BLANTERWISDOM101

Logika Nassim Nicholas Taleb (Manusia dan Kotak)

05 August 2016

Pikirkan kalimat ini:

"Mereka lahir lalu dimasukkan kotak, pulang untuk hidup dalam kotak, belajar dengan mencentang kotak, pergi untuk 'bekerja' dalam kotak, di tempat kerja duduk di dalam kotak, menyetir ke toko pangan dalam kotak untuk membeli makanan dalam kotak, pergi ke tempat olahraga dalam kotak untuk duduk dalam kotak, dan bicara mengenai 'berpikir di luar kotak', dan ketika mati ditaruh di dalam kotak. Semua kotak, kotak Euclidian yang mulus secara geometri."

____
Saya katakan kalimat ini benar:

Kita lahir menangis kemudian dimasukkan dalam wadah (kotak bayi). Belajar (ujian sekolah) dengan mengisi lembar jawaban (yang mencentang kolom—kotak), bekerja di kantor yang jelas bangunanya kotak, masuk ruangan kerja yang juga kotak. Masuk mobil yang jelas kotak untuk beli makanan yang dikema (kotak). Pergi olahraga futsal di gedung yang kotak dan bermain futsal dalam lapangan yang kotak. Dan kita sering berpikir untuk lepas dari masalah kotak yang ujung-ujungnya ketika mati dimasukkan ke dalam peti yang kotak.

Masih bingung. Silakan dibaca ulang.

Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."