Lebaran dan Ajang Silaturahmi (SMAN 5 METRO '14)


Lebaran adalah hari raya umat muslim atau dianggap sebagai kata lain untuk menyebut idul fitri, saya yakin semua orang pasti tahu. Tapi, saya pernah menemukan sebuah artikel yang menjelaskan secara unik tentang makna "Lebaran". 

Dalam artikel yang saya temukan, Lebaran diartikan melalui kata "Lebar" yang berimbuhan "an". Jadi, "Lebar-an", maksudnya melebarkan silaturahmi atau memperbanyak silaturahmi. 

Beragam cara dalam melebarkan silaturahmi dilakukan. Mulai dengan mendatangi rumah keluarga, sahabat, dan tetangga. Sekedar berkirim SMS (pesan singkat) yang berisi ucapan selamat hari raya, mohon maaf lahir batin. Ada juga yang berjuang tanpa kenal lelah menuju kampung halaman atau yang biasa disebut mudik, demi bersilaturahmi kepada orang-orang di sekitar kampung. 

Seperti yang saya lakukan bersama teman se-SMA saat itu (10/07). Melebarkan silaturahmi kepada guru-guru yang telah memberi banyak ilmu. Mulai dari guru pelajaran hingga guru BK kami datangi. 

Kedatangan kami bukan untuk memberikan parsel atau uang THR. Tapi, hanya sekedar hadir dan saling bermaafan, rasanya memang itu yang lebih utama. 

Sebagai murid tentu kami yang lebih banyak dosanya, sebab profesi guru yang mulia sebagai penyambung ilmu membuat kami sadar, bahwa kamilah yang sering "badung" tak tahu diri saat diberi ilmu. 

Datang dengan bahagia, disuguhi kerupuk kemplang hingga tekwan. Diberi minum air mineral hingga air soda. Apa pun itu yang disuguhkan, kebersamaan dan kebahagian dalam silaturahmi lah yang membuat semuanya menjadi lebih nikmat. 

Bagaimana pun, guru akan selalu bahagia ketika muridnya bersilaturahmi. Memang, ada guru yang lupa dengan nama kami. Tapi itu wajar, karena banyak murid yang harus diingat olehnya. Sebagai murid yang baik, berterima kasih dan menghargai ilmu yang diberikan oleh guru adalah hal wajib. Walau hanya sekedar dengan silaturahmi. 

Dalam silaturahmi, ada guru kami yang bertanya, "Sekarang kuliah atau kerja dimana?" kami menjawab sesuai profesi yang kami jalani. Tak ada guru kami yang merendahkan setiap profesi yang kami jalani, atau membandingkan dan mencelanya dari yang lain. Justru guru akan mendoakan kami agar lebih baik dan lebih hebat lagi dalam menjalani profesi. 

Ada pun dengan silaturahmi, kami mendapat banyak nasehat dari para guru. Seperti nasehat dari pak Puji (guru agama kami), ia mengatakan, "sehebat apa pun profesi kalian, bapak akan lebih bangga jika keimanan (agama) kalian lebih hebat dari profesi yang dijalani." 

Lebaran sebagai ajang melebarkan silaturahmi tentu memberi banyak hikmah disetiap pertemuannya. Namun perlu diketahui,  setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap kehadiran pasti ada kekurangan, setiap kenikmatan pasti ada kebahagiaan, dan setiap lebaran pasti ada kebersamaan. 

Itulah yang saya rasakan di lebaran tahun ini, sebuah kebersamaan dengan saling silaturahmi bersama teman-teman. Merekalah, para agen hebat pengubah bangsa dan para pembela yang baik untuk agama. Aamiin. 

Metro, 10 Juli 2016 / 05 Syawal 1437 


____
Semoga kami selalu dipertemukan kembali. Aamiin. 

Isi Foto:
Ahmad, Annisa, Koko, Nisrina, Sani, Aldi, Azzuri, Tami, Radian, Fandi, Anggit, Irfan, Lorensyam, Bu Dian (Guru Bahasa Inggris di SMA), Bu Ema (Guru Biologi di SMA), dan Bu Eni (Guru BK dan Ekonomi di SMA). 


0 Response to "Lebaran dan Ajang Silaturahmi (SMAN 5 METRO '14)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel