Tentang Benci

Oleh : Ahmad Mustaqim

Benci adalah salah satu sifat yang dimiliki manusia atau bisa juga diartikan sebagai sikap tidak suka. Benci bisa muncul kapan saja dan dimana saja tergantung watak dari manusianya. Terkadang benci itu muncul untuk orang-orang yang telah menyakiti seseorang.

Tapi, benci juga salah satu sifat yang menurutku masuk dalam kategori ungkapan terjujur. Benci biasanya berlawanan dengan cinta (menyukai), tapi menurutku benci justru cinta yang paling penuh dengan perhatian. Ya, cinta. Benci sebenarnya adalah cinta yang hanya salah ketik pada kode input (ibarat komputer), bisa dibetulkan tapi sulit ditemukan letak salahnya.

Benci kuartikan sebagai cinta karena benci susah dipalsu. Cinta palsu sering terdengar, tapi benci palsu tak pernah kudengar. Adalagi alasannya, karena benci seseorang pasti selalu jujur tentang segala keburukan yang dibencinya (ex: kamu tak akan tahu seburuk apa dirimu tanpa pembenci).

Kamu bakal mendapat paling banyak perhatian dari mereka yang membencimu. Tak ada teman, pengagum, bahkan pacarmu sekalipun yang bakal menyanjung dengan sebegitu banyak rasa penasaran layaknya pembencimu.

Membicarakan tentang pembenci, biasanya terkait dengan musuh. Karena yang saling benci biasanya musuhan. Aku sendiri pun kadang jadi pembenci bahkan dibenci. Tapi, aku pun heran dengan pembenciku. Saat dia membenciku justru aku tak membencinya. Bukankah benci tak berbalas itu jauh lebih menyesakkan jiwa daripada cinta tak berbalas. Karena itu, apakah dia bisa bereaksi dengan membalasku?

Bahkan adalagi yang membuatku penasaran tentang pembenciku. Apakah dia bakal marah atau cemburu kalau aku tak membencinya, dan aku membenci orang lain alias bukan dirinya?

Ohh benci, kau itu cinta tapi kenapa harus bermain dengan gaya yang berbeda. Aku mempelajari caramu yang unik dalam memainkan cinta ketika aku paham cerita Umar Bin Khattab. Lihatlah betapa bencinya dia dengan Rasulku, hingga mencari tahu sedetilnya tentang Rasulku. Bahkan karenamu, dia hendak membunuh Rasulku. Tapi akhirnya, Umar pun tahu letak salah pada kodemu itu. Hingga dia menemukan Cinta sejati untuk Rasulku.

0 Response to "Tentang Benci"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel