Selamat Ulang Tahun Sahabatku Lorensyam Pratiwi

Ketika pikiran disibukan dengan tugas kuliah, kegiatan kuliah dan tuntutan menulis berbagai artikel. Tiba-tiba aku teringat sebuah moment penting yang seharusnya selalu teringat tapi sejenak terlupakan. Aku telah melewatkannya beberapa hari,  moment Hari Ulang Tahun Sahabatku.

Aku menengok dan melihat jam ditangan kiriku, pukul 23.18, masih cukup sore bagiku yang terbiasa tidur dini hari bahkan sampai pagi hari. Untuk kesalahanku pada moment penting itu, aku mencoba untuk menggantinya dengan membuat tulisan ini. Aku yang baru saja pulang dari kampus mendadak langsung membuka laptop dan mulai menuliskan.

Saat aku mulai menulis beberapa kalimat, tiba-tiba sejenak terhenti. Akhirnya aku membuka smartphone lalu memberanikan diri mengirim pesan WhatsApp untuknya, "Ndut HBD ya, sorry telat nih, gue doain biar nggak jomblo terus dehh aamiin, kuliah lancar dan sehat selalu aamiinnn." ucapku untuk ulang tahun ke 19nya.

"TELATTTTT, gue kecewaaa." balasnya padaku. Yaa, Aku sadar betul, jelas salah diriku ini. Hanya karena tugas, tugas dan tugas kuliah aku melupakan hari sepesialnya. Dia sahabatku, sahabat SMA yang tak ada duanya. Sahabat sejomblo, seiman dan senasib yang harusnya aku bisa mengutamakan dirinya dahulu. Apalah guna banyak tugas, tapi lupa sahabat.

"Ohh, Tuhan, maafkan aku, semoga ia hanya kecewa sesaat saja." gumamku dalam hati.

Hari yang seharusnya semua keluarga, sahabat dan temannya merayakan, mengucapkan, lalu memberikan hadiah. Tapi tidak denganku, aku hanya bisa memberikan ini, secuil tulisan ucapan dan doa yang kuberikan tak pas pada hari spesialnya. Semoga saja Tuhan tak mengenal kata telat untuk selalu mengabulkan. 

Namun, sebelum melanjutkan aku ingin mengatakan, "Maafkan aku sahabat, barangkali karena kau jauh disana (Jakarta) dan aku disini (Lampung). Atau karena kau jomblo disana dan aku jomblo disini, yang sama-sama butuh perhatian—akhirnya tugasku yang memberi perhatian lebih (bukan kau). Mungkin karena itu, aku terlupakan akan hari spesialmu. Maafkanlah sahabatmu ini yang agak stress." 

Dan akhirnya, dengan senang hati aku lanjut menuliskan.

***
Untuk dia sahabat senasibku (jomblonya).

Lorensyam Pratiwi, nama yang indah, nama yang memang menunjukkan seorang wanita.  Seorang mahasiswi jurusan Psikologi dari Universitas ternama di Jakarta, Gunadarma. Wanita yang begitu baik dan mudah bergaul. Sahabat dan temannya sangat banyak, tapi lagi-lagi dia masih saja ngejomblo.

Nama yang tak akan pernah terlupakan olehku. Wajahnya yang cantik (walau sedikit hhe), tubuhnya yang wow banget (gendutnya hhe), sifatnya yang exotis (baperan hhe), dan yang paling selalu ku ingat darinya adalah title (oke, jelas jomblonya). Itu yang sangat melekat dalam pikiranku tentangnya, tak lain karena aku juga seperti itu (kecuali gendutnya yaa, hhe).

Bertahun-tahun aku mengenalnya di SMA, dia adalah sosok pribadi yang aktif, ramah, serta murah senyum. Pokoknya dia makhluk paling ceria. Karena dia mudah sekali untuk tertawa. Tapi, kadang suka nangisan juga deng.

Aku mengenalnya begitu dekat sejak kelas sebelas. Sebelumnya kami tak seakrab sekarang. Namun kini kami bersahabat, saling chat (keseringan curhat), telfonan (lagi-lagi curhat) dan smsan (maaf kalau ini bohong), yang jelas kita saling curhat.

Pokoknya dia adalah sahabat yang paling berbeda (yaa jelas, kalo kembar namanya adik kakak med!!). Karena dia sahabat yang paling ceria dan suka blak-blakan. Ada satu hal lagi darinya yang selalu teringat olehku selain jomblonya, yaitu nada ketawanya yang khas (coba aja ndut, sekarang ketawa hhe).

Dan Alhamdulillah, 09 mei 2016 kemarin adalah hari sepesialnya. Usianya kini telah menginjak 19 tahun. Masih cukup muda untuk seorang mahasiswi angkatan 2014. Karena itu, untuk moment yang spesial itu, kutuliskan sesuatu untuknya.

*
—#Selamat Ulang Tahun Oyenku#—

Semoga segala urusanmu dimudahkan oleh Allah dan harapanmu segera tercapai. Menjadi anak yang terus dibanggakan oleh orangtua. Menjadi wanita yang terus ceria apapun keadaanya. Menjadi wanita idaman banyak pria dan mahasiswi berprestasi.

Pokoknya semua yang terbaik untukmu aku bantu mendoakan. Teruslah menjadi sahabatku yang unik ya, karena yang unik akan selalu menarik hhe.

Ohiya, semoga jomblonya lekas sembuh. Jangan lupa juga kurangi sifat bapermu, karena berbahaya, baper dikit rasanya sakit lho hhe.

Aamiin ya Rabbal alamin. Aku sedikit berpesan, pergunakanlah sebaik-baiknya sisa umur yang diberikan Allah dan jangan tinggalkan solat. Terus perbaiki dirimu sebaik-baiknya ya sahabat. Sebab, bertambahnya usia menandakan kuota hidupmu telah berkurang.
*

Sudah, hanya ini saja yang bisa tertuliskan. Semoga bisa membuatnya lebih baik dan tak mengurangi sedikit pun ikatan persahabatan kita. Terus jadilah bintang yang unik sahabat.
***

Hanya Itu, suatu ucapan selamat ulang tahun dan doa serta sedikit harapan untuknya yang bisa aku berikan. Tak lain, karena aku berharap untuk terus mengenalnya dan bersahabat dengannya.

Namun, awalnya aku sempat bingung dan takut. Mau ku kirimkan kapan tulisan ini? Aku sudah terlanjur membuatnya kecewa. Apa ini bisa membahagiakannya? Ahh, mungkin sulit, kerena dia sedang marah sekali denganku.  

"TERSERAH GUA MARAH, GAUSAH WA LINE GUA LAGI. GAJELAS, MALES BGT," begitulah ia marah denganku di  WhatsApp. Betapa teganya aku ini membuatnya seperti itu. Namun karena itu, aku sadar, aku hanya manusia yang tak bisa sempurna. Sesekali memang aku harus meminta maaf. Yaa, inilah aku.

"Sekali lagi, maafkan sahabatmu ini ya, karena telat hadir dalam hari sepesialmu. Dan maafkan, aku hanya bisa memberi ini. Sebuah tulisan yang tak akan pernah hilang, yang akan selalu abadi dalam diary (blog) ku. Tertulis abadi, nama, kisah, dan tentangmu. Setidaknya  menandakan bahwa kau begitu berharga bagiku, Lorensyam Pratiwi (19)." 


___ 
09 Mei 2016 
Sahabatmu,

(Ahmad Mustaqim

0 Response to "Selamat Ulang Tahun Sahabatku Lorensyam Pratiwi "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel