Mahasiswa dan Budaya Membaca

Mahasiswa, sebuah status yang saat ini sedang saya sandang. Bukan hanya saya, tapi ribuan orang lainnya juga memiliki status yang sama dan mungkin salah satunya pembaca tulisan ini. Namun apa itu mahasiswa? Ada banyak pengertian mengenai mahasiswa tapi pada dasarnya mahasiswa adalah gabungan dari dua kata “maha” dan “siswa”. Maha berarti besar dan siswa berarti peserta didik. Jadi bisa disimpulkan mahasiswa adalah peserta didik yang tingkatannya paling besar dan tinggi. Besar dalam arti kuasa dan tanggung jawabnya.

Mahasiswa merupakan kekuatan super bagi bangsa dan negara. Seperti ungkapan Bung Karno “Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia”.  Mahasiswa juga memiliki suatu peranan atau tanggung jawab yang penting bagi negara, yaitu sebagai “agent of change, social control, dan iron stock”.

Tanggung Jawab Mahasiswa
Sebagai “agent of change” atau agen perubahan. Mahasiswa bukan bertindak sebagai pahlawan yang datang menyelamatkan kemudian pergi dengan diiringi tepuk tangan. Mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas suatu perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan itu. Perubahan yang harus diubah oleh mahasiswa jelas harus perubahan ke arah yang lebih positif. Namun, sebelum membuat perubahan untuk bangsa dan negara mahasiswa harusnya mengoreksi dirinya sendiri. Apakah dirinya sudah baik, dan sudahkan ia mengubah dirinya menjadi lebih baik?. Ketika pertanyaan ini sudah terjawab maka lakukanlah!

Sebagai “social control” atau pengendali sosial. Ketika suatu persoalan terjadi dan merugikan masyarakat, disinilah mahasiswa harus memberontak dan membela kebenaran. Kasus korupsi, mahalnya biaya pendidikan, hukum yang tidak adil, banyaknya kasus suap serta lainnya, semua itu adalah contoh-contoh yang harus diberontak oleh mahasiswa. Mahasiswa harus segera bertindak dengan ilmu dan segala kemampuannya.

Karena itu sudah seharusnya mahasiswa menjadi pengendali sosial dengan peduli pada setiap lapisan masyarakat. Kepedulian itu bukan hanya dalam bentuk demo atau unjuk rasa saja. Melainkan bisa dengan suatu pemikiran yang jenius dan bantuan materil juga moril pada masyarakat Indonesia.

Sebagai "iron stock" atau manusia tangguh. Sudah banyak kita ketahui betapa mirisnya para pemimpin negara ini. Kasus suap dan korupsi kerap kali menghiasai berbagai media. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sangat diharapkan menjadi penerusnya yang memiliki kemampuan, keterampilan, serta akhlak mulia agar menjadi calon pemimpin hebat yang siap pakai. Karena aset terbesar dari suatu bangsa adalah pemudanya (mahasiswa).

Untuk memenuhi mahasiswa sebagai iron stock tidaklah cukup jika hanya mengandalkan kemampuan akademik dengan duduk dan mendengarkan penjelasan dosen. Namun mahasiswa harus memperkaya dirinya dengan soft skill berupa leadership, kemampuan berpidato, memposisikan diri, serta sensitivitas yang tinggi.

Dari ketiga tanggung jawab ini maka jelaslah makna “maha” yang terikat dalam kata mahasiswa. Suatu tugas besar dan berat yang semua itu harus dilakukan olehnya.

Pentingnya Membaca Bagi Mahasiswa
Saat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar bagi bangsa dan negara, sejenak dalam benak saya terbesit sebuah pertanyaan “Apakah mereka semua sadar bahwa dirinya mengemban tanggung jawab yang besar? Apakah mahasiswa saat ini mampu melakukan semua tanggung jawabnya?”

Seperti yang kita ketahui sekarang banyak mahasiswa yang sifatnya hanya kupu-kupu (kuliah pulang), hura-hura (hedonis), bahkan ada juga yang masih memiliki kebiasaan mencontek (tidak jujur) dan yang paling parah adalah mahasiswa tapi tidak pernah membaca buku. Mengapa saya katakan tidak membaca adalah sikap yang paling parah, tentu kita tahu mahasiswa karakternya adalah idealis, sebab itu tak jarang mahasiswa sering melakukan kegiatan diskusi. Namun apa yang akan didiskusikan jika mahasiswanya saja tidak pernah membaca? Diskusi pemikiran atau gagasan. Gagasan apa yang akan didiskusikan jika ia tidak pernah membaca?

Perlu diketahui jika buku adalah gudang ilmu dan jendela dunia. Dengan membaca pasti mendapatkan banyak sekali manfaat, seperti menambah ilmu dan pengetahuan baru, memperkuat daya ingat, melatih berpikir kreatif, menambah pengetahuan tentang kosakata baru, dan masih banyak lagi. Semua itu sangat diperlukan bagi mahasiswa terutama sebagai aset pembaharuan.

Maka sudah seharusnya mahasiswa memiliki sikap gemar membaca, bukan malah tidak pernah membaca. Sebagai agent of change mahasiswa harus sering menjelajahi dunia dan menambah ilmu pengetahuan baru yaitu melalui membaca buku. Mahasiswa sebagai social control harus berani memberi suatu kepedulian pada masyarakat salah satunya bentuk pemikiran yang cemerlang (ide untuk solusi masalah). Pemikiran cemerlang itu bisa diperoleh dengan membaca buku, berbagai gagasan/pemikiran dari para penulis hebat tentu akan bermanfaat.

Sebagai iron stock mahasiswa harus menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan, ketrampilan, serta akhlak mulia. Apakah dengan membaca mampu memberikan semua itu? Jelas memberikan. Seperti yang tertera diatas bahwa membaca akan menambah ilmu baru dan melatih berpikir kreatif, dengan ilmu tentu mahasiswa memiliki sebuah kemampuan dan akhlak mulia serta dengan berpikir kreatif tentu sebuah ketrampilan akan tumbuh pada diri mahasiswa.

Karena itu, mahasiswa yang memiliki peran penting bagi bangsa dan negara harus terus meningkatkan kualitas bacaannya. Membaca memiliki banyak manfaat yang sangat diperlukan dalam tugas mahasiswa sebagai agent of change, social control dan iron stock. Bahkan jika ditengok melalui ajaran islam membaca merupakan kebiasaan yang manfaatnya luar biasa. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al-Alaq : 1-5). Sangat jelas dalam ayat kelima bahwa dengan membaca Allah SWT pun berjanji “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. Apakah ada yang meragukan janji Allah SWT?

Semakin banyak bacaan yang dimiliki seorang mahasiswa maka semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, dan juga akan banyak  pemikiran-pemikiran jenius darinya. Seperti contoh karya ilmiah dari seorang profesor yang selalu dijadikan rujukan, dalam hal ini jelas pemikiran profesor memiliki pengaruh dalam sebuah pembaharuan. Profesor sebelumnya juga pernah menjadi mahasiswa, dan selama menjadi mahasiswa pasti ia merupakan seorang yang gemar membaca.

Oleh karena itu, membaca merupakan kebiasaan wajib yang harus terus dilakukan bagi mahasiswa. Ketika mahasiswa sadar akan peran dirinya bagi bangsa dan negara serta mereka adalah generasi yang gemar membaca, maka cukuplah kesiapan mahasiswa sebagai agent of change, social control, dan iron stock. Wallahu A’lam Bishawab.

___
Penulis :
Ahmad Mustaqim, PMII Rayon PGMI || STAIN Jurai Siwo Metro

0 Response to "Mahasiswa dan Budaya Membaca "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel