Konsultasi Isu Rokok bersama Sherlock Holmes

Selang beberapa menit setelah kubaca cerita Samson vs Undertaker, tiba-tiba langsung terasa kantuk. Kulirik sisi bagian atas smartphone, ternyata jam 2 malam. Saat itu juga kutarik selimut yang menghangatkan tubuh dan beranjak tidur.

Baru saja aku memejamkan mata, tiba-tiba smartphone bergetar dengan lampu notifikasi merah.

"Duuh..., siapa yang BBM malam begini?" ucapku agak kesal.

Ternyata si Dodi, teman sekaligus tetanggaku, "Bro.., beli tembakau dimana ya? Mau balik ke zaman dulu, nih. 'Nglinting Rokok'."

"Ahh..., ganggu aja kamu ini. Mana aku tau, ngisep tembakau aja aku nggak pernah. Tanyao mbah Paimin yang biasa 'Nglinting'," ucapku menyudahi, lalu ku nonaktifkan data seluler agar tak diganggunya lagi.

Rupanya Dodi sedang was-was dengan isu harga rokok yang katanya akan naik sampai Rp.50.000an. Mungkin, 'Nglinting' adalah cara terbaik baginya agar tetap bisa merokok dengan harga yang murah, menikmati racikan rokok sepuas seleranya.

Aku yang sudah terlalu mengantuk tak mau lagi memikirkan masalah ini. Akhirnya, kembali kupejamkan mata. Dan tertidur.

Setelah tertidur....

"Ya, Tuhan..., segar dan sejuk sekali pagiMu ini," ucapku agak puitis yang terbaring santai di bawah pohon area Taman.

Tak seperti biasanya, pagi kali ini begitu sepi. Kulihat sekeliling hanya ada sekitar sepuluhan orang saja. Meski sedikit, tapi ada satu orang yang membuatku mampu bertahan lama memandanginya penuh keheranan.

"Lhoo..., itu kan..., Sherlock Holmes," sambil mengucek-ucek mata memastikan bahwa itu memang benar. "Yakin daahhh.., Serius..., benar ternyata Sherlock Holmes."

Dia sedang duduk santai menghisap cerutunya dibangku taman. Sherlock Holmes, dia adalah orang London yang paling hebat dalam memecahkan kasus-kasus rumit, mulai dari pembunuhan hingga percintaan bahkan yang mistis sekalipun. Julukannya sebagai "Konsultan Detektif" barangkali bisa memecahkan masalah rokok yang sedang booming di Indonesia.

Aku pun mendekatinya untuk meminta solusi. Dengan muka polos aku menyapa, "Good Morning, Mister Holmes."

"Nggak usah belagu ngomong Inggris, Nak. Salam mu itu aja masih medok," jawabnya spontan membuatku bingung.

Aku hanya diam tanpa kata, bingung dan berkata dalam hati, "Laahh.., laahh.., sejak kapan dia bisa bahasa Indonesia."

"Kedatanganmu dengan muka kusut pasrah, membawa selembar kertas dan pulpen di tangan kanan petanda ada masalah besar, silakan ceritakan masalahmu, Nak," gaya khas analisisnya mulai keluar.

Tak perlu banyak basa-basi lagi, dia sudah mengetahui maksud kedatanganku, "Benar, Mister. Aku ingin meminta solusi kepada Anda." Konsultasi pun dimulai.

A: Okay, Mister. I want to...

SH: Heh, ngomongo Indonesia.

A: Yowes Mister. Oke

SH: Siip.

A: Begini, Mister. Hmm.., Anda  kok ngomongnya pakai Indonesia ya, kan dari London?

SH: Sekarang kan saya di Indonesia, jelas harus berbahasa Indonesia dong.

A: Kok, lagi ada di Indonesia, Mister?

SH: Sampean ini mau konsultasi apa wawancarai saya.

A: Nyambi Mister.

SH: Rausah guyon, aku balik lho iki.

A: Eits.., ojo Mister. Oke, serius.

SH: Buruan.

A: Jadi sekarang ini Indonesia lagi gempar isu naiknya harga rokok Mister, biasanya kan cuma 12rbu tuh, lha ini akan dinaikan sampai 50rbuan.

SH: Anda perokok?

A: Bukan

SH : Dasar pekok, ngapain pusing kamu pikirin.

A: Hiih.., saya tuh peduli teman, Mister. Kalau Mister bisa ngasih solusi terbaik kan bakal tentram rasanya. Jadi gimana, Mister?

SH: Ya, saya sih setuju aja naik atau tidaknya harga rokok.

A: Kok, gitu?

SH: Saya kan beli rokoknya di London.

A: Mboh..., karepmu Mister.

SH: Hellehhh..,, gitu aja ngambek

A: (Hening)

SH: Oke..,, oke.., akan saya kasih solusi. Pinjam smartphonemu sebentar, Nak!

A: Ini, Mister.

SH: Helleh.., lockscreen. Sandinya?

A: 5658

SH: Waduuhh.., ini wallpapernya kok gambar bugil.

A: Itu gambar Ikan Cupang pekok.

SH: Ohh.., iya.

A: Pinjam untuk apa sih, Mister?

SH: Streaming berita dulu dong. Memangnya saya ini paham betul apa.

A: Sialan.., (kuota nipis itu).

5 menit kemudian...

SH: Yap, ketemu

A: Solusi, Mister?

SH: Bukan, tapi beritanya.

A: (Hening, menoleh ke kanan dan mengambil batu bata)

SH: Ahh, ternyata masalahnya sepele. Solusinya sangat mudah.

A: Gimana, Mister?

SH: Harga rokok akan naik hingga 50ribuan. Tinggal beli aja rokok 'ketengan' paling cuma 4ribu. Selesai kan?

A: Arghhh....., Plaaakkk. (Marah dan kulempar Mr. Holmes dengan batu bata).

***
Itulah, hari pertama dan terakhirku bertemu Sherlock Holmes. Aku tak tau bagaimana kabarnya sekarang. Sebab, aku tak pernah lagi bermimpi tentangnya.

Atas kejadian itu, aku pun langsung BBM ke Dodi, "Mending kamu beli rokok 'ketengan' aja, Dod."

___
Sekian.

Tulisan ini pertama kali saya terbitkan di simaknews.com

0 Response to "Konsultasi Isu Rokok bersama Sherlock Holmes "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel