Tentang Kotak

Oleh: Ahmad Mustaqim

Aku berangkat dari rumah yang kotak dan membawa buku berbentuk kotak menuju kampus yang kotak dan masuk dalam kelas yang kotak. Tak lupa kubawa smartphone yang kotak dan kumasukan dalam tas yang kotak, serta membawa dompet yang kotak dan kusimpan dalam kantong yang kotak. Sesampainya dikampus dan masuk kelas, aku duduk di bangku yang berbentuk (alasnya) kotak dan memainkan laptop teman yang bentuknya juga kotak.

Di dalam kelas kami berdiskusi menggunakan papan tulis yang kotak dan lcd proyektor yang juga kotak. Karena bosan dan dosen tak masuk akhinya aku pergi meninggalkan kelasku yang kotak menuju kantin yang ternyata juga kotak. Di kantin aku membeli makanan ringan yang terkemas dalam kotak dan kembali ke kelas yang kotak.

Kembalinya aku dari kantin, aku melewati susunan lantai keramik yang kotak, dan terlihat beberapa temanku sedang merokok di depan pintu kelas yang kotak. Mereka menyodorkan bungkus rokok yang kotak kepadaku agar aku mau merokok. Tapi, aku bukanlah perokok. Aku paham, kotak itu bertuliskan “Merokok Membunuhmu”.

Kotak itu mengingatkanku tentang kematian. Aku pun berkesimpulan: saat mati nanti, aku bakal ditidurkan dalam meja yang kotak kemudian dibungkus dengan kain kafan yang awal bentuknya kotak. Mungkin, akan dimasukkan juga dalam peti yang kotak dan dibawa dengan mobil yang kotak menuju kuburan, hingga akhirnya dimasukan dalam liang lahat yang kotak.

Semua kotak yang unik.

0 Response to "Tentang Kotak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel