Indahnya Kebersamaan

Sejak semalam rumah saya sudah ramai dengan saudara. Ada bulek, paklek, pakde, adik dan ponakan. Rumah yang biasanya hanya dihuni lima orang malam itu mendadak penuh sampai pada tidur di ruang tamu (gelar tikar).

Moment seperti ini jarang terjadi kecuali pada hari - hari penting mungkin bisa kumpul bareng (lebaran dll). Sebab rumah bulek dan paklek pada jauh. Ada yang dari Tanjung Karang (bulek Sri dan paklek Yanto), ada juga yang jauh-jauh dari Tambak (bulek Mus dan paklek Maryo). Karenanya, moment ini tak lupa saya abadikan dalam diary online (blog ini).

Dirumah, bulek Sri membawa anak bungsu nya, Afiq. Masih kecil, jadi imut-imut gemesin juga ngeselin. Kadang sifat lucunya muncul dan membuat semua tertawa.Ya, namanya juga anak kecil pasti begitu.

Bulek Mus pun juga membawa anak bungsunya yaitu Nita. Pakde Sarono yang dari Simbarwaringin ikut membawa anak sulung mbak Wanti, Dika.

Jadi, malam itu seisi rumah ramai banget. Biasanya hanya lima orang, tapi semalam ada sebelas orang. Sangat penuh bagi rumah yang kecil ini.

Hingga pada pagi hari ini, bulek Sri dan suaminya hendak pulang ke Tanjung Karang. Begitupun dengan pakde Sarono dan paklek Maryo yang akan pulang ke Simbarwaringin. Tapi bulek Mus masih ingin tinggal sampai nanti sore. Akhirnya, tak lupa saya sempatkan untuk ambil foto kenang-kenangan dan sedikit memvideo tingkah lucu si Afiq.

Saat tepat pukul 08.00 pagi, bulek Sri, paklek Yanto, pakde Sarono dan paklek Maryo berangkat pulang. Rumah ini mulai sepi kembali, mereka pulang dan tertinggallah sebuah kesan yang indah.

Begitulah keluarga kami, keluarga yang sederhana namun bahagia. Hanya bisa berkumpul saja adalah moment yang sangat indah. Berkumpul, bercanda dan saling berbagi tawa. Inilah kami, bersatu dalam indahnya kebersamaan.

___ 
Metro, 29 April 2016

0 Response to "Indahnya Kebersamaan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel