Kucing dan Tikus

Suatu malam disebuah rumah kecil. Datanglah seekor kucing yang sedang kelaparan. Kucing itu nampak kurus dan lemas bahkan suaranya sudah begitu pelan. Karena lemas, kucing itupun tertidur di depan rumah hingga pagi hari.

Keesokan harinya, sang pemilik rumah melihat kucing tersebut. Ia merasa kasihan lalu merawat sang kucing dengan penuh kasih sayang. Setiap hari kucing itu diberi makan hingga tubuhnya sekarang gemuk dan sehat. Kehidupan sang kucing pun berubah menjadi begitu nikmat dan nyaman. Namun, dalam keadaan itu ia merasa sangat kesepian karena tak memiliki satupun teman.

Suatu hari, sang kucing sedang bersantai di dapur rumah. Tiba-tiba ia melihat seekor tikus kecil sedang memakan sisa makanan di bawah meja. Dengan perlahan ia mendekati,
"Hai tikus, apa kabar?"sapa kucing pada tikus. Tikus itu malah lari ketakutan.
"Hey..., jangan takut aku tidak akan melukaimu" teriak sang kucing. Tikus itu pun tetap lari dan menghilang dengan membawa sisa makanan tadi.

Pada malam harinya, tikus itu kembali ke tempat yang sama dan menemukan lagi sisa makanan untuk dimakan. Ia merasa sangat senang karena dengan mudah menemukan makanan.

Esok harinya ia kembali kesana dan menemukan sisa makanan lagi. Terus menerus ia seperti itu dan selalu ada makanan yang tersedia untuknya. Sang tikus pada akhirnya merasa penasaran.
"Kok, tiap hari aku menemukan makanan disini ya, siapa yang memberikan ini?" gumam tikus itu.

Akhirnya tikus itupun menelusuri, sepanjang hari ia terus mengamati bawah meja tempat ia menemukan sisa makanan. Setelah sekian lama menunggu ia pun terkejut, ternyata kucing yang selama ini ia takutilah yang memberikan makanan itu. Dengan berani tikus itupun langsung keluar dari persembunyiannya dan mendekati kucing.
"Hai, kucing" sapa tikus.
"Hai, tikus" balas kucing dengan penuh senyuman
"Jadi, kau selama ini yang memberiku makanan ini?" tanya tikus keheranan.
"Ia itu benar"
"Selama ini aku takut padamu, aku menghidarimu setiap hari karena aku takut kau akan memangsaku"
"Aku adalah kucing yang baik, aku pernah merasa sulit sepertimu, aku tidak akan memangsamu karena setiap hari pemilik rumah selalu memberiku makanan dan aku menyisakannya untukmu. Aku hanya ingin berteman denganmu, Apa kau mau berteman denganku tikus?" dengan penuh senyuman yang manis kucing itu tak lagi terlihat buas dihadapan si tikus.
"Maafkan aku telah salah menilaimu, sekarang aku percaya bahwa kau akan menjadi teman terbaikku, kau bukan hanya teman tapi kau adalah sahabat bagiku, kucing". Ungkap tikus itu dengan sebuah senyuman kepercayaan.

Akhirnya, tak lagi ada rasa takut dari tikus itu. Kucing yang selama ini ia takuti ternyata adalah penolong bagi dirinya. Kini kucing itu pun tak lagi merasa kesepian. Setiap hari ia selalu bermain kejar-kejaran bersama sahabatnya tikus. Senyum dan sapa antara kucing dan tikus adalah bukti dari persahabatan mereka.

Sebuah senyuman mampu memberikan banyak kebaikan dan ketenangan hati.

___
Profil Penulis : Ahmad Mustaqim lahir di Lampung 21 Juli 1996. Tepatnya di Kota Metro, desa Purwosari Jl. Bison 78 RT/RW 10/02 kec. Metro Utara. Ia seorang mahasiswa yang memiliki minat dalam menulis. Cita-citanya adalah menjadi seorang Guru, Dosen, Motivator, dan Penulis. Kesehariannya selalu diisi dengan bermain futsal pada sore hari, sebab futsal adalah salah satu hobi yang disukainya. Untuk mengenalnya lebih dekat bisa hubungi saja 085841345434.

*Dongeng ini juara tiga dalam lomba Milad 10Th FLP cabang Metro

0 Response to "Kucing dan Tikus "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel