BLANTERWISDOM101

Kutipan dari Para Cendekiawan

11 May 2016

"Pepatah adalah kalimat pendek yang berdasarkan pada pengalaman yang panjang" (Miguel de Cervantes). Karena itu, "Pepatah yang bagus bisa membuat anda menuntaskan pembicaraan tanpa memulainya." (Nassim Nicholas Taleb). Namun, untuk membuat sebuah pepatah diperlukan pertimbangan hebat. Dan "Pertimbangan yang hebat berasal dari pengalaman yang buruk."  (A. Mustaqim)

Saat pengalaman buruk dijadikan sebagai guru untuk pribadi atau orang lain. Maka kita akan menjadi manusia yang bijak. Karena "Bijak adalah sikap yang tersisa setelah kita dengan rendah hati mengesampingkan kepentingan pribadi." (Doug Hooper)

Untuk menjadi bijak, pikiran positif dan negatif haruslah selalu singkron. Layaknya lampu, "Bersintesanya kekuatan positif dan kekuatan negatif menghasilkan cahaya." (Thomas A. Eddison)

Perlu diketahui juga, saat memiliki pengalaman buruk atau masalah, banyak orang terkadang malah menjadikannya sebagai masalah besar. Harusnya dijadikan sebagai guru terbaik. Mungkin "Segala masalah manusia itu disebabkan oleh ketidaktahuan tentang bagaimana untuk duduk tenang." (Blaise Pascal)

Kurangnya duduk tenang itu barangkali membuat manusia muak dengan masalah pengalaman buruknya. Dan biasanya ia melampiaskan pada orang lain. Karena pada dasarnya "Manusia akan menjadi serigala bagi manusia lainnya." (Thomas Hobbes)

"Kita menjadi bijaksana bukan hanya melalui mengoreksi masa lalu, tetapi dengan bertanggung jawab pada masa depan." (George Bernard Shaw). Memang semua perbuatan harus dipertanggung jawabkan.

Setidaknya, ketika manusia telah menjadi bijaksana. Ia akan mampu memanfaatkan sebagian imajinasi untuk menyelesaikan masalahnya. Sebab "Imajinasi lebih hebat dari ilmu pengetahuan." (Albert Einstein)

___
Ini hanya sekedar tulisan yang dikutip dari berbagai ungkapan para cendekiawan dunia, baik cendekiawan masa lampau ataupun saat ini.

Semoga terhibur :D hhe

Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."