Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) As-sunnah Sebagai Sumber Ajaran Islam



METODOLOGI STUDY ISLAM
Sumber Ajaran Islam
Tugas ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah
As-Sunnah Sebagai Ajaran Islam
Dosen pembimbing : Dedi Wahyudi,M.Pd.I



https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/66/Logo_STAIN_Jurai_Siwo_Metro_Lampung.jpg



Disusun Oleh:
FRIZKA ARDIANA LESTARI
NPM:1501050023

Kelas: PGMI B

JURUSAN TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
PROGRAM SARJANA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JURAI SIWO METRO
SEMESTER GANJIL2015/2016



 

Puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH  SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya serta yang telah memberikan kekuatan ,ketabahandan ilmu yang bermanfaat kepada saya .sehingga saya dapat menyelesaikan makalah untuk memenuhi tugas metodologi studi islam mengenai materi al-sunnah sebagai sumber ajaran islam .
 Saya berharap semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca dan  menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.untuk itu saya meminta agar dosen pembimbing memberikan masukan dan sarannyaAkhir kata semoga makalah ini bermanfaat.saya mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing serta semua pihak yang mendukung terselesaikannya makalah ini.


Metro,3 September 2015
Penyusun


FRIZKA ARDIANA L















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .....................................................................................................        i        
KATA PENGANTAR ..................................................................................................        ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................        iii

BAB I PENDAHULUAN  .............................................................................................        1
1.1     latar belakang ..........................................................................................................        1

BAB II  PEMBAHASAN...............................................................................................        2
A.      Al-Sunnah Sebagai Sumber Ajaran Islam................................................................        2
1.             Sumber-Sumber Kehujjahan Al-Sunnah..................................................................        2
2.             Pengertian Al-Sunnah  ............................................................................................        3
3.             Kadudukan Al-Sunnah ...........................................................................................        4
4.             Fungsi Sunnah Dalam Ajran Islam  ........................................................................        5
5.             Sunnah Antara Sumber Dependen dan Independen Dalam Hukum.......................        7
BAB III PENUTUP........................................................................................................        9
1.1     kesimpulan...............................................................................................................        9

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................        10









BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar belakang
          Allah SWT memerintahkan kepada  nabi muhammad SAW untuk mengemban  risalah dan dakwah ,untuk mengajarkan  aqidah yang baik dan  benar,serta mengerjakan syariat kepada manusia.karena itu Allah SWT menurunkan sebuah kitab kepada nabi-nya yang tidak ada keraguan dalam kitab tersebut yaitu al-quran. Al-quran adalah sebuah mukzizat yang diberikan allah kepada nabi-nya, yang didalamnya terdapat keterangan dan dalil-dalil  tentang  kebenaran nabi muhammad saw.yang bertujuan menjelaskan semua yang diturunkan kepadanya.penjelasan ini dinamakan al-sunnah. Seperti yang kita ketahui bahwa al-quran merupakan sumber hukum utama dalam ajaran islam.tetapi dalam kenyataanya al-quran hanya membicarakan secara global saja dan ada sesuatu yang tidak dijelaskan dalam al-quran. oleh karena itu untuk memperjelas al-quran yang bersifat global maka diperlukan al-sunnah.
Kedudukan al-sunnah sebagai penjelas dari al-quran dan sebagai sumber hukum ajaran islam yang  ke dua setelah al-quran.pengaruh al-sunnah dalam kehidupan manusia tidak di ragukan lagi.”barang siapa yang memahami al-quran dan sunnah maka akan menemukan kebenaran dalam syariat islam. Namun masih ada orang yang tidak menerima akan adanya al-sunnah sebagai sumber hukum islam yang ke dua.hal ini menimbulkan masalah di kalangan umat manusia.Untuk memperjelas kedudukan al-sunnah maka saya akan menjelaskannya.














BAB II
PEMBAHASAN

A.  Al-Sunnah Sebagai Sumber Ajaran Islam
          Kedudukan al sunnah sebagai sumber ajaran islam selain dari keterangan-keterangan al-quran juga didasarkan pada keterangan para sahabat-sahabat yang sepakat untuk menciptakan kewajiban untuk mengikuti al-sunnah,baik pada masa rasulullah masih hidup dan setelah wafatnnya rasulullah.apabila al-sunnah tidak dijadikan sumber hukum kedua setelah al-quran maka semua orang akan kesulitan mendapatkan penjelasan yang tidak ada dalam al-quran misalnya tatacar untuk melaksanakan solat,menunaikan zakat dan lain-lain.

1.           SUMBER-SUMBER KEHUJJAHAN SUNNAH
          ulama usul fiqh berpendapat bahwa hadis adalah segala sesuatu yang didasarkan kepada nabi muhammad saw dari ucapan ,perbuatan,maupun ketetapanya yang dapat dijadikan dalil hukum umat manusia. Oleh karena itu, hadis/al-sunnah dijadikan sebagai sumber hukum islam setelah  Al-Qur’an.
               Penempatan al-sunnah sebagai sumber ajaran islam didasarkan pada dalil al-quran. Diantaranya:
1.       Setiap mukmin harus taat kepada Allah dan kepada rasulullah. (Al-anfal : 20, Muhammad: 33, an-Nisa: 59, Ali ‘Imran: 32, al- Mujadalah: 13, an-Nur: 54, al-Maidah: 92).
2.             Patuh terhadap rasul berarti patuh dan cinta kepada Allah swt. (An-Nisa: 80, Ali ‘Imran: 31)
3.             Orang yang menyalahi sunah akan mendapat siksa. (Al-Anfal: 13, Al-Mujadilah: 5, An-Nisa: 115).
4.             Berpedoman pada hukum sunnah merupakan tanda orang yang beriman (An-Nisa: 65).

     hal inilah yang membuat umat manusia berpegang pada al-sunnah karena selain diperintahkan oleh al-quran juga untuk menentukan dan memudahkan suatu perkara yang  tidak dapat dijelaskan dalam al-quran.Al-sunnah menjelaskan secara terperinci ayat-ayat al-quran yang multi fungsi. Banyak ayat suci al-quran yang memberikan pengertian mengenai al-sunnah bahwa al-sunnah merupakan sumber hukum islam kedua setelah Al-quran yang wajib diikuti dan ditaati dalam bentuk perintah maupun larangannya.

          Ada beberapa penjelasan mengenai kedudukan tentang al-sunnah sebagai sumber ajaran  islam yang dapat dilihat dari beberapa dalil.dalilnya sebagai berikut:
1.       Dalil  Al-Qur’an                                                                                                   
          Banyak ayat al-quran yang menerangkan tentang kewajiban untuk menerima semua yang disampaikan oleh rasullulah saw kepada setiap umatnya untuk dijadikan pedoman hidup. Dalam firman allah SWT surah ali imran ayat179.
2.      Dalil hadis
           Dalam pesan rasulullah Saw bersamaan dengan keharusan untuk menjadikan hadis disamping Al-quran  sebagai pedoman hidup umatnya. Rasulullah bersabda yang artinya:
“ada dua pustaka yang aku tinggalkan untuk kalian dan kalian tidak akan tersesat selama-lamanya,selama kalian masih berpegang teguh kepada al-quran dan al-sunnah.”(HR.malik)


2.           Pengertian Al-Sunnah

          Menurut bahasa al sunnah artinya jalan yang di biasakan baik dan yang buruk. “,sunnah berarti perjalanan yang baik maupun yang buruk sesuai dengan sabda nabi muhammad Saw yang artinya:”siapa saja yang memberikan contoh atau tuntunan yang baik,ia akan mendapatkan pahala,serta pahala untuk orang yang melaksanakannya dan siapa yang membuat contoh atau tuntunan yang buruk maka ia akan mendapatkan dosa dan yang melaksanakannya akan berdosa pula.”         
          Menurut sebagian ulama al-sunnah mengartikan sebagai suatu kebiasaan nabi muhammad Saw sehingga sesuatu itu banyak dikerjakan dari pada ditinggalkan.al-sunnah,al-hadis,al-khabar dan al-atsar mempunyai makna yang sama,yaitu semua ucapan,perbuatan,maupun ketetapan yang bersumber dari rasulullah saw. Pandangan ini didasarkan kepada nabi sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia.
          berbeda dengan  usbul yang mengartikan bahwa al-sunnah sebagai sesuatu dalam bentuk ucapan,perbuatan dan persetujuan yang berasal dari nabi muhammad saw yang berkaitan dengan hukum. Pengertian tersebut berdasarkan dari kepercayaan mereka  yang menpercayai nabi muhammad Saw sebagai pembuat hukum.selain itu ulama ushul fiqh memberikan  pengertian “semua yang berasal dari nabi muhammad Saw, baik berupa perkataan,perbuatan maupun yang ada sangkut pautnya dengan hukum.”
         
          Ulama fiqh memandang al-sunnah sebagai salah satu bentuk hukum yang mengerjakan sunah mendapatkan pahala dan jika yang meninggalkan sunnah tidak berdosa.
 pengertian sunnah dilihat dari pandangan istilah dikalangan ulama tedapat perbedaan, ada ulama yang mengatakan sama dengan hadis ,dan ada juga ulama yang membedakannya,bahkan ada beberapa para ulama  yang  memberi syarat-syarat tertentu yang berbeda dengan istilah hadis. ulama hadis mengartikan sunnah sebagai berikut:
“semua yang berasal  dari nabi muhammad saw,baik berupa perkataan,perbuatan,budi pekerti atau perjalanan hidup nabi muhammada saw,sebelum diangkat menjadi rasul maupun setelah wafat.”
          Berdasarkan yang dikemukakan diatas,kata sunnah menurut beberapa para ulama sama dengan kata hadis. “ulama yang mendefinisikan sunnah seperti yang dijelaskan diatas,mereka memandang rasulullah saw sebagai uswatun hasanah atau contoh yang sempurna,bukan sebagai sumber hukum”. sehingga, mereka menerima dan menjalankannya secara utuh yang  diterima tentang diri rasul Saw. tanpa membedakan apakah yang dibicarakan  isinya itu berkaitan dengan penetapan hukum islam atau tidak sama sekali. Begitu juga mereka yang membandingkan untuk keperluan tersebut.apabila ucapan atau perbuatannya itu dilakukan sebelum rasulullah saw diutus menjadi Rasul SAW  atau sesudahnya(wafat).



3.           Kedudukan al-sunnah

          Umat islam sepakat bahwa sesuatu yang bersumber dari rasulullah SAW. wajib kita mengimani dan mengamalkannya Baik ucapan,perbuatan , yang sampai kepada kita dengan jalam yang benar. Sunnah menempati kedudukannya yang sangat penting setelah al-quran. Al-sunnah merupakan sumber kedua dalam ajaran islam,namun  kewajiban mengikuti sunah sama wajibnya dengan mengikuti Al-quran  hal ini karena sunnah mempunyai fungsi penting terhadap Al-Quran. Tanpa memahami dan menguasai sunnah ,siapapun tidak akan bisa memahami al-quran dengan utuh dan baik. Sebaliknya orang yang tidak memahami Al-Quran tidak akan bisa memahami al-sunnah, karena Al-Quran merupakan dasar hukum pertama,yang didalamnya terdapat dasar dan garis besar yang terdapat dalam Al-Quran.oleh karena itu,antara al-sunnah dan Al-quran mempunyai kaitan yang sangat erat yang  tidak bisa dipisahkan satu sama lain.berdasarkan hal tersebut kedudukan sunnah dalam islam tidak dapat diragukan karena banyak terdapat penegasan tentang hal ini dalam al-quran maupun dalam al-sunnah nabi muhammad SAW.


4.           Fungsi Sunah Dalam ajaran  Islam
          Sebagai sumber ajaran islam yang ke dua,sesudah alquran ,al-sunnah yang fungsinya sejalan dengan al-quran.Al-sunnah tidak bisa di lepaskan dari ayat alquran.yang bersifatnya global(garis besar)yang memerlukan perincian yang bersifat umum(menyeluruh)yang menghendaki pengecualian,yang bersifat mutlak(tanpa batas)yang menghendaki pembatasan,dan adapula al-quran yang maknanya lebih dari satu yang mengharuskan menetapkan makna yang akan dipakai dari dua makna tersebut ,ada juga sesuatu yang secara khusus tidak dijumpai penjelasannya di dalam al-quran yang akhirnya diserahkan kepada hadis nabi.
          Dalam kaitan ini hadis berfungsi merinci petunjuk dan isyarat al quran yang bersifat global,sebagai pengecualian terhadap isyarat al quran yang bersifatnya global ,sebagai pembatas ayat al-quran yang bersifat tatap dan sebagai pemberi informasi tentang sesuatu kasus yang tidak dijumpai dalam al-quran.dengan posisi yang demikian itu ,maka pemahaman al quran dan juga pemahaman islam yang seluruhnya tidak dapat dilakukan tanpa mengikutsertakan hadis.

          Dalam ajaran islam sunnah dijadikan sebagai manhaj amali.sunnah menjelaskan mengenai fungsi-fungsi yang sangat penting dalam kedudukan islam.
          Di antara fungsi-fungsi sunnah terhadap ajaran islam adalah: sunnah sebagai manaj syumuli,yaitu manhaj yang sudah memberikan semuanya,manhaj yang komprehensif.sebagaimana yang dijelaskan allah swt. Dalam qs an-nahal ayat 89: yang artinya:”kami turunkan sebuah al-quran untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk dan kabar yang menggembirakan bagi orang-orang yang berserah diri kepadanya.”
          Sangat disesali bahwa beberapa kaum muslimin hanya memahami sunnah  juga muslimin yang hanya mengetahui sunnah itu hanya berjenggot, bersyiwak,dll.dalam kata lain mereka hanya mengamalkan sunnah itu dan meninggalkan yang lainnya.

a.       Sunnah manhaj mutawazin yaitu manhaj yang menyelaraskan antara jasad dan ruh,antara akal dan hati,dunia dan akhirat.ketika rasulullah saw memperhatikan abdullah bin amru yang terlalu berlebihan dalam melaksanakan ibadah (puasa,salat,dan lain-lain).rasulullah berkata kepadanya”sesungguhnya kamu punya hak untuk tidur,istirahat,dan keluargamu juga punya hak atas hakmu. Maka berikanlah hak itu atasmu sendiri.”
b.             Sunnah manhaj takamuli(saling melengkapi)


·                Fugsi sunnah terhadap al-quran
Jika  al-quran disebut sebagai sumber asli hukum fikih maka sunah disebut bayani.dalam kedudukannya sebagai bayani ,dalam hubungnnya dengan al-quran maka fungsi hadis sebagai berikut:
1.       Menegaskan dan menjelaskan hukum-hukum dalam al-
          Qur'an yang biasa dikenal dengan istilah fungsi ta'kid dan taqrir.
2.       Memberikan penjelasan terhadap apa yang dimaksud dalam al-Qur'an
          dalam hal:
a. Menjelaskan arti yang masih samar atau ijmal
b. Merinci apa-apa yang ada dalam al-Qur'an disebutkan secara khusus
c.  membatasi  al-Qur'an yang disebutkan secara umum,
d. mengembangkan sesuatu maksud dalam al-quran.
           3.      Membuat  suatu hukum dalam hadis yang secara jelas tidak ada dalam
     Al-Quran.

          Sunnah sangat penting dalam islam yang sudah kita ketahui kedudukannya.sumber hukum yang kedua setelah al-quran adalah al-sunnah.al-quran merupakan sumber utama  yang memuat suatu hukum yang sifatnya global yang harus dijelaskan secara terperinci .al-sunnah memiliki keterkaitan dengan al-quran yang memiliki sebuah fungsi yaitu:
a).      Sebagai pengokoh hukum yang sudah ada dalam al-quran.
b).     Sebagai penjelas hal-hal yang masih umum dalam al-quran.

Di antara contoh sunnah yang mentakhsish al-quran adalah:
 “Allah swt berwasiat kepada kamu tentang anak-anak kamu,bagi laki-laki bagiannya sama dengan dua anak perumpuan”. An-nisa:11
Ayat ini ditafsirkan oleh sunnah:
ü Para nabi tidak boleh mewariskan apa-apa untuk anaknya,dan apa apa yang mereka tinggalkan adalah sebagai shadaqoh”
ü Tidak boleh orang tua kafir mewarisi anaknya yang muslim, atau sebaliknya
ü Pembunuh tidak mewarisi apa-apa(HR.turmudzi dan ibnu majah)
Contoh sunnah yang menjelaskan kemutlakan al-quran:”pencuri laki-laki dan perempuan ,hendaklah dipotong tangannya itu” (al-maidah:38).
               Ayat ini tidak menjelaskan mengenai batasan potong tangan tersebut, penjelasan tersebut di dapat kita temukan dalam al-sunnah,yaitu sampai pergelangan tangan.

Contoh al-quran bayan sebagai mujmal al-quran:
Menjelaskan mengenai tata cara shalat nabi saw.rasulullah saw bersabda :”shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat.”
Menjelaskan tata-cara haji nabimuhammad saw.
c). Terkadang al-sunnah menetapkan hukum yang belum dijelaskan dalam al-quran.diantara hukum itu adalah : binatang buas yang memiliki taring,haramnya mengenakan kain sutra dan emas bagi laki-laki.semua in dapat ditemui dalam hadis yang shahih.

5.                 Sunnah antara sumber dependen dan independen dalam hukum
        Para ulama sepakat mengenai sunnah sebagai fungsi yang menjelaskan hukum al-quran. Hal ini tidak dapat diragukan lagi dan dapat diterima oleh semua umat manusia, karena itulah nabi muhammad ditugaskan allah swt. Akan tetapi dalam kedudukan sunnah sebagai dalil independen(berdiri sendiri) dan sebagai sumber kedua setelah al-quran,menjadi sebuah bahan pembicaraan dikalangan para ulama.sebuah perbedaan ini mncul akibat dari firman allah yang menegaskan bahwa islam telah sempurna,oleh sebab itu tidak diperlukan kembali sumber lain selain al-quran,termasuk sunnah.

          Dapat kita pahami bahwasannya sunnah sebagai indepensi atau berdiri sendiri tanpa harus ada al-quran. Dalam penempatan sunnah dipandang sumber hukum yang tidak harus membutuhkan al-quran sebagai penguatnya .jumhur ullama mempunyai pendapat bahwa sunnah berkedudukan dan mempunyai suatu kedudukan sebagai sumber atau dalil setelah al-quran, yang mempunyai keharusan untuk ditaati serta untuk mengikat seluruh umat muslim.




Jumhur ulama mengemukakan beberapa alasan tersebut adalah:
1.      Banyak ayat al-quran yang mengharuskan umat manusia untuk selalu menaati semua yang dikatakan  dan diperintahkan oleh rasulullah saw. Seperti yang terkandung dalam Qs.an-nisa’ ayat 59 dan 80.
Yang dimaksudkan dengan menaati rasul dalam ayat tersebut adalah mengikuti semua yang dikatakan atau diperintahkan rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam sunnahnya.
2.     Allah menyuruh umat manusia untuk beriman kepada rasul dan menetapkan beriman kepada rasul bersama dengan kewajiban beriman kepada allah swt.(al-a’raf ayat 158)
3.       ayat-ayat al-quran menjadikan apa yang dikatakan nabi itu seluruhnya berdasarkan dari wahyu allah (al-najm3-4).
          Menurut pendapat dari ramadhan buthi dari segi kehujjahan ,al-quran sama kedudukannya dengan sunnah,yaitu semuanya sama-sama menjadikan dalil hukum,walaupun dalam urutannya (tingkatannya)kita letakkan setelah al-quran.

          Dalam kitab al-muwafaqat dikatakan disana bahwa tingkatan sunnah setingkat dibawah al-quran ,artinya ketika ada pertentangan antara keduanya maka dapat diambil yang ada dalam al-quran.
Diantara dalilnya sebagai berikut:
1.       sunnah merupakan penjelasan dari al-quran ,atau  tambahan dari al-quran ,oleh kerena itu yang menjelaskan berada di bawah yang dijelaskannya,tetapi yang dijelaskan akan teteap saja ada walaupun tidak ada yang menjelaskan.
 2.      ada banyak terdapat hadis yang menjelaskan bahwa tingkatan sunnah tidak sama dengan al-quran,tetapi sunnah berada pada bawah al-quran.diantaranya adalah hadis mu`az bin jabal ynag akan berhukum sengan sunnah. Imam asy-syaukani mengemukakan pendapatnya bahwa sunnah adalah dalil yang independen dalam menetapkan suatu hukum.sunnah mempunyaisuatu kekuatan dalam menetapkan halal dan haram seperti dalam al-quran.









BAB III
PENUTUP

1.1       Kesimpulan
          Dari penjelasan-penjelasan diatas  kita dapat simpulkan bahwa:
1.             Al-quran mempunyai ikatan yang sangat erat hubungannya dengan al-sunnah.
2.             Sunnah memiliki fungsi sebagai penguat apa yang sudah ada dalam al-quran,dan pembuat hukum baru yang belum pernah ada didalam al-quran.
3.             Dari kekuatannya, sunnah berada dalam satu tingkat dibawah al-quran.
4.             Al-sunnah merupakan penjelas dari Al-Quran.







DAFTAR PUSTAKA

            islam.html#sthash.kALGJwfF.dpuf
·                nata,abudin.2012.metodologi studi islam.jakarta: PT raja grafindo persada
·                abdullah,sulaiman.2012.sumber hukum islam.bandung:PT sinar grafika
·                hakim,atang abd dan jaih mubarok.2010.metodologi studi islam.bandung:PT remaja rosdakarya

0 Response to "Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) As-sunnah Sebagai Sumber Ajaran Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel