Ragu-ragu, Sebuah Sikap Yang Harus Dilawan

Siapa dalam hidup ini yang pernah merasakan ragu-ragu? Pasti semuanya pernah. Kali ini saya akan sedikit menuliskan tentang buruknya sifat itu.

Ragu-ragu dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki makna yang sama dengan kata bimbang. Secara jelasnya ragu-ragu merupakan sikap tengah antara mau melakukan atau tidak melakukan. 

Sikap ragu-ragu dapat muncul karena berbagai penyebab, diantaranya adalah karena dihadapkan oleh banyak pilihan yang sama baiknya, dihadapkan pada masalah yang belum dimengerti atau tidak jelas hitam putihnya dan belum terlalu paham pada persoalan yang sedang dihadapi. Secara jelas orang yang merasakan sikap ini cenderung mempertimbangkan banyak hal.

Apa buruknya?
Hal terburuk dari sikap ini adalah kerugian. Namun bukan dalam arti rugi material melainkan rugi dalam pengalaman. Contoh, ketika seseorang mendatangi anda, kemudian memberikan dua pilihan pada anda yang sebenarnya anda membutuhkan, namun dari keduanya anda tidak terlalu menyukai. Alhasil anda dilanda sikap ragu-ragu "mau ambil yang mana ini, ambil itu nanti begini, ambil satunya nanti begitu". Akhirnya, "tidak pilih keduanya deh, takut nyesel".

Contoh lain ketika hendak mengikuti sebuah ajang seleksi. Banyak orang yang masih merasa ragu-ragu untuk ikut padahal kesempatan ada didepan mata. "nanti kalau ikut saingannya banyak, menang atau kalah ya?, kalau kalah bagaimana ya?, ahh.., nanti malu kalau kalah". Pada akhirnya tidak jadi ikut seleksi tersebut.

Sebenarnya contoh diatas adalah hal sepele dan masih banyak contoh lainnya. Namun dari contoh diatas, terlintas sebuah pikiran dalam benak saya. "Jika dalam satu tahun ada 100 orang yang datang untuk memberikan kesempatan namun karena sikap ragu-ragu kesempatan itu ditolak. Kemudian juga ada banyak ajang seleksi yang seharusnya bisa diikuti namun tidak jadi diikuti karena sikap ragu-ragu".
Berapa banyak kerugian yang didapatkan? Sekali lagi, bukan kerugian material namun kerugian pengalaman.

Seharusnya semua kesempatan itu bisa diambil atau diikuti dengan menggunakan sikap yang tegas dan berani. Karena semua pasti tahu bahwa sikap ragu-ragu tidak akan pernah menghasilkan apapun.

Andaikan kesempatan itu diambil semua dan anda berhasil, pasti ada sebuah pengalaman yang bisa dibagi (inspirasi) untuk orang lain. Ataupun jika anda gagal, pasti ada sebuah pelajaran yang bisa dijadikan referensi untuk tindakan selanjutnya. Inti dari semuanya adalah anda mendapatkan pengalaman baru.

Ada sebuah pepatah "Pengalaman adalah guru terbaik". Karena itu, buang sejauhnya sikap ragu-ragu, yakinlah pada apa yang telah diputuskan. Semakin anda cepat memutuskan sesuatu maka semakin cepat anda tahu hasil keputusan itu. Semakin anda ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu maka semakin sedikit kesempatan dan pengalaman yang akan anda dapatkan. Karena itu, ragu-ragu adalah sikap yang harus dilawan, sebab menghambat anda untuk memperoleh kesempatan berpengalaman yang lebih. Jika anda punya banyak pengalaman, maka sebanyak itulah anda memiliki guru terbaik.

____
Metro, 05 April 2016

Wallahu A'lam Bishawab.
Semoga bermanfaat.

0 Response to "Ragu-ragu, Sebuah Sikap Yang Harus Dilawan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel