Samson vs Undertaker

Pada malam itu, London menjadi lautan manusia. Bukan tentang pertandingan derby yang biasa ditayangkan oleh BEIN Sports antara Arsenal vs Chelsea. Tapi, sebuah pertandingan yang sangat dinantikan oleh berbagai kalangan di dunia.

Seratus meter dari pusat kota London, tepatnya di area Wrestling (area gulat). Dua petarung besar siap bertanding memperebutkan gelar "The Best Fighter". Mereka adalah Samson asal Indonesia dan Undertaker asal Amerika.

Dua petarung ini ibarat Barcelona dan Real Madrid, atau Taufik Hidayat dan Lin Dan. Mereka rival abadi dan pertandingannya selalu seru untuk di tonton. Tapi sayang, kali ini aku hanya bisa menontonnya lewat channel televisi swasta.

Meskipun tak bisa live di London dan berteriak mendukung Samson, sebagai warga Negara yang baik aku hanya bisa mendoakan beliau agar menang. Setidaknya, kemenangan Samson akan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia bukan hanya hebat dalam Badminton. Juga, akan memberi kebahagiaan tersendiri bagiku melihat negara adidaya yang hebat dalam propaganda bertekuk lutut kepada Indonesia.

Satu jam aku menunggu sang komentator pertandingan. Omongannya yang sok tahu itu malah membuatku jadi ngantuk. Lantas aku pergi ke dapur dan membuat segelas "Mie Gelas". Tak lama, aku kembali nongkrong di depan televisi dan akhirnya dua pertarung itu memasuki arena.

Pertama Undertaker, atlet berbadan besar layaknya Ade Rai ini masuk ke arena ditemani kekasih dengan menggunakan motor Harley khas nya. Tak lupa, musik mistis yang aneh bak suara dalam tayangan uji nyali mengiringi kedatangannya. Belum lagi di layar televisi tertera rekor, 36 pertandingan tanpa kalah dan 26 perbandingannya dimenangkan dengan K.O. Semua itu memberi kesan "The killer is coming".

Barulah, atlet yang kudoakan dan kubanggakan datang. Samson, "Man of Steel" begitulah sang pembawa acara menyebutnya. Atlet berpawakan seperti Eko Yuli Irawan ini sangat berbeda dengan Undertaker, dia datang dengan seragam tarungnya dan hanya ditemani bendera Merah Putih yang di ikatkan di leher dan menggelantung di punggung bak Superman. Bahkan musik yang mengiringi kedatangannya tak memberi kesan si "jagoan datang". Rekor dari Samson pun masih amatir. Hanya 10 kali menang dengan dua kali K.O.

Saat keduanya telah memasuki arena dan sorak-sorak penonton semakin riuh. Ketegangan mulai meraja lela ditubuhku, dalam hati hanya bisa berkata "semoga kau menang, Son". Jujur, pendukung Samson dibandingkan Undertaker hanya 20%. Maka suara riuh itu penuh dengan teriakan "Undertaker". Aku takut Samson makin down dan dengan mudah dikalahkan. Tapi, aku tak melihat itu dibalik wajahnya.

Hingga tiba waktunya wasit memerintahkan mereka untuk merapat kemudian diberikan aturan main. Saat semua paham, kembalilah mereka ke sudut masing-masing. Saat itu juga, lonceng tanda mulai pun berbunyi, "Teng... Teng..". Inilah yang dinantikan dunia. Pertarungan dimulai.

Samson berputar mengelilingi arena sambil berteriak "Untuk Indonesiaku".  Undertaker yang melihatnya langsung lari mendekati dan menjegal Samson sampai jatuh. Rasanya ingin kulempar kepala Undertaker itu dengan gelas bekas Mie Gelasku, sayangnya hanya di televisi.

"Son, mending lu balik aja sono ke Indonesia. Badan kecil gue sentil langsung K.O," ucap Undertaker meremehkan Samson dengan mengacungkan jari tengah.

Samson hanya membalas sederhana, "Diam kau, mari kita mulai."

Mereka mendekat, memasang kuda - kuda dan saling berhadapan muka, hanya berjarak 20cm saja. Samson memegang pundak Undertaker yang sedang melotot gaya khas menakuti lawannya. Samson tak takut, biasa saja baginya.

Pertandingan semakin seru saat keduanya berteriak. Samson masih meneriakan kata yang sama, "Untuk Indonesiaku". Undertaker berteriak, "I'm Superhero". Keduanya melotot mengerikan di jarak 20cm itu, saling rangkul bak pemain UFC.

Tiba-tiba, Samson memamerkan gigi kuningnya yang tak pernah digosok  tepat di depan Undertaker. Sekejap saja, Undertaker yang melotot langsung memejamkan mata dan beranjak dari jarak 20cm itu.

"T.K.O" kata official pertandingan.

"Gue nyerah, gue nyerah..., nggak kuat...," teriak Undertaker. Sontak penonton kaget dan berkata, "What?".

Wasit pun membawa mereka berdua di tengah arena dan memutuskan, "Maka, atas keputusan dewan juri, pertandingan 'Tahan Melek' dimenangkan oleh Samson, 'Man of Steel'."

Akhirnya, Samson pun menjadi "The Best Fighter" atas kemenanganmya melawan Undertaker. Rekor baru dan sejarah baru bagi Indonesia tercipta. Aku bahagia atas kemenangan Samson ini. Bagiku dia adalah pahlawan paling hebat. Atlet "Tahan Melek" yang aku idolakan.

***

Satu hari setelah kemenangan Samson di London. Media gempar memberitakannya. Belakangan ini aku membaca koran lokal yang mengungkapkan rahasia kesuksesan Samson.

"Simpel aja kok mas, saya bisa juara karena nurutin nasehat Ibu saya. Kalau ditanya siapa pelatih terhabat saya, jelas Ibu. Saya diajarinya "Tahan Melek" hampir satu jam diatas potongan bawang. Kemudian nasehat terpenting Ibu saya adalah, 'Tiga minggu sebelum pertandingan jangan pernah gosok gigi'. Dan hasilnya? Saya juara, kan. Terimakasih banyak untuk semua yang mendoakan saya. Terimakasih juga untuk Indonesiaku". Begitu ungkap Samson di koran Nakal Post.

____
Sekian.

Pesan moralnya: Ibumu adalah guru, pelatih dan penasehat yang terbaik. Dan untuk meraih kemenangan, salah satu kuncinya adalah optimis.

Tulisan ini saya terbitkan pertama kali di situs simaknews.com

0 Response to "Samson vs Undertaker "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel