Mengenal Nama Indonesia

Oleh : Ahmad Mustaqim Mahasiswa IAIN METRO.

Sudah seharusnya, untuk menjadi warga negara yang baik adalah dengan menjunjung tinggi martabat Negara. Maka ada sebuah ungkapan, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya".

17 Agustus 1945, inilah sejarah bangsa kita yang tak akan pernah terlupakan. Tepat pada pukul 10.00 WIB, Soekarno, atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Sejak itu, Indonesia telah merdeka. Merdeka yang berarti bebas, tapi kenyataannya belum dirasakan sepenuhnya oleh Indonesia. Rakyat Indonesia masih terus berperang melawan penjajahan demi "Merdeka".

Seperti Pertempuran Medan Area (24 Agustus 1945), Pertempuran Lima Hari di Semarang (15 -  20 Oktober 1945), Pertempuran Ambarawa (20 Oktober 1945), Pertempuran Surabaya (10 November 1945) dan lainnya hingga penjajahan baru berakhir tuntas pada 27 Desember 1949.

Proklamasi adalah momentum pembebasan dan berakhirnya penjajahan, mengantarkan rakyat Indonesia untuk memulai kehidupan bernegara, dan melanjutkan cita-cita perjuangan sebagai Negara Indonesia yang merdeka.

Hingga saat ini, momentum kemerdekaan itu selalu dirayakan dengan meriah. Seperti perlombaan-perlombaan unik di pedesaan hingga upacara pengibaran bendera di perkotaan. Dan tak jarang, kalimat "Indonesia Merdeka" dalam pidato atau sambutan dilontarkan.

Semua orang pasti tahu sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Tapi, adakah yang ingin bertanya, "Bagaimana sejarah nama Negara Indonesia?".

Sejarah Nama Indonesia
Dalam buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal MPR RI (2012) dijelaskan bahwa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan sejarah awal pengenalan Nusantara yang merupakan tanah air bangsa Indonesia. Nama Nusantara diberikan oleh seorang pujangga di masa Kerajaan Majapahit, kemudian diubah menjadi Hindia Belanda di masa penjajahan Belanda.

Lebih lanjut lagi, dijelaskan: "Indonesia berasal dari bahasa latin indus dan nesos  yang berarti india dan pulau-pulau. Indonesia merupakan sebutan yang diberikan untuk pulau-pulau yang ada di Samudra India dan itulah yang dimaksud sebagai satuan pulau yang kemudian disebut dengan Indonesia.

Pada tahun 1850, George Windsor Earl seorang Inggris etnolog mengusulkan istilah Indunesians dan Malayunesians untuk penduduk kepulauan Hindia atau Malayan Archipelago. Kemudian seorang mahasiswa bernama Earl James Richardison Logan menggunakan nama Indonesia sebagai sinonim untuk Kepulauan Hindia.

Namun dikalangan akademik Belanda, di Hindia Timur enggan menggunakan istilah Indonesia sebaliknya mereka menggunakan istilah Melayu Nusantara (Malaische Archipel). Barulah sejak tahun 1900 nama Indonesia menjadi lebih umum dikalangan akademik Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakan nama Indonesia untuk ekspresi politiknya.

Adolf Bastian dari Universitas Berlin memopolerkan nama Indonesia melalui bukunya Indonesia oder die inseln des malayischen arcipels (1884-1894). Kemudian sarjana bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda dengan nama Indonesisch Pers-Bureau tahun 1913."

Maka dapat disimpulkan bahwa Indonesia adalah nama yang diusulkan oleh Goerge Windsor Earl. Namun sebelum Goerge, ada pemerintah Belanda yang lebih dulu memberi nama Hindia Belanda. Dan jauh sebelum pemerintah Belanda, seorang pujangga dari Majapahit memberinya nama Nusantara.

Kini kita mengenalnya dengan nama Indonesia atas jasa Ki Hajar Dewantara. Nama yang penuh dengan perjuangan, yang berpuluh tahun dibanggakan dan dihormati. Nama itu adalah kita, dan kita adalah Indonesia. Maka, hargailah nama itu, junjung yang tinggi dengan mengisi kemerdekaan Indonesia. Isilah kemerdekaan itu dengan prestasi atau karya-karya yang membanggakan. Dirgahayu Indonesiaku.

0 Response to "Mengenal Nama Indonesia "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel