BLANTERWISDOM101

Menulis Untuk Apa?

01 April 2016

Ini adalah cerita sekilas tentang diskusi ku dengan Afif (teman sekelas) siang tadi sewaktu MK Bahasa Arab. Saat itu, dosen memberikan perintah "Silahkan ditulis, kalau ada yang bingung tanyakan saja". Aku pun segera membuka buku catatan.

Disela-sela waktu untuk menulis ini, aku malah membuka pembicaraan pada temanku tersebut. (A=Saya, S=Afif)

A: ngapain ditulis? Nggak dihafalin aja bro.
S: ditulis lah biar ingat.
A: ohh, oke, menurutmu gunanya menulis itu untuk apa?
S: menulis ya untuk mengingat.
A: yakin?
S: iya bro, kita nulis pasti nantinya bakal ingat
A: kalo menurutku sih menulis untuk melupakan
S: melupakan apanya?
A: kalau menulis untuk mengingat, seringkali orang-orang itu hanya ingat sesaat atau ingat sekedar saja. Misal, kamu nulis rumus matematika, niatnya untuk ingat. Ehh... taunya besok-besok masih buka catatan lagi. Dimana mengingatnya?
S: terus maksudmu melupakan?
A: iya, menulis itu untuk melupakan, maksudnya lupain aja dimana kamu nulis, jangan buka-buka catatan lagi.
S: tapi intinya tetep ngingat isi tulisannya kan bro?
A: yoi maannnn.., tapi seringkali orang nulis yang niatnya untuk ingat malah dijadikan pengingat, buka tutup catatan deh ujungnya. Kalau gitu kan bukan untuk mengingat to jadinya?
S: ahh ribet lhu...., oke, menulis untuk melupakan catatan dan teringat dalam pikiran,  setuju?
A: oke aja deh..., mau nulis dulu nih.

"oke sudah, kita lanjutkan lagi materinya." dosen pun berdiri dari kursi nyamannya. Pada akhirnya ku tutup kembali buku catatan ini.

Share This :
Ahmad Mustaqim

- "Aku bukan apa yang kamu lihat, bukan pula apa yang kamu baca bahkan mungkin bukan pula apa yang kamu tafsir. Yang jelas, yang kamu lihat saat ini adalah Aku yang versi numpang di jasad bernama Ahmad Mustaqim."