Benci Adalah Cinta Dengan Salah Ketik

“Benci itu cinta dengan salah ketik di dalam kode komputernya. Bisa dibetulkan tapi susah dicari di mana letak salahnya."

Begitulah Nassim Nicholas Taleb mendefinisikan benci. Memang benar menurut saya, orang yang benci bahkan sangat benci pada kita sebenarnya ia adalah orang yang paling mencintai kita.

Mereka yang benci dengan kita tentu banyak mengritik dan terus membicarakan keburukan kita. Ini sangat bermanfaat bagi kita untuk memperbaikan diri. Pikirkan, apakah mereka yang cinta dengan kita bisa sekritis itu? Belum tentu bisa.

Masalahnya adalah setiap orang pasti memiliki pembenci namun kadang pembenci malah dilawan dengan benci juga. Kalau sudah begitu tidak akan selesai bencinya. Sama-sama benci ya bisa jadi musuh, nantinya susah akur dan pecah silaturahmi. Jadi parah kalau begitu.

Katanya benci itu cinta yang salah ketik? Iya benar, benci aslinya adalah cinta. Saat kita merasa benci harusnya kita sadar dan mencari dimana letak salahnya. Kalau sudah ketemu letak salahnya InsyaAllah berubah cinta.

Dalam menyikapi sifat benci kita bisa mencontoh Rasulullah SAW. Memang tak bisa dipungkiri manusia sekelas Rasulullah pun juga punya banyak pembenci, salah satunya kaum kafir Quraisy. Bahkan pembenci paling berbahaya kala itu adalah Umar bin Khattab yang hendak membunuhnya. Disinilah Rasulullah sudah paham betul makna benci. "Benci adalah cinta dengan salah ketik", begitu tenang dan sabarnya Rasulullah menyikapi para pembenci itu meskipun ia pernah dihina dan dianiaya.

Alhasil, terbukti sudah. Umar bin Khattab yang saat itu benci dengan Rasulullah, namun setelah ia sadar dan bisa menemukan letak salah (ketik) nya benci itu, ternyata ia menemukan cinta. Akhirnya ia mencintai Rasulullah dan menjadi sahabat terbaiknya.

Dalam hal ini, coba pikirkan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 216. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

Dari ayat tersebut, yang kita benci atau yang benci kita belum tentu buruk untuk kita. Maka sudah seharusnya kita menggunakan akal positif dalam menyikapi benci. Dengan akal positif InsyaAllah kita akan menemukan banyak kebaikan. Dan dengan akal positif kita pasti berpikir, kenapa saya bisa benci? Saat alasan itu ketemu, saya yakin bencinya bisa dibetulkan menjadi cinta. Seperti Umar bin Khattab tadi misalnya. Wallahu A’lam Bishawab.

_____
Tulisan ini terbit di Islampos

0 Response to "Benci Adalah Cinta Dengan Salah Ketik "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel