islam yang dipelajari oleh orientalis Barat ini

1.      bidang tasawuf.  Para orientalis yang mempelajari tasawuf ini anatara lain:A.J.Arbery dan S.M. Zwemmer. Kajian mereka tetang tasawuf ini pada umumnya ditujukan untuk menempatkan tasawuf Islam sebagai kelas dua, atau hasil menjiplak dari tasawuf yang dikembangkan dikalangan nasrani.
2.       bidang dakwah. Di antara orientalis yang mempelajari dakwah ini ialah Thomas W. Arnold, dalam bukunya yang berjudul The Preaching of Islam. Dalam buku ini, sering digambarkan bahwa Islam disebarkan dengan pedang dan cara-cara pemaksaan.
3.      bidang pendidikan Islam. Di antara orientalis yang mempelajari pendidikan Islam ini, ialah Michael Stanton dengan bukunya yang berjudul The Higher Learning of Islam (Pendidikan Tinggi Islam), dan Karl Stremmbrink dengan  buku pesantren, Madrasah, dan sekolah. Dalam buku-buku ini merekan membicarakan tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan lembaga pendidikan Islam mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, mualai dari yang sederhana hingga yang tinggi, seperti kuttab, masjid, madrasah, dan observatorium.[1]


D.    Tujuan Barat Mempelajari Islam
Ada beberapa sejumlah  tujuan yang ingin dicapai oleh orang Barat yang mempelajari Islam, sebagai berikut:
1.       untuk menarik simpa ti kalangan umat Islam. Dengan cara mempelajari Islam, diharapkan masyarakat Islam  tidak lagi menaruh benci atau curiga atau ragu-ragu menerima kehadiran orang Barat.
2.       untuk melemahkan Islam dari dalam, misalnya dengan cara mengambil kesimpulan yang keliru tentang Al-Qur’an, Al-Sunnah, dan fiqih.
3.      untuk menunjukkan superioritas mereka sebagai orang Barat. Ilmuwan Barat, khususnya dalam orientalis, senantiasa merasa bahwa “Barat” adalah “guru” dalam segala hal, khususnya dalam logika dan pearadaban.
4.       untuk memperjuangkan doktrin-doktrin mereka yang tidak boleh dikritik. Diantaranya ialah dua  doktrin inti, yaitu bahwa Al-Qur’an dalam pandangan insan Barat bukan kalam Allah, dan Muhammad bukan Rasul Allah.
5.      untuk kepentingan negara-negara tertentu  yang menandai kajian tersebut.[2]
E.     Perguruan Tinggi Islam di Inggris
Adapun Perguruan Tinggi yang menawarkan Studi Islam di Eropa tercatat diantaranya terdapat di universitas-universitas dibawah ini :
1.      University of Cambrigde di Inggris
2.      University of London di Inggris
3.      Durham University di Inggris









BAB III
1.       Perguruan tinggi yang menyelenggarakan studi islam perguruan-perguruan tinggi Barat dalam menyelenggakan studi Islam tidak selalu menggunakan nama Islamic Studies, tetapi Middle East Studies, Near Eastern Studies, Religious Studies, comparative Religion, dan lain-lain.
2.      Berdasakan pusat studi Pusat –pusat studi Islam yang terdapat di di Dunia Barat ada yang berafiliasi dengan universitas dan ada yang berdiri sendiri.
Perkembangan studi islam yang berkembang di Dunia Barat juga   menimbulkan dua dampak bagi keberadaan islam sendiri sebagai salah satu ajaran agama yaitu, pertama dampak negative yang berupa pemasukan paham sekulerisme tehadap ajaran islam melalui karya-karya yang mereka (orang-orang Barat) hasilkan. Kedua dampak positif yang berupa pendirian beberapa universitas islam yang tidak terlepas dari dukungan Organisasi Konferensi Islam (OKI) sebagai Organisasi yang menaungi umat islam di seluruh dunia. Disamping itu juga semakin mempererat rasa islamisme dikalangan umat muslim dalam menghadapi berbagai fitnah yang dilancarkan oleh dunia Barat mengenai ajaran islam.













DAFTAR PUSTAKA
Abuddin Nata. Metodologi Studi Islam. ( Jakarta : Rajawali Press: 2010)
Prof.Dr.H. Abudin Nata.MA., Studi Islam Komprehensif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011)




0 Response to "Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) Perkembangan Studi Islam di Barat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel