Dibalik "Satu Hati" (Mengenang masa SMA)

Satu Hati adalah kependekan dari Science Two The High Quality. Sebuah nama untuk sekumpulan anak-anak kelas XI IPA 2 SMAN 5 Metro (2012-2013). Yang seinget saya, nama ini dipelopori oleh Fernanda kala itu.

Mengenang masa bersama Satu Hati, justru teringat dengan masa nakalnya saya di SMA. Dulu, saya sekolah biasanya cuma 3x dalam seminggu, sampai orang tua saya di panggil untuk menghadap walikelas.

Bahkan saya juga pernah tidur nyenyak di mata pelajaran bu Siti Aminah (Wali kelas, guru Kimia) sampai ketahuan. Bukannya gugup, setelah saya membuka mata dan melihat walikelas di depan mata, saya lanjut menundukkan kepala dan merem lagi. Akhirnya, disuruh menghadapnya.

Masa SMA memang penuh dengan kenangan. Bisa dikatakan masa yang indah bahkan masa yang "nggilani" (baca ngAlay). Satu Hati ini misalnya, kelas yang unik, diisi penuh dengan kaum hawa layaknya prodi PGMI di kampus saya. Cowoknya cuma 10.

Sebut saja Fandi dan Yogi, pasangan suami-suami ini sangat serasi bahkan dari laptopnya sekalipun (Acer setipe). Dan sekarang mereka pun masih serasi di satu universitas, UNILA.

Kemudian, Almando. Nggak sulit mengingatnya. Si gendut, besar, yang laptopnya paling bagus (gamer), dan pelaku "skandal hadiah ultah Qori".

Adalagi Hendri, teman yang satu ini unik. Kalau umumnya sehari orang banyak ngomong, dia hanya nyantai. Sedikit pendiam. (Prediksi saya: sehari hanya mengeluarkan 200 kata, dengan kecepatan yang hanya bisa dihitung si Fandi).

Selanjutnya Farid, temen yang keren. Kalau saya sekolah naik motor Supra ecek-ecek yang di gass semua bodynya bergetar. Dia naik Satria FU yang dimodifikasi, anak motorlah pokoknya. Terakhir kali ketemu dia, ternyata sudah tobat.

Terus si Aldi. Saya katakan dia artis yang gagal. Bakatnya adalah menyanyi, tapi malah nggak masuk di dunia Enterteiment. Justru, setelah lulus SMA dia mengadu nasib untuk jadi Polisi. Dan jadilah polisi. Kan pekok?

Doni dan Eko, sebutlah mereka ini orang timur yang aneh. Eko tinggal di pelosok desa bernama Jojog dan Doni tinggal di negara bernama Selikur. Mereka berdua ini adalah orang-orang yang cerdas, rank terbawah barengan dengan saya. Tapi, Eko sekarang jadi anak Teknik di UNILA, Doni jadi anak Bidikmisi di Polinela.

Terakhir Anung, saya agak ragu mengatakannya berada dalam Satu Hati. Sebab dia pernah bilang, "Gue mau pindah pokoknya, ke Muhammadiyah aja." Setelah sering di bully dengan "Ada cabe digigimu". Temen saya ini sering dibully, pokoknya apapun darinya bisa jadi bahan bully'an. Tiada hari tanpa membully si Enunz.

Itulah beberapa tokoh batangan yang berada di Satu Hati atau kelas XI IPA 2. Satu-satunya kelas yang memiliki dua pintu di depan dan belakang serta dekat dengan jamban. Kelas paling efektif untuk membolos.

Adapun untuk para wanita-wanitanya. Secara umum mereka semua sama. "Gadis-gadis cantik yang tak pernah ganteng." Kecuali dibalik, ini berlaku untuk Anung, "Cowok ganteng yang bisa jadi Cantik."

___

Foto: Sweater Kelas 

0 Response to "Dibalik "Satu Hati" (Mengenang masa SMA)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel